Indonesia Sumbang 4 Emas, 4 Perak dan 7 Perunggu Dikejuaraan Taekwondo ATF Championships 2020

05 Okt 2020
511 times
gambar : Ilustrasi gambar : Ilustrasi

Atlet-atlet Indonesia berhasil menyumbang 4 emas, 4 perak dan 7 perunggu dikejuaraan internasional taekwondo virtual yang digelar secara online (4/10). Kejuaraan bertajuk “Taekwondo Speedkicking ATF Championships 2020” ini diikuti oleh 5 negara ASEAN, yaitu,  Indonesia, Myanmar, Vietnam, Laos dan Filipina sebagai penyelenggara.

Kejuaraan internasional yang digelar ditengah pandemi Covid – 19 mempertandingkan 3 kategori yaitu kadet, junior dan senior putra putri. Indonesia sendiri tercatat mengirimkan 20 partisipan atletnya dari berbagai propinsi yang dipilih berdasarkan hasil seleksi oleh masing-masing Pengprov.

Emas diraih oleh  Satria wijaya (-51 Kg), Riga Setiangga (- 55 kg) dan Muhammad Assifa (-63 Kg) dari kategori Junior Male serta Devita Natalia (-62 Kg) dari kategori Senior Female. Medali perak diraih oleh Gabriela Laonu dikelas (U 41 Kg) kategori Cadet Female, Putri Prasetyaowati (-52 kg) dan  Yusrifa Almahmudah (-63 Kg) di kategori junior female serta Sindhu Prakosa (-45 Kg) di kategori Junior male. Adapun medali perunggu diraih oleh Muhammad Fajar dikelas (U-65 Kg) kategori cadet Male, Retno Dewitri (- 44 Kg) kategori cadet Female, Muhammad Hilmi (-68 Kg), Regi Mopili (-73 Kg) di Kategori Junior male dan dan Yusrifa Al Mahmudah (-63 Kg) di kategori Junior Female, Gede Agasthya (-74 Kg) dan Nanang Huda (-87 Kg) dikategori senior male.

Kejuaraan Internasional lainnya yang hampir bersamaan waktunya juga diikuti oleh atlet Indonesia. Yaitu kejuaraan England Open (Virtual KTA Worldwide Poomsae & Para Poomsae Championships 2020) yang diikuti oleh puluhan negara, dimana atlet Indonesia yang diwakili oleh atlet asal NTB berhasil meraih 1 emas, 5 perak dan 1 perunggu.  

Terkait dengan hasil tersebut, Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi (kabid Binpres) Pengurus Besar Taekwondo Indonesia, Yefi Triaji mengungkapkan bahwa keberhasilan yang dicapai oleh para atlet Indonesia ini menunjukkan ditengah pandemi covid – 19, para pengurus didaerah, utamanya para pelatih dan atlet, tetap terus bekerja keras dan berlatih serta membuktikan diri tetap bisa berprestasi. Apalagi berkompetisi dengan atlet-atlet dari mancanegara. 

“Harapannya, semoga dengan raihan ini, para atlet bisa termotivasi dan terbangun terus semangat berlatihnya ditengah keterbatasan aktivitas karena wabah covid – 19 yang masih belum berakhir.” Ujar Yefi.

Selain itu, Yefi juga mengajak para pengurus di daerah untuk terus menciptakan dan mengembangkan peluang dan kesempatan untuk menyelenggarakan kejuaraan-kejuaraan open turnamen serupa. Baik levelnya internasional, nasional bahkan dalam skala wilayah sekalipun. Menurutnya ini penting dilakukan karena geliat dan atmosfir kegiatan taekwondo bisa kembali terpacu karena adanya sarana berkompetisi yang tetap fair dan sehat, walaupun dilakukan secara virtual.

