Items filtered by date: Selasa, 17 April 2018

Pengurus Propinsi Taekwondo Indonesia (Pengprov TI) Banten menyelenggarakan Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) Sabuk Hitam yang berlangsung di GOR KONI Banten kota Serang, Jl. Cipocok Serang Banten 13 – 15 April 2018. Kegiatan tersebut diawali dengan latihan penyeragaman selama dua hari dan dilanjutkan di hari terakhir dengan ujian sabuk hitam. Adapun penguji di UKT ini terdiri dari 3 orang master. Yaitu Master Sri Budiono, Master Denny Tanod, dan Master Tarkim.

Sekretaris Umum Pengprov TI Banten Fiva Zabren mengatakan bahwa UKT sabuk hitam ini wajib bagi setiap atlet Taekwondo. Sertifikasinya juga dikeluarkan langsung dari kukkiwon Korea melalui asosiasi taekwondo di setiap negara. Kalau di Indonesia oleh Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI).  

Fiva juga menjelaskan bahwa tujuan dilaksanakannya UKT Sabuk Hitam ini adalah untuk melahirkan sumber daya atelt dan pelatih yang berkualitas. “Tidak sembarangan taekwondoin bisa ikut UKT sabuk hitam. Ada beberapa persyaratan mutlak yang harus dipenuhiagar bisa mengikuti UKT. Persyaratan tersebut, menurut Fiva harus dipenuhi sebagai upaya bagi taekwondo Banten untuk memiliki kualitas takwondoin yang baik. Kalau ia atet, maka atletnya berkualitas baik. Kalau ia pelatih maka pelatihnya akan menjadi pelatih dengan kualitas yang baik pula.” Tegas Fiva.

Ditambahkan Fiva, animo taekwondoin Banten untuk mengikuti UKT sabuk hitam ini juga semakin meningkat. Hal tersebut dapat dilihat dari jumlah Atlet yang mengikuti UKT yakni sebanyak 150 orang dimana tahun sebelumnya yang mengikuti hanya 48 orang dari 80 club Taekwondo yang tersebar di wilayah Banten.

Agendakan TC ke Luar Negeri, TI Banten Siap Bersaing di PON 2020 Papua.

Selain UKT Sabuk Hitam, dalam acara tersebut juga diumumkan bahwa pengprov TI Banten telah menetapkan 25 Atlet yang telah lolos seleksi untuk mengkuti Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda) jangka panjang secara mandiri guna di persiapkan pada Kejuaraan Tahun 2020 yang akan diselenggarakan di Papua.  

Taekwondo Banten serius menatap PON XX di Papua 2020 secara optimis. Segala bentuk persiapan tengah di genjot secara maksimal. Termasuk persiapan TC ke luar negeri. Dengan melihat pencapaian hasil TI Banten di Kejurnas 2017 lalu, TI Banten optimis target tinggi yang di usung di PON 2020 nanti bisa tercapai. Minimal 1 emas dapat diraih Propinsi Banten di ajang PON yang dihelat empat tahunan sekali itu. Demikian hal tersebut disampaikan oleh Ketua Pengprov TI Banten E Kosasih Samanhudi kepada TIN beberapa waktu lalu.

Menurutnya, target tersebut ditetapkan berdasarkan peta kekuatan atlet yang dimiliki Banten saat ini. Selain mengandalkan atlet peraih tiga medali perunggu pada PON XIX Jawa Barat 2016, Banten juga mengandalkan atlet-atlet muda yang belakangan menunjukkan progres yang cukup bagus pada beberapa kejuaraan.

Sekretaris Umum Pengprov TI Banten, Fiva Zabreno mengatakan, untuk memastikan capaian medali emas di PON tercapai, Pengprov TI Banten selain berencana mematangkan atlet dalam program Pelatda Jangka Panjang (PJP) Banten, juga akan mendongkrak kemampuan atlet dengan menjalani tryout ke mancanegara.

“Khususnya sih ke negara di Asia Tenggara, selain agar atlet bisa meningkatkan pengalaman tanding, juga agar kualitas kemampuan atlet juga meningkat. Kalau berkutat pada kejuaraan di Indonesia, nilai kompetisinya masih kalah dibanding di negara-negara Asia Tenggara. Kalau pun ada hanya Indonesia Open,” jelas Fiva

Fiva menambahkan, dengan bertanding di luar negeri, taekwondoin Banten bisa juga meningkatkan level kemampuannya sehingga setara dengan atlet Asia Tenggara. Hal itu memungkinkan terjadi lantaran kompetisi di negara-negara tersebut sangat ketat. Dengan demikian Fiva yakin kemampuan atlet Banten juga ikut terdongkrak.

“Kita agendakan satu kejuaraan, kita kirim satu sampai tiga atlet di Thailand, Malaysia, Singapura., dan Vietnam yang cukup sering intensitas kejuaraannya dan pesertanya dari mancanegara juga. Itu agenda kami 2018,” jelas pria berkacamata itu.

Adapun yang dijadikan negara acuan buat atlet Banten berlaga, pihaknya memilih untuk berlaga di Thailand. Dasarnya Thailand adalah negara Asean yang paling bagus pembinaan taekwondonya. Dari sistem pembinaan yang dijalani Negeri Gajah Putih, julukan Thailand, sudah memiliki atlet peraih medali di kejuaraan dunia dan Olimpiade.

“Selain itu, kompetisi di sana ada beberapa seri, jadi ini cukup bagus. Kita akan agendakan tryout ke negara Asean mulai tahun ini. Mudah-mudahan bisa terwujud,” tutur Fiva.

Ketua Pengprov TI Banten E Kosasih Samanhudi menyatakan, secara intern sendiri peningkatan kemampuan atlet dan sumber daya manusia (SDM) taekwondo di Banten terus diusahakan ditingkatkan. Itu dibuktikan dengan penambahan program kerja pembinaan yang tahun lalu hanya 18 kegiatan dan tahun ini menjadi 28 kegiatan. “Mulai dari kejuaraan, ujian kenaikan tingkat, penataran pelatih hingga penataran wasit dan juri. Tujuannya hanya satu, kami ingin menghasilkan medali emas di PON XX nanti,” ucapnya.

 

Published in PBTI Daerah

Senayan Trade Centre (STC),
Senayan, Lantai 3 No.173B,
Jalan Asia Afrika. Jakarta Selatan
Telp: 021-29407769

Email: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Cari

Peta Kantor PBTI