Pengurus Propinsi Taekwondo Indonesia (Pengprov TI Banten pada tanggal 11 – 12 Mei 2018 menyelenggarakan Pendidikan Kepelatihan (Diklat) Penguji dan Pelatih Daerah. Diklat kali ini diikuti oleh 60 peserta dari seluruh Pengkab/Pengkot Banten, yang dilaksanakan atau bertempat di Badan Diklat Provinsi Banten Pandeglang.

Kegiatan ini dibuka oleh Ketua Harian Pengprov TI Banten Ir Andi Soko dan dihadiri oleh Pengurus dari KONI Banten serta jajaran Pengurus Pengprov TI Banten lainnya. Menurut Ketua Umum TI Banten, Andi Soko mengatakan bahwa pihaknya mengharapkan agar Teaekwondoin Banten lebih berprestasi. Dengan begitu menurutnya akan makin banyak atlet asal Banten yang memberikan kontribusi untuk mengharumkan nama bangsa dan negara Indonesia, baik dikancah nasional maupun internasional.

Sementara itu, dalam sambutannya Sekum TI Banten Fiva Zabreno mengatakan bahwa kegiatan Diklat Penguji dan Pelatih Daerah TI Banten ini dilaksanakan dalam rangka untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas serta profesional para Penguji dan Pelatih Daerah Banten.

Menurut Fiva, diharapkan dengan kegiatan tersebut para Penguji daerah bisa mendampingi penguji Nasional yg ada di Propinsi Banten dalam kegiatan UKT Geup dan pelatih bisa menerapkan ilmunya pada siswa/siswi di Dojang/Pengkab/pengkot masing-masing sesuai metode program kepelatihan.

“Diklat Penguji dan Pelatih Daerah ini adalah bagian dari rangkaian program TI Banten untuk mensinergikan seluruh potensi yang ada dalam rangka fokus persiapan menuju prestasi TI Banten di PON XX Papua 2020 nanti. Harapannya, tentu dengan berbagai materi yang up to date yang diberikan oleh para instruktur, baik penguji maupun pelatih dapat segera mentransformasikannya ke para atlet. dan menjadikan pengetahuan yang baru mereka peroleh tersebut untuk menajamkan kegiatan kepelatihannya di daerah masing-masing dilingkungan Propinsi Banten.” Ujar Fiva

Intruktur atau narasumber kegiatan DIklat kali ini berasal dari Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI), Grand Master TB Indramulia Arie Zuhri, didampingi oleh Sabeum Pino. Ketua komisi perwasitan PBTI itu, menjelaskan dan mensimulasikan banyak hal terkait dengan berbagai aturan terbaru yang diterapkan sesuai dengan rule World Taekwondo.  

Menurut Indra, dirinya mengapresiasi apa yang dilakukan oleh Pengprov TI Banten sebagai upaya meningkatkan kapasitas dan kualitas Penguji dan pelatih di lingkungan TI Banten. Dirinya berharap dengan terus di agendakannya kegiatan kepelatihan, ia yakin TI Banten akan semakin sukses dalam pembinaan dan pengembangan prestasi taekwondo.

 

Progres peningkatan kualitas atlet Kyorugi Tim Nasional Taekwondo Indonesia makin terlihat pesat. Baik dari segi teknik, penampilan maupun kepercayaan diri mereka. Demikian hal tersebut disampaikan oleh Ketua Umum Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) Letjen TNI (Purn) Marciano Norman yang berkesempatan meninjau langsung perkembangan Pelatnas taekwondo Indonesia di Korea Selatan (10/5).

Ditambahkan Marciano Norman, perkembangan positif kualitas atlet Indonesia itu, tak lepas dari peran dan dukungan oleh tim kepelatihan di  Jincheon Korea National Training Center yang dikelola oleh Kementerian Olahraga Korea Selatan yang berlokasi diluar kota Seoul. Tepatnya Provinsi Chung cheongbuk-do jincheon-gun.

Penanganan khusus oleh tim kepelatihan Korea yang juga menangani timnas Korea Selatan tersebut, tentu memberikan motivasi kuat bagi timnas taekwondo Indonesia dalam rangka menghadapi Asian Games, Agustus mendatang. Apalagi menurut Marciano, para atlet secara intensif diberikan kesempatan berlatih-tanding dengan tim nasional Korea Selatan yang juga diturunkan di ajang Asiang Games nanti.

