Items filtered by date: Senin, 02 Desember 2019

Ketua Umum Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTi) Letjen TNi (Purn) H. Thamrin Marzuki membuka secara resmi Pekan Olahraga Pelajar Nasional (POPNAS) 2019 untuk cabang olahraga Taekwondo yang berlangsung Gedung Pendulum IPC Residence and Convention Gadog Puncak, Ciawi Bogor, Jawa Barat (18/11). Multi event pelajar se Indonesia yang mempertandingkan 13 cabang olahraga ini, sebelumnya direncanakan akan di gelar di Papua, sekaligus sebagai test event untuk PON XX 2020, namun, namun karena berbagai pertimbangan akhirnya Popnas diselenggarakan di Jawa Barat dan Jakarta. Cabang olahraga Taekwondo digelar selama 3 hari mulai tanggal 18 - 20 November 2019 dengan mempertandingkan 2 kategori yaitu Kyorugi dan Poomsae dan akan di ikuti oleh 30 provinsi dengan melibatkan 281 atlet. 

Menurut Ketua Umum PBTI, taekwondo adalah salah satu cabang olahraga yang dipertandingkan di ajang POPNAS 2019 ini. Oleh karena itu menurutnya, sebagai insan Taekwondo Indonesia, kita wajib mensyukurinya. 

“Atas nama pengurus PBTI, saya ucapkan selamat datang di Kota Hujan Bogor, Jawa Barat. Tidak lupa, kami juga mengucapkan terima kasih dan memberikan penghargaan yang setinggi tingginya kepada para pelajar atlet Taekwondo dari seluruh Indonesia atas partisipasinya dan peran aktifnya untuk mengikuti Pekan Olahraga Pelajar Nasional XV Tahun 2019 ini” Ujar Bapak Thamrin Marzuki.  

Ajang Popnas cabor taekwondo kali ini mempertandingkan 2 kategori yaitu Poomsae (Individual Regognized Putra dan Putri) dan Kyorugi (tarung). Untuk  Kyorugi putra terdiri dari nomor Under 45 Kg Putra, Under 48 Kg, Under 51 Kg , Under 55 Kg, Under 59 Kg, Under 63 Kg, Under 68 Kg, Under 73 Kg, Under 78 Kg. Untuk Kyorugi putri terdiri dari Under 44 Kg, Under 46, Under 49 Kg, Under 52, Under 55 Kg, Under 55 Kg, Under 59 Kg, Under 63, Under 68 Kg, Over 78 Kg, Under 42 Kg dan Over 68 Kg. 

Dalam sambutannya, Bapak Thamrin mengatakan bahwa melalui Pekan Olahraga Antar Pelajar ini, khususnya cabang Taekwondo, diharapkan dapat memberikan motivasi kepada para pelajar seluruh Indonesia untuk menyukai olahraga Taekwondo. Ditambahkannya, dengan banyaknya pelajar Indonesia yang memiliki ketertarikan terhadap olahraga taekwondo, maka akan menguntungkan bagi proses pegembangan olahraga taekwondo di Indonesia. 

“Perlu saya sampaikan bahwa persaingan taekwondo dunia semakin ketat dan kompetitif. Saat ini banyak negara semakin serius membina atlet - atlet mudanya termasuk pelajar  di usia dini. Untuk itu Popnas XV ini sangat strategis bagi pengembangan olahraga taekwondo di masa depan. Semakin banyak gelaran event taekwondo yang diikuti oleh anak-anak muda Indonesia, akan semakin pesat pembinaan olahraga taekwondo sejak usia dini.” Terang Bapak Thamrin. 

Lebih lanjut Ketua Umum menyampaikan bahwa Dengan cara inilah Indonesia akan memiliki banyak atlet tingkat nasional mulai dari pra kadet, junior dan senior. Dengan demikian Indonesia dapat mempertahankan sejumlah prestasi besar yang pernah diraih dan tidak menutup kemungkinan Taekwondo Indonesia akan mampu menjadi penyumbang medali terbanyak pada gelaran-gelaran  Internasional di masa yang akan datang.