Sementara itu, Ketua Umum PBTI Letjen TNI (Purn) H.Thamrin Marzuki menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh atlet yang telah berpartisipasi dan berhasil meraih prestasi di ajang itu. Beliau juga menyampaikan apresiasinya kepada para atlet yang selama wabah pandemic covid -19 ini bisa berkesempatan mengikuti event-event Internasional membawa nama baik Indonesia di berbagai kejuaraan tersebut.

“Semoga para atlet nantinya bisa lebih baik lagi dalam mengejar Prestasi di masa yang akan adatang dan di event-event lainnya.” Terang Bapak Thamrin.

Ketua Umum PBTI juga berpesan agar Pengprov TI di seluruh Indonesia untuk terus memiliki semangat yang kuat dalam mempertahankan dan meningkatkan eksistensi serta prestasi taekwondo. Menurutnya, walaupun saat ini kita dihadapi oleh wabah covid – 19 yang berdampak terbatasnya ruang gerak kegiatan taekwondo, namun dirinya yakin Pengprov TI tetap bisa fokus menata organisasi dengan mempersiapkan agenda program kerja yang berorientasi pada terciptanya bibit-bibit atlet potensial didaerah.

“Kegiatan pembinaan dan pengembangan atlet, pelatih dan wasit harus tetap jalan, tidak boleh stagnan. Daerah harus terpacu dan kreatif membuat event-event pertandingan taekwondo, walaupun dengan protokol kesehatan yang ketat sekalipun. Termasuk membuka seluas-luasnya kesempatan bagi para atlet didaerah untuk mengikuti kejuaraan-kejuaraan taekwondo virtual. Baik yang digelar ditanah air, maupun kejuaraan-kejuaraan internasional. Karena dengan cara itulah, atmosfir dan output pembinaan atlet bisa terus terjaga dengan baik.” Tegas Thamrin Marzuki.

Sejauh ini PBTI sangat mengapresiasi beberapa kejuaraan yang telah diselenggarakan ditanah air ditengah pandemi Covid – 19. Kejuaraan tersebut menurutnya sangat berguna bagi atlet untuk terus menjaga performance - sambil terus berevaluasi menjadikan setiap kejuaraan tersebut adalah studi kompetitifnya untuk mengukur kemampuan diri.

Tercatat, ditanah air, selama pandemic covid – 19 sudah beberapa kejuaraan taekwondo di gelar. Antara lain kejuaraan taekwondo tingkat nasional “1st Indonesia Taekwondo E-Poomsae Tournament Battle 2020” yang diselenggarakan pada 6 Juli 2020 lalu, kemudian kejuaraan “Indonesia Poomsae Championship (IPC) 2020” yang dilaksanakan pada bulan Agustus 2020, Kejuaraan Nasional (Kejurnas) PBTI E-Poomsae 12 – 13 September 2020, dan kejuaraan “2nd Tournament E-Poomsae 18 – 20 September 2020”.

Beberapa kejuaraan tersebut menurut Ketua Umum PBTI harus menjadi stimulus bagi penyelenggara kejuaraan di berbagai daerah untuk bisa menggelar kejuaraan-kejuaraan serupa di wilayahnya masing-masing.

Selain itu, Ketua Umum PBTI juga memberikan apresiasinya atas keberhasilan para atlet Indonesia yang telah mengikuti berbagai ajang kejuaraan-kejuaraan  Internasional  sebelumnya yang diselenggarakan selama pandemic covid – 19 masih mewabah. Kejuaraan-kejuaraan tersebut antara lain, kejuaraan Internasional Poomsae Eropa “Ist Online Daedo Open European Poomsae Championship 2020 yang diselenggarakan pada tanggal 4 – 10 Mei 2020. Kejuaraan Internasional poomsae online pertama yang menjadi kalender World Taekwondo ini diikuti oleh  75 negara, dimana Indonesia mengirimkan 11 orang atlet yang berasal dari SKO Ragunan dan berhasil meraih 4 medali perunggu.  Raihan perunggu tersebut masing-masing dikelas junior male, atas nama Muhammad Rizal, Jingga Joelanda Sukoco dikelas Cadet Blakbelt female, Kanaya Syakira dikelas Cadet Blakbelt female, dan Hasna Syakilla Gumilar dikelas Cadet colorbelt female.