“Saya melihat baik atlet poomsae yang saya kunjungi beberapa waktu yang lalu ditempat berbeda, maupun atlet Kyorugi disini, ternyata mereka makin baik dari teknik dan mentalitasnya. Apalagi ditambah dengan latih tanding dengan tim nasional Korea Selatan yang juga diturunkan di Asian Games nanti. Hal ini tentu sangat berdampak positif bagi para pelatih dan tentu saja para atlet, karena kita dapat mengukur sejauhmana mereka (tim nasional Korea – red) mempersiapkan diri menghadapi Asian Games nanti.” Ujar Marciano

Marciano juga berharap agar seluruh jajaran tim, baik atlet, pelatih dan seluruh tim official lainnya, menjaga terus momentum positif ini dengan sebaik-baiknya hingga saatnya nanti kita bertanding di Asian Games. Hal tersebut dikarenakan  pemusatan latihan yang berjarak 90 km dari kota Seoul dan berdiri pada September 2017 ini sangat modern dan lengkap dengan berbagai fasilitas kebutuhan seluruh atlet.

“Semua sudah lengkap tersedia disini apapun itu kebutuhan atletnya. Dan tentu ini sangat berharga buat para atlet dalam menimba ilmu dan pengalaman.” Terang Ketua Umum PBTI itu yang didampingi Ketua Harian Zulkifli Tanjung, Sekjen Dirc Richard dan beberapa pengurus lainnya.

Lebih lanjut Marciano mengatakan bahwa evaluasi kinerja pemusatan latihan yang komprehensif harus terus menjadi tolok ukur, agar kita bisa memastikan kesiapan tim nasional taekwondo Indonesia yang dibebani target dua medali emas ini.   

Sementara itu, atlet Kyorugi putri Indonesia, Mariska Halinda yang diandalkan meraih medali di Asian Games nanti mengatakan,  bahwa dirinya sangat memanfaatkan betul pemusatan latihan disini. Hal tersebut menurutnya karena banyaknya sparing partner dengan berbagai karakter atlet yang berbeda-beda. Hal ini menjadikan dirinya bisa terus menimba pengalaman dan mempelajari serta mengevaluasi strategi di pertandingan nanti.

“Soal program dan sistem kepelatihan, baik di Indonesia maupun di Korea ini relatif sama. Namun dengan seringnya kita sparing partner dengan kualitas dan karakter atlet yang berbeda-beda, membuat kita jadi makin memahami bagaimana caranya menerapkan strategi bertanding yang efektif nanti. Hal ini yang tidak kami dapatkan di tanah air.” Ujar Mariska.

Senada dengan Mariska, Atlet Kyougi putra Ibrahim Zarman mengatakan bahwa dirinya bersyukur bisa menimba pengalaman berharga di Korea. Apalagi bersama atlet nasional Korea yang berprestasi di tingkat olimpiade dan dunia.

“Ini sungguh peluang dan kesempatan emas buat saya. Bahkan mungkin ini pengalaman seumur hidup saya. Karena gak gampang berada disini. Dan gak semua negara bisa masuk disini bersama tim nasional Korea”. Ujar Ibrahim

Seperti halnya Mariska, Ibrahim juga membenarkan bahwa kalau dari segi program dan sistem kepelatihan, hampir sama. Yang membedakan hanyalah fasilitas disini yang luar biasa lengkap. Kondisi inilah yang memacu semangat kami timnas untuk berlatih serius dan fokus menjalankan program pemusatan latihan.

Dirinya berharap semoga dengan keberadaan timnas di Korea dan berkesempatan secara rutin melakukan sparing partner dengan timnas Korea, akan memberikan motivasi, semangat sekaligus keyakinan kepada timnas Indonesia bahwa taekwondo Indonesia akan bisa meraih medali di Asian Games nanti.

Seperti diketahui, sebanyak 14 atlet pelatnas Asian Games 2018 ditempa berlatih selama 5 hari di Jincheon Korean National Training Center atau yang dikelola oleh Kementerian Olahraga Korea diluar kota Seoul.  Atlet-atlet tersebut yaitu :

  1. Reinaldy Atmanegara 58 kg
  2. Fauzi Akbar Pamungkas 58
  3. Ibrahim Zarman 63 kg
  4. Muhamad Saleh Alwi mouladawillah 68 kg
  5. Dinggo Ardian Prayogo 68 kg
  6. Lukas budi santoso 80 kg
  7. Rizky Anugrah putranto 87 kg
  8. Nicholas Armanto over 87 kg
  9. Dhean titania Fazrin 49 kg
  10. Mariska Halinda 53 kg
  11. Permata conta nadya 57 kg
  12. Shaleha fitriana yusuf 67 kg
  13. Nanda fernandia  over 67 kg
  14. Delva Rizky. Over 67 kg


Ketua Umum Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI), Letjen TNI (Purn) Marciano Norman didampingi Sekjen, Dirc Richard dan Ketua Harian, Zulkifli Tanjung melakukan kunjungan ke Korea selatan pada selasa (08/05) lalu yg bertempat di Seoul. 