Mengakhiri sambutannya, Ketua Umum PBTI mengingatkan demi suksesnya Pekan olahraga pelajar nasional ini, ada beberapa hal yang harus menjadi perhatian oleh seluruh peserta, yakni pertama, Awali setiap kegiatan dengan berdoa, agar pekan olahraga ini, khususnya taekwondo terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan. Kedua, Junjung tinggi sportifitas dalam pekan olahraga ini, sehingga para pelajar yang mengikuti kejuaraan ini terlatih untuk bersikap sportif dalam segala kegiatan. Ketiga, Manfaatkan waktu yang ada semaksimal mungkin, sehingga tujuan pekan olahraga ini dapat tercapai secara maksimal dan terukur. Keempat, Utamakan keselamatan baik para atlet, pelatih, wasit, official, penyelenggara, maupun pendukung. Dan kelima, melalui ajang ini tunjukkan prestasi terbaik yang telah para atlet persiapkan selama ini.

Selaku Ketua Umum PBTI Bapak Thamrin Marzuki juga mengucapkan terima kasih kepada KONI Pusat, KONI Jawa Barat, Pengurus Propinsi (Pengprov) TI Jawa Barat dan segenap Panitia Pelaksana, Suku Dinas Pemuda dan Olahraga Jawa Barat serta rekan-rekan pengurus taekwondo Indonesia, termasuk para wasit yang memimpin jalannya pertandingan di ajang POPNAS 2019 ini serta pihak-pihak yang tidak bisa disebutkan satu-persatu. Semoga dengan gelaran POPNAS 2019 khususnya cabang olahraga taekwondo ini, akan lahir sebuah proses regenerasi taekwondo Indonesia yang  mampu memberikan prestasi maksimal di level dunia.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana  Cabor Taekwondo, Popnas 2019 Dr. Yadi Mulyadi AS berharap ajang POPNAS 2019 untuk cabor taekwondo semoga dapat berlangsung dengan lancar dan sesuai dengan standard kebutuhan pertandingan yang telah diatur dan ditetapkan dalam SOP pertandingan. Dirinya yakin tempat cabor taekwondo yang digelar di IPC Pendulum sangat berkualitas sebagai venue taekwondo.

“Fasilitas yang ada sangat paripurna. Kondisi gedung sangat bagus,” ujar Yadi Mulyadi 

Tak hanya itu, kata Yadi Mulyadi yang saat ini tengah melanjutkan studi di UNJ Jakarta , posisi IPC Pendulum sangat dekat letaknya dengan kawasan Wisata Puncak .

“Hal ini tentunya ada kaitan dengan The City of Sport and Tourism yang memang tengah digagas dan diprogramkan oleh Pemkab Bogor. Itulah alasannya kami menggunakan IPC Pendulum sebagai venue Popnas Taekwondo,”  Imbuh Yadi Mulyadi yang biasa disapa Yadmul itu.

“Sebagai warga Kabupaten Bogor , kami juga ingin jadi bagian untuk mempromosikan kawasan wisata di Kabupaten Bogor kepada semua kontingen yang datang. Sangat tepat jika Venue Taekwondo ini kami gelar di lokasi yang dekat dengan kawasan Wisata,” pungkas Yadmul. 

 

 

Published in Berita PBTI

Ketua Umum Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) Letjen TNI (Purn) H. Thamrin Marzuki, didampingi segenap jajaran pengurus membuka rangkaian kegiatan Pendidikan Latihan (Diklat) dan Penyegaran Wasit Nasional (PWN) serta UKT High DAN 2019 di Wiladatika Cibubur Jakarta Timur, Kamis, 19/09/2019. Keseluruhan tiga kegiatan yang disatukan  dalam satu rangkaian yang disebut 3 in 1 ini diikuti 21 propinsi dengan total sebanyak 524 peserta yang dibagi kedalam dua gelombang. Gelombang pertama diikuti sebanyak 156 peserta terdiri dari 96 orang peserta mengikuti diklat dan 73 peserta mengikuti PWN. Untuk program kedua, yakni Penguji Nasional, Diklat dan PWN direncanakan diikuti 202 peserta. Adapun untuk program ketiga, UKT High DAN diikuti sebanyak 80 peserta, terdiri dari ujian ke DAN 7 sebanyak 22 peserta, ujian ke-DAN 6 sebanyak 5 peserta, dan ujian ke-DAN 5 sebanyak 53 peserta.