Pada tanggal 1 September 2020 Indonesia mengirimkan partisipannya ke ajang 1st Korean Martial Art - Open Global Taekwondo Poomsae Championships 2020 yang diselenggarakan oleh World Taekwondo Poomsae Trainner Association (WTPTA), dimana dalam ajang yang diikuti oleh 60 negara tersebut, atlet asal Indonesia berhasil meraih 1 medali emas dan 3 perunggu. Medali emas diraih oleh Bhanurasmi Salasika Djokonugroho. Adapun perunggu diraih oleh Benedicta Gloriele Arhia Aritonang, Eljaz Arshya Ekaputra dan Kiera Alesha Anindita.

Indonesia juga mengikuti kejuaraan Internasional yang diselenggarakan oleh Online World Taekwondo Association (OWTA) bertajuk “online peace Championship 2020” yang diikuti oleh 33 negara termasuk Indonesia pada 30 September 2020 lalu. Di ajang yang diikuti oleh 400 peserta tersebut, Indonesia yang diwakili oleh Kumgang Taekwondo Academy (KTA) berhasil meraih 1 emas, 1 perak dan 4 perunggu di kategori Cadet Male. Event yang diperuntukkan untuk meningkatkan misi perdamaian di dunia, khususnya untuk saudara-saudara kita di Afrika tersebut juga melibatkan salah satu wasit international (IR) asal Indonesia,  Ferdianyah yang dipercayakan sebagai juri. Selain itu, Indonesia juga mengirim atletnya di ajang “1 st Bangladesh Taekwondo International Championships 2020” yang berlangsung 3 – 4 Oktober 2020.

Dan jika tidak ada aral melintang, pada tanggal 24 Oktober 2020 nanti, PBTI akan menggelar kejuaraan Ambassador Cup yang akan diikuti oleh para atlet baik dari dalam maupun luar negeri.

Ketua Umum PBTI Letjen TNI (Purn) H. M.Thamrin Marzuki berharap berbagai rangkaian kegiatan dan prestasi yang sudah dicapai tersebut dapat terus ditingkatkan. Apalagi saat ini beberapa daerah sudah mulai berganti kepengurusan, yang oleh PBTI sudah dilantik secara resmi, baik langsung di lokasi pelantikan seperti pelantikan Pengprov TI Banten, maupun pelantikan yang dilakukan secara online, antara lain Pengprov TI Jambi, Bali dan Kalimantan Selatan.

“Para pengurus baru harus tancap gas untuk melakukan berbagai cara mendorong prestasi taekwondo di daerahnya masing-masing agar makin meningkat.” Ungkap Thamrin.

Lebih lanjut Bapak Thamrin Marzuki juga menjelaskan bahwa selama pandemic covid – 19 ini, PBTI juga terus melakukan kerjasama dan koordinasi dengan berbagai stakehoders. Baik dengan World Taekwondo, ASEAN Taekwondo Federation, Asian Taekwondo, KONI, KOI dan Kemenpora dengan mengutus perwakilan pengurus untuk mengikuti kegiatan-kegiatan di lembaga-lembaga tersebut.

Beberapa kegiatan yang telah dilakukan antara lain, dibulan Februari 2020 Ketua Umum PBTI dan Menpora telah menandatangani MoU bantuan pra kualifikasi Olimpiade 2020 di Kantor kemenpora. Skema kerjasama ini ini bertujuan untuk meningkatkan efektifitas kebutuhan atlet pelatnas menuju olimpiade Tokyo 2020. 

Dibulan Maret, tepatnya pada tanggal 6 Maret 2020, PBTI menerima kunjungan dan menjalin kerjasama dengan Chairman ASEAN Taekwondo Federation Mr. Kris Wiluan di Kantor PBTI, Senayan Jakarta. Dalam pertemuan tersebut, Ketua Umum PBTI, Letjen TNI (purn) H. M. Thamrin Marzuki menyepakati kerjasama dengan ASEAN Taekwondo Federation terkait dengan upaya meningkatkan atmosfir dan kualitas olahraga taekwondo, khususnya di Indonesia.