Dalam agenda lawatannya di hari pertama, Ketua Umum secara khusus melihat langsung atlet pelatnas poomsae individual putra dan putri (Alfi Kusumah & Defia Rosmaniar) yang dipersiapkan pada ajang Asian Games 2018 di Jakarta Agustus mendatang. Kedua Atlet tersebut sedang melakukan training camp di Gachon university, sekitar 20 KM dari Seoul. Mereka berlatih di korea selama 3 bulan bersama atlet terbaik korea lainnya. 

Marciano berharap, dengan fokus berlatih dan disiplin yang tinggi akan menjadi modal dalam pembentukan kekuatan mental dan tekhnik untuk meraih target medali pada Asian Games 2018

Seperti diketahui cabor Taekwondo sendiri mempertandingkan 14 kelas, 10 kelas kyorugi (tarung) dan 4 kelas poomsae (jurus). Di Asian Games 2018 ini, Target yang dibebankan kepada Cabor taekwondo 1 (satu) medali emas namun PBTI akan berusaha untuk melebihi target yang dibebankan. Kehadiran mantan kepala BIN di negeri ginseng itu diharapkan dapat memberikan motivasi dan semangat kepada para atlet terbaik taekwondo Indonesia yang dipersiapkan berlaga di Asian Games 2018.

Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) memfasilitasi sosialisasi Global Membership System - World Taekwondo (GMS - WT) di tiga Pengprov TI, yakni, Pengprov TI Banten, Bali dan Jawa Barat. Sosialisasi GMS tersebut disampaikan oleh Mr. Kabir yang ditugaskan oleh World Taekwondo (WT) untuk memberikan pemahaman mendalam, sekaligus mempromosikan penggunaan aplikasi data base taekwondo. Selama sosialisasi di ketiga propinsi tersebut, Mr. Kabir di damping oleh salah seorang pengurus PBTI, Hani Dian dan staf IT PBTI Herdy Firmansyah.  

Menurut Hani Dian, sosialisasi ditiga propinsi ini merupakan bagian dari komitmen pengprov TI untuk melakukan modernisasi manajemen tata kelola keanggotaan dan database pengelolaan berbagai kebutuhan para praktisi taekwondo didaerahnya masing-masing. Database keanggotaan (member) tersebut  secara otentik akan terdata di dalam system GMS di World Taekwondo.

“Sosialisasi ini memang permintaan ketiga Pengprov TI tersebut yang telah membangun komitmen dengan GMS - World Taekwondo ketika mereka melakukan sosialisasi GMS pertama yang dilakukan disela-sela berlangsungnya Kejurnas November tahun lalu.” Ujar Hani Dian, yang juga menjabat sebagai Bendahara Umum di PBTI itu kepada TIN.

Sosialisasi pertama ditujukan kepada Pengprov TI Banten. Sosialisasi dilakukan pada tanggal 19 – 20 April 2018 di Sekretariat PBTI, Jakarta. yang di ikuti 5 peserta, Materi pelatihan terdiri dari proses input member baru untuk menjadi anggota baru oleh admin  club/pemprov , membuat jadwal kelas latihan dari admin club/dojang, pendaftaran Ujian Kenaikan Tingkat dari aplikasi, menambahkan club/dojang oleh admin pemrov, membuat event dari aplikasi GMS dan metode pembayaran melalui system tersebut,

Sosialisasi kedua ditujukan kepada Pengprov TI Bali. Sosialisasi dilakukan pada tanggal 21 - 22 April 2018 yang berlangsung di Sekretariat Koni Bali.  Sosialisasi di ikuti oleh 80 peserta dari 9 Pengkab/Pengkot dan seluruh dojang di Bali berjumlah 80 orang perserta.

Menurut Ketua Pengprov TI Bali, Lan Ananda, kegiatan sosialisasi ini dikoordinir oleh Pengkot TI Denpasar sebagai Panpel dan tuan rumah.  Sosialisasi ini juga disupport oleh perusahaan internet ternama diBali ‘CHANNEL 11”.

Ditambahkan Lan, Kedepannya bagi dojang yang tidak terdaftar dalam database GMS Pengprov TI Bali, maka  harus mengikuti kegiatan melalui dojang yang telah terdaftar.  “Diperkirakan GMS sudah mulai dilaksanakan untuk kegiatan UKT berikutnya” Ujar Lan.

Sosialisasi ketiga dilaksanakan di Pengprov TI Jawa Barat. Sosialisasi berlangsung dari tanggal 23-24 April 2018 yang di selenggarakan di Kantor KONI Jawa Barat dan diikuti oleh 15 peserta.

 

Sebanyak 368 atlet mengikuti kejuaraan Road To PON XX 2020 Taekwondo Championship 2018 se-Papua di GOR Cenderawasih Jayapura, Senin (30/4). Direncanakan kejuaran tersebut akan berlangsung selama empat hari, dari tanggal 30 – 3 Mei 2018.

