Struktur & Kepungurusan

Struktur & Kepungurusan (6)

AD-ART PBTI

08 Agu 2017 Written by

 AD - ART PBTI

 

Program Kerja

08 Agu 2017 Written by

 

PROGRAM KERJA

   

Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) masa bakti 2015-2019 resmi dikukuhkan dan dilantik oleh Ketua Umum KONI Pusat Mayjen TNI (Pur) Tono Suratman, pada tanggal 27 April 2015, di Wisma Serba guna SGBK di Jakarta. Dalam sambutannya, Ketua Umum KONI menyatakan di bawah kepemimpinan Ketua Umum Letjen TNI (Pur) Marciano Norman, postur kepengurusan PBTI diyakini dalam kesatupaduan yang kuat dan siap untuk meraih prestasi terbaik demi keharuman nama bangsa

Asslamulaiakum Wr. Wb

Salam Sejahtera untuk kita semua,

 Pengurus Besar Taekwondo Indonesia  

Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) melalui Skep No 1 tahun 2017 telah mengesahkan Susunan Personalia Pergantian Antar Waktu PBTI untuk masa bhakti 2015 – 2019. Keputusan PBTI tersebut menandakan bahwa dalam kurun waktu setelah ditetapkannya kepengurusan PBTI periode 2015 – 2019, ini adalah kali pertama PBTI merombak susunan kepengurusannya.

Terkait dengan adanya pergantian susunan kepengurusan tersebut, Ketua Harian PBTI, Zulkifli Tanjung mengatakan bahwa, keputusan Ketua Umum PBTI tersebut merupakan hal biasa dalam organisasi, dan pertimbangannya semata-mata untuk penyegaran dan kebutuhan organisasi agar kedepannya tata kelola PBTI makin efektif sesuai dengan tatanan dan aturan organisasi.

“Pergantian pengurus dalam organisasi adalah hal biasa, setidaknya hal tersebut diperlukan untuk menjawab kebutuhan dan tantangan organisasi kedepan agar semakin efektif dan transparan ” Ujar Zulkifli ketika di tanya TIN kemarin di Sekretariat PBTI (7/2).

Lebih lanjut Ketua Harian PBTI itu menegaskan, bahwa saat ini PBTI disamping tengah fokus mempersiapkan diri untuk Sea Games 2017 dan Asian Games 2018 mendatang, pihaknya juga tengah serius menata berbagai perangkat organisasi termasuk SDM pengurus, agar sesuai dengan irama kinerja. Ia mencontohkan bahwa saat ini misalnya, PBTI sudah mengeluarkan SOP mengenai UKT dan Sistem Penugasan Wasit yang akan mulai diterapkan setelah seluruh pengprov menerima sosialisasi mengenai hal itu. Sebelumnya PBTI juga telah menata system administrasi dan kesekretariatan agar proses pelayanan kepada pengurus di daerah menjadi lebih lancar, efektif dan transparan.

“Kita fokus bukan cuma soal prestasi, tapi juga menyangkut penataan organisasi. Saat ini yang sedang kita tata agar makin baik adalah menyangkut soal UKT dan Sistem Penugasan Perwasitan. Kedua hal tersebut memang sudah menjadi masukan daerah kepada PBTI dalam Rakernas tahun lalu. Hal tersebut bertujuan agar kegiatan taekwondo yang melibatkan bidang pertandingan, perwasitan dan bidang terkait lainnya berjalan makin profesional dan berkualitas. Tatanan ini juga diperlukan agar nantinya pengurus baru yang akan memimpin dan mengelola PBTI dimasa yang akan datang, bisa menjalankan  tugas-tugasnya dengan lebih terorganisir dengan baik." Tegas Ketua Harian.

Ditambahkan Ketua Harian, dipublikasinnya pergantian antar waktu kepengurusan PBTI ini juga diharapkan agar informasi dan komunikasi terkait bidang atau komisi yang bersangkutan juga diketahui oleh para pengurus di daerah, sehingga dalam pelaksanaan kegiatan taekwondo, tidak terjadi kesalahan koordinasi dan komunikasi.