Dalam sambutannya ketua Umum PBTI, Letjen TNI (Purn) H. Thamrin Marzuki mengatakan bahwa seluruh rangkaian kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk tanggung jawab PBTI untuk menunjang kemampuan dan pemerataan kompetensi para wasit nasional PBTI. Dengan kompetensi itu, maka menurutnya, tentu akan berdampak pada kualitas pertandingan atau kejuaraan-kejuaraan taekwondo yang digelar ditanah air.

“Prestasi atlet Taekwondo Indonesia juga sangat tergantung bagaimana kualitas kejuaraan taekwondo. Dan salah satu indikator berkualitasnya kejuaraan tersebut adalah karena wasit yang berkualitas  dalam tugasnya disetiap event-event pertandingan yang digelar di tanah air.” Terang Bapak Thamrin Marzuki.  

Oleh karenanya, beliau berpesan, selain kegiatan ini terus dievaluasi terutama pada kualitas (mutu) materi dan instrukturnya, program Diklat dan Penyegaran Wasit Nasional ini juga senantiasa terus dilakukan secara terprogram dan simultan serta berkelanjutan mengikuti update perkembangan peraturan pertandingan yang dikeluarkan World Taekwondo (WT).

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Umum PBTI juga memuji bahwa kualitas wasit Indonesia yang bersertifikasi internasioal (International Referee) juga tidak kalah dengan kualitas wasit internasional lainnya. Terbukti IR Indonesia di beberapa event mendapat predikat wasit terbaik (the best Referee). Antara lain ketika kejuaraan Internasional di Napoli, yang waktu itu diraih oleh GM Ina Febriana Sari, Kejuaraan Asia di Vietnam yang diraih oleh Sabeumnim Irene Yosephine dan dan Open Turnamen Internasional kategori G1 di Korea yang diraih oleh Sabeumnim Irwan N..

Apresiasi Ketua Umum PBTI terkait dengan Predikat wasit terbaik itu penting untuk menjadi pemacu semangat para wasit. Menurut ketua Umum PBTI, keikutsertaan wasit Indonesia di event internasional dan sekaligus berpredikat yang terbaik dalam menjalankan tugas kompetensinya sebagai wasit, juga merupakan prestasi yang mengharumkan nama Indonesia di kancah Internasional.

Bapak Thamrin Marzuki juga berharap dengan predikat tersebut, tentu akan memacu dan memotivasi para wasit lainnya agar percaya diri dalam menjalankan tugas karena kompetensinya dalam menguasai aturan pertandingan. Oleh sebab itu Ketua Umum PBTI berpesan agar Bidang Binpres dan Diklatbang, yang membawa komisi perwasitan dan kepelatihan untuk terus melakukan sinergi pembinaan dan kompetensi para wasit Indonesia. Bidang itulah yang mengkonstruksi karir para taekwondoin sebagai wasit. Dari level wasit daerah, wasit nasional hingga wasit Internasional. Dan Bagi wasit terbaik di setiap event-event yang digelar di tanah air, tentu akan menjadi catatan positif bagi PBTI kedepan untuk memacu sekaligus mendorong jumlah wasit internasional Indonesia nantinya.

Selain itu, dijelaskan Ketua Umum PBTI digelarnya DIklat dan Penyegaran wasit kali ini juga tidak terlepas dari akan dilaksanakannya gelaran Pra PON 2019 yang akan berlangsung di Indoor Stadium Serpong, Propinsi Banten 27 – 29 September 2019.

“Bekal diklat dan PWN ini akan menjadi salah satu kriteria bagi mereka yang nantinya akan bertugas di ajang empat tahunan menuju PON 2020 Papua tersebut.” Ujar Ketua Umum PBTI Bapak Thamrin Marzuki.

Khusus mengenai Ujian High DAN, utamanya dari DAN 6 ke DAN 7, ini untuk yang pertama kali dilakukan oleh PBTI. Hal tersebut merupakan salah satu hasil dari kesepakatan PBTI dengan Kukkiwon yang memberikan kesempatan kepada para praktisi taekwondo Indonesia, untuk bisa melakukan ujian High DAN di Indonesia, tidak lagi harus ke Korea dengan biaya yang besar.

Published in Berita PBTI

Senayan Trade Centre (STC),
Senayan, Lantai 3 No.173B,
Jalan Asia Afrika. Jakarta Selatan
Telp: 021-29407769

Email: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Cari

Peta Kantor PBTI