Menurut Ketua Panitia pelaksana kejuaraan, Fadri,  dirinya mengungkapkan bahwa kejuaraan tersebut merupakan agenda Pengprov Taekwondo Papua dalam rangka pemanasan sekaligus pemantapan sebelum mengikuti event POPNAS, PPLP dan PORPROV yang akan berlangsung Oktober 2019.  Nantinya, hasil dari kejuaraan-kejuaran tersebut akan diseleksi Pengprov TI Papua untuk diproyeksikan menuju PON XX yang akan berlangsung di Papua 2020 mendatang.

Kejuaraan tahun ini mengambil tema, “Taekwondo Papua Menuju Prestasi POPNAS Tahun 2019 dan PON XX Tahun 2020 di Tanah Papua,”.

“Kejuaraan Taekwondo Championship 2018 ini tidak hanya diikuti oleh Kabupaten/Kota di Papua, tapi juga ada perwakilan dari Provinsi Papua Barat,” kata Fadri.

Ditambahkan Fachri, kejuaran ini pempertandingkan nomor Kyorugi dan Poomsae kategori Pra Cadet, Junior dan Senior, yang berlangsung dari tranggal 30 April - 3 Mei 2018.

Fadri menjelaskan untuk target dan sasaran kejuaraan ini juga lebih kepada POPNAS dan PPLP, POPPROV di bulan Oktober kita akan meliht atlet disitu lagi untuk POPNAS. Untuk PPLP nanti kita akan melihat dari hasil kejuaraan ini. “Juara-juara terbaik akan kita ambil untuk memperkuat tim POPNAS Papua jika ada atlet senior yang bagus dan terbaik disini akan dipersiapkan untuk PON XX 2020 nantinya,”ungkapnya.

Sementara itu, Sekretaris Umum KONI Papua Kenius Kogoya ketika membuka kegiatan tersebut mengatakan, atlet yang berjuang dalam kejuaraan tersebut harus menjunjung sportifitas untuk menjadi juara sejati. Menurutnya para atlet harus bertanding dengan cara yang fair untuk mendapatkan hasil yang terbaik, tunjukan sportifitas dalam pertandingan agar menjadi juara sejati. Kalian harus junjung tinggi kedisplinan menjadi yang terbaik agar kalian bisa memperkuat Taekwondo Papua di ajang PON XX 2020.

*) TIN

 

Ketua Umum Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI), Letnan Jenderal TNI (Purn)  Marciano Norman, hari ini (24/4) bertemu dengan Duta Besar Korea, di kantor Kedutaan Besar Republik Korea di Jakarta. Dalam pertemuan tersebut, disamping bersilaturahmi dengan Dubes, Ketua Umum PBTI juga menjelaskan tentang hubungan Korea dengan Indonesia terkait dengan kerjasama di bidang pembinaan dan pengembangan  olahraga taekwondo di Indonesia yang telah terjalin dengan baik selama ini. Selain itu, Ketua Umum PBTI juga memaparkan tentang berbagai persiapan dan rencana timnas taekwondo Indonesia yang akan melakukan training camp di Korea dalam rangka menghadapi Asian Games, Agustus 2018 mendatang.

Dalam pernyataannya, Duta besar Republik Korea, Kim Chang-Beom menyatakan mendukug penuh timnas taekwondo Indonesia untuk meraih sukses dan berprestasi di Asian Games 2018 Jakarta-Palembang. Pihaknya juga menyatakan terbuka dan akan membantu sepenuhnya melanjutkan program-program pembinaan dan pengembangan olahraga taekwondo di Indonesia yang selama ini telah dilakukan oleh Dubes Korea sebelumnya.

PBTI memberangkatkan 22 atlet pelatnas untuk melakukan training camp ke Korea Selatan (22/4). Selama di Korsel, selain berlatih di Sehan University, Gwangju dan di awasi langsung oleh prof. Park selaku Pelatih Kepala disana, timnas taekwondo Indonesia juga akan mengikuti sejumlah pertandingan untuk mengukur sekaligus mengevaluasi kinerja pemusatan latihan selama ini.

Menurut Kabid Binpres PBTI, Rahmi Kurnia, atlet poomsae akan digembleng teknik, stamina dan keseimbangannya oleh seorang professor taekwondo langsung. Berbagai kekurangan akan terus dievaluasi untuk mencapai kesempurnaan penampilan saat Asian Games nanti.

Sementara untuk atlet kyorugi, menurut Rahmi para atlet akan lebih sering berlatih tanding dengan atlet profesional Korea yang memiliki kualitas kelas internasional, atau mereka yang sering juara di level-level kejuaraan internasional. Di Korea menurut Rahmi, banyak sekali klub-klub profesional yang memiliki atlet kelas dunia.