Seperti diketahui, beberapa pengurus yang digantikan berada di berbagai bidang, antara lain ada di komisi hukum, yang semula terdiri dari 3 orang, yakni Sirra Prayuna, SH,  Adi Darmawulan, SH, dan Sukarmin, SH, MH, saat ini hanya menjadi dua orang saja minus Sukarmin, SH, MH. Di Komisi Pertandingan, yang semula diisi oleh M. Insan Kami dan Tony Juliasto, dirombak dengan masuknya Fernando Sinosuka menggantikan Tony Juliasto.

Dikomisi Perwasitan, Masuk Ferdiansyah dan Rizki Purwadentafa menggantikan Tri Nurjanah dan Mulyadi Jansen. Keduanya mendampingi Ketua Komisi Perwasitan yang tetap dijabat Indra Mulia Arie Zuhri. Dikomisi UKT yang semula diisi oleh 3 pejabat yakni Acen Tanuwijaya, Hans Prihatindra dan Denny Tanood, saat ini hanya menyisakan dua orang saja. Yakni Acen Tanuwijaya dan Hans Prihatindra.

Sementara Komisi Dana Usaha yang sebelumnya di jabat oleh Kol (Purn) Gugun Gumilar, Zufri Agustian dan Fernando Sinosuka, ketiganya digantikan dengan hanya satu orang, yakni Lunardi Rahardja. *) Red

Sejarah dan Perkembangan

22 Mei 2017 Written by

SEJARAH DAN ERKEMBANGAN TAEKWONDO

 

 

Taekwondo merupakan salah satu jenis beladiri yang berasal dari Korea Selatan. Sejak beberapa tahun ke belakang, popularitas seni beladiri ini semakin banyak diminati oleh masyarakat Indonesia. Kurang sempurna rasanya apabila sudah banyak yang mengikuti beladiri ini namun belum tahu sejarah dan asal-usul dari seni beladiri ini sendiri. Oleh karena itu, berikut kami sajikan mengenai asal-usul serta sejarah salah satu seni beladiri terbesar di dunia ini.

ASAL USUL NAMA TAEKWONDO

Sebagaimana yang sudah disebutkan pada awal paragraf tadi, Taekwondo adalah salah satu cabang seni beladiri yang berasal dari Negeri Gingseng, Korea Selatan. Oleh karena itu, tentu saja asal kata Taekwondo juga berasal dari bahasa Korea, maknanya adalah:

Tae: Kaki.
Kwon: Pukulan dengan tangan.
Do: Sistem/seni.

Sehingga makna keseluruhan Taekwondo tersebut kurang lebih: Seni menggunakan kaki atau tangan sebagai senjata untuk membela diri.


PERKEMBANGAN DAN PENYEBARANNYA

Sejarah mencatat, Taekwondo mulai muncul pada tahun 37M pada masa dinasti Kogooryo di Korea. Pada saat itu, masyarakat menyebut seni beladiri ini dengan beberapa nama yang berbeda, antara lain Subak, Taekkyon dan Taeyon. Sejak saat itu hingga awal abad 20, Taekwondo masih digunakan untuk pertunjukkan acara-acara budaya dan beladiri bagi para ksatria pada dinasti-dinasti saja.

Pada saat zaman penjajahan Jepang kepada Korea, perkembangan seni beladiri ini sangat ditekan bersamaan dengan budaya-budaya tradisional lainnya. Hingga pada saat Korea sudah merdeka di tahun 1945, rakyat Korea baru mulai mengembangkan dan mengajarkan anak-anak mereka dengan seni beladiri Taekwondo ini.

Pada tahun 1973, seorang master Taekwondo yang bernama Kim Un Yong mendirikan satu Federasi Taekwondo Internasional (World Taekwondo Federation) yang bermarkas di Seoul, Korea Selatan. Semenjak saat itu, Taekwondo mulai dikenal oleh dunia luar dan lebih dari 180 divisi pertahanan dari berbagai negara yang menggunakan seni ini sebagai beladiri resmi untuk kesatuan polisi dan tentara mereka.

 

PERPECAHAN YANG TERJADI DALAM TAEKWONDO



Tidak lama setelah dibentuknya Word Taekwondo Federation, rupanya ada kelompok yang masih seperguruan yang berbeda pandangan maupun teori dengan kelompok yang dipimpin oleh Kim Un Yong tadi. Sehingga kelompok yang berbeda tadi membuat organisasi sendiri yang bermarkas di Kanada yang diberi nama International Taekwondo Federation. Kubu ini juga dipimpin oleh seorang master Taekwondo yang bernama Chong Hi.