Kegiatan lainnya adalah mengikuti sosialisasi pencegahan dan vaksinasi virus corona pada atlet serta official yang diikuti oleh perwakilan KOI, Kemenpora dan seluruh cabor  yang dilaksanakan pada tanggal 6 Maret 2020. Pada tanggal 28 Juni 2020 PBTI juga menyelenggarakan kegiatan virtual interview “the candidate of WT International Coach License”. Hasil dari kegiatan ini, PBTI kemudian mengutus perwakilan pelatih untuk megikuti coach License di Korea. 

Dikesempatan lain, pada tanggal 29 Juni 2020 PBTI juga mengikuti webinar dengan tema “Protokol Olahraga di Era New Normal Menuju Kebangkitan Olahraga Pasca Pandemik Covid – 19”, dan mengikuti berbagai sport webinar yang diselenggarakan beberapa kali oleh Komite Olimpiade Indonesia (KOI).

Dalam masa pandemic covid – 19 ini, PBTI juga masih berkesempatan mengikuti kepelatihan IR untuk Paralympic Tokyo 2020, bertajuk  “Paralympic Top 50 IRS Virtual Training yang diselenggarakan 29 – 31 Agustus 2020.  PBTI juga berpartisipasi mengikuti Rakernas KONI dan Musornaslub KONI, dimana Ketua Umum PBTI dipercaya menjadi Pimpinan Sidang.

Untuk diketahui pula, saat ini PBTI telah mengikutsertakan 14 orang pelatih nasional  yang mulai dari tanggal 5 – 6 Oktober 2020 mengikuti World Taekwondo Online Coach Course. Menurut Ketua Umum PBTI, Bapak Letjen TNI (Purn) H. M Thamrin Marzuki, tujuan diikutsertakannya para pelatih nasional Indonesia dalam pelatihan ini adalah untuk menambah jumlah dan kapasitas pelatih nasional yang berlisensi sehingga kedepannya dapat digunakan mendampingi atletnya di ajang kejuaraan internasional yang diikuti.

Dan selama pandemic covid – 19 PBTI tetap konsisten sejak awal tahun 2020 bersama Kemenpora sedang menyusun buku Pengembangan Program Atlet Jangka Panjang/ Long Term Athlete Development (LTAD) cabang olahraga Taekwondo. Buku ini rencananya akan menjadi panduan bagi para pelatih dalam rangka mengidentifikasi bakat dan potensi atlet serta bagaimana mengkonstruksi kapasitas dan prestasi atlet dalam jangka panjang sesuai dengan parameter sport science. Dan sejauh ini, buku tersebut sudah hampir selesai dan diharapan awal tahun depan sudah bisa di sosialisasikan ke berbagai daerah. 

Ketua Umum PBTI juga mengingatkan, bahwa dengan masih massifnya wabah pandemic covid – 19 yang melanda tanah air, dirinya berpesan agar dalam setiap kegiatan taekwondo di daerah, pengurus daerah tegas menjalankan protokol kesehatan yang telah PBTI kirimkan ke seluruh pengprov TI, untuk dijalankan secara konsisten dan konsekwen. Walaupun saat ini virus corona (Covid – 19) masih belum mereda, jangan sampai wabah ini menghilangkan semangat dan kreativitas pengurus untuk melaksanakan program-program pembinaan dan pengembangan prestasi. *) Adt

 

Rate this item
(1 Vote)

Leave a comment

Make sure you enter all the required information, indicated by an asterisk (*). HTML code is not allowed.

Senayan Trade Centre (STC),
Senayan, Lantai 3 No.173B,
Jalan Asia Afrika. Jakarta Selatan
Telp: 021-29407769

Email: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Cari

Peta Kantor PBTI