“Dengan seringnya para atlet berlatih tanding, diharapkan para atlet akan makin berpengalaman dan semakin terbiasa bertanding dengan kualitas lawan yang baik. Selain itu, bagi pelatih hal ini juga akan makin efektif untuk mengevaluasi taktik dan strategi serta mental para atlet” Ujar Rahmi.

Korea Selatan dipilih karena merupakan salah satu poros kekuatan taekwondo dunia. PBTI merasa perlu untuk mengukur kemampuan dengan atlet pelatnas negara itu. Atlet yang berangkat pun berasal dari empat nomor Poomsae, yakni tim Putra-Putri, individual Putra-Putri, new Poomsae, dan recognize.

Setelah dari Korea, Timnas akan mengikuti Kejuaraan Asia di Vietnam, kemudian try out ke Cina untuk mengikuti kejuaraan China Terbuka tanggal 6-8 Juni," kata Rahmi.

Seluruh rangkaian ini akan ditutup dengan training camp lanjutan di Korea Selatan bagi seluruh atlet di tiap nomor. Rahmi mengatakan atlet pelatnas masih sangat perlu peningkatan fisik dan pengalaman. Rangkaian program pelatnas ini ditujukan untuk ke arah sana.

Ia pun cukup optimistis Indonesia mampu berbicara banyak di Asian Games 2018 mendatang. "Untuk saat ini kalau dari pemerintah minta satu emas, tapi dari pengurus besar sendiri ditargetkan dua medali emas," kata Rahmi.

Sebelumnya pada hari Rabu, 18/4 bertempat di Hotel Mulia Ketua Umum PBTI, Bapak Letjen TNI (Purn) Marciano Norman beserta seluruh jajaran pengurus mengudang para atlet untuk beramah tamah sambil makan bersama. Di acara tersebut Marciano Norman memberikan motivasi dan semangat kepada seluruh atlet dan tim official yang akan melakukan perjalanan training camp ke Korea dan mengikuti berbagai kejuaraan sebagai bagian dari persiapan menuju Asian Games Agustus 2018 mendatang.

Dalam arahannya Marciano Norman meyakinkan dan membangun sikap optimis kepada timnas taekwondo Indonesia bahwa cabor taekwondo Indonesia akan dapat berbicara banyak di Asian Games.

“Saya mengajak seluruh elemen yang terlibat, baik atlet, pelatih dan seluruh official team untuk memanfaatkan segala momentum dan peluang selama timnas berlatih dan bertanding menimba pengalaman disana. Selalu semangat, disiplin berlatih, terus melakukan evaluasi dan analisa serta perbaikan atas berbagai kekuragan-kekurangan, hingga saatnya nanti, hasil maksimal dapat kita raih di Asian Games 2018”. Tegas Marciano.

 

Pengurus Propinsi Taekwondo Indonesia (Pengprov TI) Sumatera Selatan menyelenggarakan Rapat Kerja Propinsi (Rakerprov) yang digelar di Grand Malaka Hotel, Palembang, Sumsel Sabtu, (21/4).
Rakerprov kali ini diikuti oleh 14 dari 17 Pengkot/Pengkab TI Sumsel. Selain dari perwakilan Pengkot/Pengkab, Rakerprov juga dihadiri oleh Kepala Bidang Organisasi Pengprov TI Sumsel, Asdi Abdullah dan perwakilan dari Dispora Sumsel, Marlin. Acara dibuka oleh Kepala Bidang Organisasi Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) Yefi Triaji sekaligus memantau jalannya rakerda.

Tema Rapat Kerja Propinsi kali ini adalah “Dengan Rakerprov Taekwondo Indonesia Sumatra Selatan,Kita Dukung Program KONI Propinsi Sumatra Selatan Menuju PON XX 2020, Papua dan Ikut Mensukseskan Asian Games Ke XVIII Tahun 2018”

Menurut Yefi Triaji, Rakerprov yang dilakukan oleh Pengprov TI ini merupakan bagian dari agenda kerja Pengprov TI sesuai dengan aturan yang terdapat dalam AD/ART Taekwondo Indonesia. Menurutnya, Rakerprov ini penting dilakukan agar pengprov TI dapat mengevaluasi berbagai pelaksanaan kegiatan yang telah dilakukan, sekaligus memformulasika proyeksi arah, pengembangan dan prestasi taekwondo di daerah kedepan. Oleh karenanya, lanjut Yefi, Rakerda menjadi salah satu momentum penting untuk mengintegrasikan kembali semangat dan komitmen berorganisasi dalam menghadapi berbagai tantangan dan dinamika yang terjadi.