Diduga perpecahan ini disebabkan oleh perbedaan aliran, filosofi serta metode dalam pengajarannya.

 

MASUKNYA TAEKWONDO KE INDONESIA

Tahun 1973 adalah tahun pertama kalinya kejuaraan Taekwondo kelas dunia digelar. Kejuaraan ini sangat menyita banyak perhatian berbagai negara, termasuk Indonesia. Sehingga, pada tahun 1975 masuklah seni beladiri ini ke Indonesia. Pada saat itu, ada 2 organisasi Taekwondo di Indonesia yang mewaliki kedua aliran internasional. Aliran ITF diwakili dengan PTI (Persatuan Taekwondo Indonesia) dipimpin oleh Letjen Leo Lopulisa, sedangkan aliran WTF diwakili dengan FTI (Federasi Taekwondo Indonesia) yang dipimpin oleh Marsekal Muda Sugiri.

Namun perpecahan ini tidak berlangsung lama. 5 tahun berselang, yaitu sekitar tahun 80-an, KONI membuka peluang cabang olahraga untuk Taekwondo sebagai anggotanya tetapi dengan syarat hanya ada satu wadah Taekwondo di Indonesia. Maka, pada tahun 1981 kedua organisasi tersebut mengadakan musyawarah nasional yang menghasilkan keputusan disatukannya kedua organisasi tersebut dalam satu organisasi baru yang diberi nama Taekwondo Indonesia yang dipimpin oleh Letjen Leo Lupolisa sebagai ketua umumnya.

 

FILOSOFI SABUK TAEKWONDO

Sabuk yang diikatkan kepada para peserta Taekwondo (taekwondoin) dengan berbagai macam warna bukanlah sabuk tanpa makna. Inilah makna sabuk yang ada di setiap tingkatan Taekwondo:

  • Putih: Melambangkan awal atau dasar dari semua warna. Pada tingkatan ini para taekwondoin mempelajari teknik dasar (gibon) 1.
  • Kuning: Melambangkan bumi. Di tingkatan ini mulai diajarkan dasar-dasar Taekwondo (TKD) dengan kuat dengan mempelajari gibon 2 dan 3.
  • Hijau: Melambangkan pepohonan. Pada tingkatan ini, teknik-teknik dasar tadi mulai dikembangkan dengan mempelajari taeguk 2.
  • Biru: Melambangkan birunya langit yang menyelimuti bumi yang bermaksud bahwa taekwondoin harus mulai mengetahui makna apa yang telah dipelajari, dengan cara memahami pelajaran taeguk 4.
  • Merah: Melambangkan matahari yang bermakna taekwondoin sudah harus bisa menjadi pedoman bagi orang dan bisa mengontrol sikap, dengan mempelajari taeguk 6.
  • Hitam: Melambangkan kegelapan, kedalaman, kematangan dalam berlatih dan penguasaan diri. Pada sabuk ini, masih ada tingkatan 1-9 yang masih harus dijalani.

 

SUMBER: http://www.satujam.com/sejarah-taekwondo/

Sambutan Ketua Umum PBTI

11 Mei 2017 Written by

Asslamulaiakum Wr. Wb

Salam Sejahtera untuk kita semua,

 

Salam Olahraga,

letnan jendral TNI (Purn) Marciano NormanPertama-tama kami ucapkan selamat datang kepada pengunjung di situs Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) sebagai salah satu media komunikasi dan sumber informasi resmi yang dikelola oleh Pengurus Besar Taekwondo Indonesia.

Keberadaan Situs Resmi PBTI ini merupakan bagian penting dari berbagai catatan atas capaian hasil dan dinamika perkembangan serta prestasi olahraga taekwondo di Indonesia. Melalui konten yang terdapat dalam situs resmi PBTI ini,  diharapkan dapat membantu memberikan pengunjung informasi positif dan konstruktif, sehingga taekwondo yang merupakan olahraga sekaligus seni bela diri asal Korea ini makin populer dan berkembang serta makin mendapat tempat positif di mata masyarakat Indonesia.

Melalui situs resmi PBTI ini pula, berbagai program dan capaian prestasi taekwondo Indonesia diupayakan terdokumentasi dengan baik. Hal ini kami maksudkan agar seluruh stakeholders baik pemerintah, pengurus, atlet, pelatih, wasit bahkan dunia usaha, secara empiris dapat memaknai perjalanan dan usaha Pengurus Besar Taekwondo Indonesia dalam upaya memberikan kontribusi terbaik bagi bangsa dan negara.

Selain itu, penting pula bagi semua pihak, baik yang terkait langsung maupun tidak langsung dengan perkembangan dan prestasi taekwondo, untuk menjadikan situs resmi PBTI ini sebagai sarana interaksi dan berbagi informasi, serta sumber pengetahuan sehingga keberadaan situs resmi PBTI ini dapat ikut serta berperan membantu menjaga dan meningkatkan atmosfir olah raga taekwondo di Indonesia.

Semoga Allah SWT memberikan Rahmat dan Karunia-Nya kepada kita semua. Akhirul kalam, semoga pula keberadaan Situs resmi PBTI ini dapat bermanfaat untuk kemajuan olah raga taekwondo di Indonesia.

Maju dan Jaya Selalu Taekwondo Indonesia  !

Wassalamulaiakum Wr. Wb

 

 

Letnan Jenderal TNI (Purn) Marciano Norman

Ketua Umum PBTI

Struktur & Kepengurusan

10 Mei 2017 Written by

DEWAN PEMBINA : Letjen TNI MAR (Purn) Suharto
  : Letjen TNI (Purn) Erwin Sudjono, SH
     
STAF KHUSUS    
Bidang Analisa dan Evaluasi  : Alex Harjanto
Bidang Antar Lembaga  : Ir. Tb. Ade Lukman Djahadikusuma, MEMOS
Bidang Luar Neger : Shin Seung Jung
     
PENGURUS    
Ketua Umum : Letjen TNI (Purn) Marciano Norman
Wakil ketua Umum I : Mayjen TNI M. Thamrin Marzuki
Wakil ketua Umum II   : Brigjen TNI (Purn) H. Noor Fadjari, ST
Wakil ketua Umum III   : Richard Halim Kusuma
     
Ketua Harian    : Zulkifli Tanjung, SE
Sekretaris Jenderal  : Dirc Richard, SE, MM
Wk. Sekretaris Jenderal  : T. Syahrial, SE
     
Bendahara  : Ir. Hani Dian
Wakil Bendahara : Steffi Harum Natalisa, SE, Skom
     
Humas : Kolonel Inf. Ruminta
    Wahyu Hagono, SIP
    Ragiul Sutarto
     
Ketua  I Bidang Organisasi  : Yefi Triaji, SIP
     
Komisi Hukum : Sirra Prayuna, SH
    Addy Darmawulan, SH
     
Komisi Luar Negeri : Kolonel Laut (T) Aditya Kumara
     
Komisi Antar Lembaga TNI/Polri  : John Edward Sidjabat, SE
     
Ketua II Bidang Binpres : Rahmi Kurnia, SE
     
Komisi Pertandingan  : Muhammad Insan Kamil, SE
    Fernando Sinisuka, SH
     
Komisi UKT : Acen Tanuwijaya
    Hans Prihatindra
     
Komisi Perwasitan : Tubagus Indra Mulia Ari Zuhri,
    Rizki Purwadentafa
    Ferdiansyah
     
Komisi Diklat  : Dr. Fahmy Facrezzy, MPd
    Ina Sari Febriana Sari Hard Putri, SS
     
Ketua III Bidang Litbang  : Ir. Anthony Musa Siregar, SH, MH, MKn
     
Komisi Kesehatan : Dr. dr. Basuki Supartono, P.OT, FICS, MARS
     
Komisi Iptek  : Andi Trinanda, SE, MM
     
Komisi Dana dan Usaha : Lunadi Rahardja

 

Senayan Trade Centre (STC),
Senayan, Lantai 3 No.173B,
Jalan Asia Afrika. Jakarta Selatan
Telp: 021-29407769

Email: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Cari

Peta Kantor PBTI