“Dengan Rakerprov, berbagai persoalan, saran dan masukan serta solusi akan menjadi efektif karena bersumber langsung dari para pengurus Pengkot/Pengkab dan dibangun berdasarkan komunikasi dua arah yang sinergis antara pengprov dengan Pengkot/pengkab, sehingga dari komunikasi tersebut, arah dan formulasi serta strategi pengembangan kapasitas organisasi dan prestasi taekwondo dapat disatu-padukan dan kemudian menjadi prioritas pekerjaan rumah bersama antara pengkot/pengkab dengan pengprov”. Ujar Yefi


Terkait pelaksanaan Rakerprov Pengprov TI Sumsel kali ini, Kabid Organisasi PBTI itu mengucapkan terima kasih sekaligus mengapresiasi seluruh jajaran pengurus, baik Pengprov maupun Pengkot/Pengkab yang berdiskusi, bertukar informasi dan memberikan masukan secara konstruktif. Hal tersebut menandakan terkonsolidasinya dengan baik komunikasi organisasi terkait berbagai program kegiatan yang telah dan akan dilakukan oleh Pengprov TI Sumsel kedepan.

Lebih lanjut Yefi mengatakan bahwa dirinya melihat begitu banyak masukan-masukan positif dari para pengkot/pengkab TI Sumsel. Utamanya terkait dengan proyeksi menuju PON XX Papua 2020 mendatang. Berbagai masukan-masukan tersebut dikorelasikan dengan makin berkembangnya sentra-sentra pembinaan atlet Junior seperti di Sekolah Olahraga Nasional (SON) di Palembang dan PPLD di Musi Banyu Asin.

Selain itu, dalam Rakerprov kali ini, concern peserta juga mengarah pada upaya perbaikan organisasi yang disepakati bersama menjadi salah satu agenda kedepan dalam rangka penataan organisasi kearah yang lebih baik lagi. Program penataan organisasi tersebut diharapkan kedepan dapat menunjang berbagai program pembinaan, pengembangan dan prestasi taekwondo di Sumsel.

“Harapan saya, tentu setelah digelarnya Rakerprov ini, arah menuju prestasi taekwondo Sumsel kedepan akan semakin baik dan tentunya pula dapat bersaing secara kompetitif di ajang PON XX Papua 2020 mendatang”. Terang Yefii.

 

 

Pengurus Propinsi Taekwondo Indonesia (Pengprov TI) DI Yogyakarta sukses menyelenggarakan Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) DAN yang diselenggarakan di ruang Bima, Kompleks Balaikota Yogya, Minggu (15/4) lalu. Sebanyak 124 taekwondoin berhasil menyelesaikan ujian di berbagai tingkatan.

Menurut Ketua Umum Pengprov TI DI Yogyakarta Drs. Sukamto, dari 124 taekwondoin yang ambil bagian, penyumbang peserta  terbanyak berasal dari level geup I ke DAN 1 yakni sebanyak 41 peserta.  Disusul level Geup I ke Poom 1 sebanyak 40 peserta. Peserta lainnya berasal dari poom 1 ke poom 2 sebanyak 3 peserta. DAN 1 ke DAN 2 sebanyak 12 peserta, DAN 2 ke DAN 3 sebanyak 6 peserta, DAN 3 ke DAN 4 sebanyak 15 peserta. Untuk peserta apply DAN terdapat 3 peserta yakni pada DAN 1 sebanyak 1 orang, di DAN 2 sebanyak 2 orang peserta.

Yang menarik dari UKT DAN kali menurut Sukamto adalah adalah adanya peserta yang ambil bagian yang ditujukan untuk “pemutihan” status di TI DIY.  Istilah Pemutihan ini berlaku bagi mereka ingin kembali bergabung ke dalam taekwondo dibawah naungan PBTI. Seperti diketahui bahwa PBTI telah merekomendasikan kepada seluruh Pengprov untuk mengambil kebijakan bagi para pelaku taekwondo yang ingin kembali bergabung kedalam naungan PBTI yang selama ini mereka berada di luar PBTI.  Dan salah satu kebijakan yang dilakukan oleh pengprov adalah melakukan pemutihan saat UKT. Hal tersebut maksudkan agar seluruh peserta memiliki kesempatan ujian dan penilaian yang sama mengenai kompetensinya sesuai dengan tingkatan Geup atau Dan yang dimiliki.

“Kami memang membuka kesempatan untuk anggota dari organisasi taekwondo di luar TI untuk kembali bergabung ke TI dibawah naungan PBTI”. UJar Sukamto.

Ditambahkan Sukamto, UKT DAN yang rutin digelar ini semakin lengkap dan akreditatif karena diuji oleh penguji yang sangat kompeten dan berasal dari PBTI langsung. Mereka adalah Grand Master Tb. Indra Mulia dan Master Rahmi Kurnia. Seperti diketahui Tb. Indra Mulia adalah salah satu Grand Master yang dimiliki oleh PBTI saat ini selain GM Acen Tanuwijaya.  Beliau saat ini juga menjabat sebagai kepala komisi perwasitan PBTI. Sementara Master Rahmi Kurnia saat ini menjabat sebagai kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBTI sekaligus sebagai Komandan Pelatnas Taekwondo Indonesia.

“Kami berharap, dengan persiapan UKT dan standard kompetensi yang diharapkan oleh pengprov TI DIY, kami akan mendapatkan para praktisi taekwondo yang sesuai dengan kapasitas dan kompetensinya. Harapannya, dengan kualitas yang baik, apalagi setiap UKT diuji oleh para penguji yang berkualitas, kedepan, harapanya tentu akan berdampak pada program pembinaan dan pengembangan prestasi taekwondo di Yogyakarta.  sehingga diharapkan pula prestasi DIY juga akan meningkat dan menjadi bagian penting dari salah satu daerah dalam peta persaingan taekwondo nasional dan memberikan kontribusi besar bagi atlet nasional Indonesia dimasa yang akan datang.” Tegas Sukamto.

Sementara itu, Grand Master TB. Indra Mulia mengungkapkan bahwa dalam UKT DAN di Yogya ini, dirinya melihat potensi dan kualitas taekwondoin DI Yogya semakin baik. Hanya saja dirinya memberikan catatan evaluasi tentang perlunya peningkatan latihan dan penguasaan serta pemahaman filosofi tentang poomsae atau jurus. GM Indra melihat di sisi itulah TI Yogya masih perlu berbenah.  GM Indra juga menekankan agar para taekwondoin untuk meningkatkan performa kekurangan-kekurangan tersebut dengan cara lebih giat bekerja keras lagi latihan. Hal ini menurutnya penting karena hanya dengan penguasaan skill dan pemahaman filosofi serta penjiwaan itulah dasar kita berbicara dan berjibaku tentang pembinaan dan prestasi taekwondo Indonesia.

Disisi lain, menurut Kepala Bidang Pembinaan Prestasi (Kabid Binpres PBTI) yang juga selaku penguji di UKT DAN ini berharap dalam PON XX di Papua 2020 mendatang TI Yogya mampu bersaing ketat. Ia melihat beberapa tahun terakhir ini, hampir semua daerah sudah memiliki fokus program pembinaan dan prestasi. Hasilnya bisa dilihat dari berbagai event kejuaraan nasional dan Kejurnas tahun lalu. Pemerataan medali sudah mulai terlihat. “Walaupun Jabar masih mendominasi, namun penyebaran prestasi sudah terlihat merata. Ia berharap Yogya juga mampus menembus dominasi Jabar dimasa yang akan datang.” Harap Rahmi yang juga berasal dari DI Yogyakarta itu.

Lebih lanjut Rahmi mengatakan bahwa berbagai catatan evaluasi hasil UKT dari penguji yang sudah di pegang oleh Pengprov TI harus di follow up dalam bentuk program-program yang lebih intensif demi orientasi pembinaan dan pengembangan prestasi TI DI Yogya dimasa yang akan datang. Dan bagi mereka yang sudah naik satu level dari tingkatan sebelumnya, Rahmi berharap mereka dapat lebih profesional mempertanggungjawabkan jati dirinya sebagai taekwondoin.

Sumber : Taekwondo Indonesia News (TIN)

Pengurus Propinsi Taekwondo Indonesia (Pengprov TI) Banten menyelenggarakan Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) Sabuk Hitam yang berlangsung di GOR KONI Banten kota Serang, Jl. Cipocok Serang Banten 13 – 15 April 2018. Kegiatan tersebut diawali dengan latihan penyeragaman selama dua hari dan dilanjutkan di hari terakhir dengan ujian sabuk hitam. Adapun penguji di UKT ini terdiri dari 3 orang master. Yaitu Master Sri Budiono, Master Denny Tanod, dan Master Tarkim.

Sekretaris Umum Pengprov TI Banten Fiva Zabren mengatakan bahwa UKT sabuk hitam ini wajib bagi setiap atlet Taekwondo. Sertifikasinya juga dikeluarkan langsung dari kukkiwon Korea melalui asosiasi taekwondo di setiap negara. Kalau di Indonesia oleh Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI).  

Fiva juga menjelaskan bahwa tujuan dilaksanakannya UKT Sabuk Hitam ini adalah untuk melahirkan sumber daya atelt dan pelatih yang berkualitas. “Tidak sembarangan taekwondoin bisa ikut UKT sabuk hitam. Ada beberapa persyaratan mutlak yang harus dipenuhiagar bisa mengikuti UKT. Persyaratan tersebut, menurut Fiva harus dipenuhi sebagai upaya bagi taekwondo Banten untuk memiliki kualitas takwondoin yang baik. Kalau ia atet, maka atletnya berkualitas baik. Kalau ia pelatih maka pelatihnya akan menjadi pelatih dengan kualitas yang baik pula.” Tegas Fiva.

Ditambahkan Fiva, animo taekwondoin Banten untuk mengikuti UKT sabuk hitam ini juga semakin meningkat. Hal tersebut dapat dilihat dari jumlah Atlet yang mengikuti UKT yakni sebanyak 150 orang dimana tahun sebelumnya yang mengikuti hanya 48 orang dari 80 club Taekwondo yang tersebar di wilayah Banten.

Agendakan TC ke Luar Negeri, TI Banten Siap Bersaing di PON 2020 Papua.

Selain UKT Sabuk Hitam, dalam acara tersebut juga diumumkan bahwa pengprov TI Banten telah menetapkan 25 Atlet yang telah lolos seleksi untuk mengkuti Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda) jangka panjang secara mandiri guna di persiapkan pada Kejuaraan Tahun 2020 yang akan diselenggarakan di Papua.  

Taekwondo Banten serius menatap PON XX di Papua 2020 secara optimis. Segala bentuk persiapan tengah di genjot secara maksimal. Termasuk persiapan TC ke luar negeri. Dengan melihat pencapaian hasil TI Banten di Kejurnas 2017 lalu, TI Banten optimis target tinggi yang di usung di PON 2020 nanti bisa tercapai. Minimal 1 emas dapat diraih Propinsi Banten di ajang PON yang dihelat empat tahunan sekali itu. Demikian hal tersebut disampaikan oleh Ketua Pengprov TI Banten E Kosasih Samanhudi kepada TIN beberapa waktu lalu.

Menurutnya, target tersebut ditetapkan berdasarkan peta kekuatan atlet yang dimiliki Banten saat ini. Selain mengandalkan atlet peraih tiga medali perunggu pada PON XIX Jawa Barat 2016, Banten juga mengandalkan atlet-atlet muda yang belakangan menunjukkan progres yang cukup bagus pada beberapa kejuaraan.

Sekretaris Umum Pengprov TI Banten, Fiva Zabreno mengatakan, untuk memastikan capaian medali emas di PON tercapai, Pengprov TI Banten selain berencana mematangkan atlet dalam program Pelatda Jangka Panjang (PJP) Banten, juga akan mendongkrak kemampuan atlet dengan menjalani tryout ke mancanegara.

“Khususnya sih ke negara di Asia Tenggara, selain agar atlet bisa meningkatkan pengalaman tanding, juga agar kualitas kemampuan atlet juga meningkat. Kalau berkutat pada kejuaraan di Indonesia, nilai kompetisinya masih kalah dibanding di negara-negara Asia Tenggara. Kalau pun ada hanya Indonesia Open,” jelas Fiva

Fiva menambahkan, dengan bertanding di luar negeri, taekwondoin Banten bisa juga meningkatkan level kemampuannya sehingga setara dengan atlet Asia Tenggara. Hal itu memungkinkan terjadi lantaran kompetisi di negara-negara tersebut sangat ketat. Dengan demikian Fiva yakin kemampuan atlet Banten juga ikut terdongkrak.

“Kita agendakan satu kejuaraan, kita kirim satu sampai tiga atlet di Thailand, Malaysia, Singapura., dan Vietnam yang cukup sering intensitas kejuaraannya dan pesertanya dari mancanegara juga. Itu agenda kami 2018,” jelas pria berkacamata itu.

Adapun yang dijadikan negara acuan buat atlet Banten berlaga, pihaknya memilih untuk berlaga di Thailand. Dasarnya Thailand adalah negara Asean yang paling bagus pembinaan taekwondonya. Dari sistem pembinaan yang dijalani Negeri Gajah Putih, julukan Thailand, sudah memiliki atlet peraih medali di kejuaraan dunia dan Olimpiade.

“Selain itu, kompetisi di sana ada beberapa seri, jadi ini cukup bagus. Kita akan agendakan tryout ke negara Asean mulai tahun ini. Mudah-mudahan bisa terwujud,” tutur Fiva.

Ketua Pengprov TI Banten E Kosasih Samanhudi menyatakan, secara intern sendiri peningkatan kemampuan atlet dan sumber daya manusia (SDM) taekwondo di Banten terus diusahakan ditingkatkan. Itu dibuktikan dengan penambahan program kerja pembinaan yang tahun lalu hanya 18 kegiatan dan tahun ini menjadi 28 kegiatan. “Mulai dari kejuaraan, ujian kenaikan tingkat, penataran pelatih hingga penataran wasit dan juri. Tujuannya hanya satu, kami ingin menghasilkan medali emas di PON XX nanti,” ucapnya.

 

Senayan Trade Centre (STC),
Senayan, Lantai 3 No.173B,
Jalan Asia Afrika. Jakarta Selatan
Telp: 021-29407769

Email: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Cari

Peta Kantor PBTI