Peringatan HAORNAS 2020 : Kegiatan Taekwondo Harus Mengintegrasikan Prinsip Sport Science, Sport Industry dan Sport Tourism

11 Sep 2020
188 times
Ketua Umum Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) Letjen TNI (Purn) H.M Thamrin Marzuki mengatakan bahwa Taekwondo Indonesia siap menjalankan prinsip sport science, sport Industry dan Sport Tourism dalam setiap kegiatan olahraga taekwondo. Baik itu kegiatan taekwondo prestasi, maupun kegiatan taekwondo berbasis pemmasalan. Hal tersebut disampaikan Thamrin Marzuki berkaitan dengan peringatan Hari Olahraga Nasional (HAORNAS) 2020 sekaligus membuka kejuaraan nasional (Kejurnas) taekwondo online E – Poomsae di Cibubur, Jakarta Timur (9/9/2020).

Menurut Thamrin Marzuki, seperti yang telah disampaikan Kemenpora, momentum Hari Olahraga Nasional (HAORNAS) tanggal 9 September 2020 ini,  tema besar yang diusung adalah; Sport ScienceSport Industry, dan Sport Tourism. Pemerintah, melalui Kemenpora menyampaikan bahwa  3 aspek penting dalam aktivitas olahraga yang harus dilakukan oleh stakeholders olahraga. Dari praktisi hingga pengurus seluruh cabang olahraga sampai dengan masyarakat luas adalah mengetahui dan memahami bagaimana sport sciencesport industry dan sport tourism tersebut terintegrasi dan terkemas dalam kegiatan olahraga, baik itu olahraga prestasi maupun olahraga berbasis pemassalan.  Pemerintah seperti yang disampaikan Kemenpora, ingin setiap cabor memiliki grand design tentang 3 aspek tersebut.

“Dalam perspektif itulah, saya selaku ketua Umum PBTI akan berusaha memastikan, bahwa cabor taekwondo dapat mengikuti orientasi dari tema besar HAORNAS yang sebenarnya merupakan visi pemerintah di bidang olahraga yang dapat diimplementasikan ditingkat cabang olahraga (cabor).” Ujar Thamrin

Lebih lanjut ketua Umum PBTI menjelaskan bahwa diakui saat ini, apa yang dicanangkan oleh pemerintah untuk dilaksanakan itu tidak lah mudah. Tantangan begiat dalam aktivitas olahraga taekwondo makin bertambah dan begitu kompleks. Didaerah, bukan saja kita menghadapi tantangan fasilitas, sarana dan masalah teknis lainnya, tapi saat ini kita juga menghadapi masalah serius terkait dengan adanya wabah pandemic covid – 19 yang masih belum jelas kepastiannya, kapan akan berakhir. Dampak dari adanya wabah ini, bukan saja berimbas pada kualitas dan intensitas berlatih, tapi juga berdampak pada tidak adanya kejuaraan-kejuaraan taekwondo yang digelar. Baik dalam skala lokal, maupun dalam skala nasional. Bahkan sejumlah agenda kejuaraan internasional-pun banyak yang tertunda bahkan gagal di gelar.

Terkait hal itu, selaku Ketua Umum PBTI, dirinya memberikan motivasi agar seluruh komponen di daerah agar semangat dan tetap korbankan jiwa korsa (esprit de corps) sebagai praktisi taekwondo yang pantang menyerah.  Dan tidak merubah sedikitpun target pencapaian dan agenda-agenda penting tata kelola organisasi, agar kualitas dan pembinaan dan pengembangan para atlet, pelatih dan para wasit tetap terjaga dengan baik. 

“Saya juga meminta kepada para pengurus dan para praktisi taekwondo di seluruh Indonesia, untuk terus melakukan berbagai kreativitas dan inovasi yang bertujuan untuk menstimulasi dan menggairahkan terus atmosfir kegiatan taekwondo di seluruh Indonesia,.” Ujar Thamrin

Kejurnas E – Poomsae inilah salah satunya. Sebelumnya pernah juga diselenggarakan kejuaraan taekwondo berbasis online.  Yakni 1st Indonesia Taekwondo E – Poomsae Tournament Battle 2020. Bahkan turnamen tersebut disertifikasi resmi Kemenpora dan diikuti oleh 323 atlet dari 58 tim yang tersebar di 16 provinsi. Kemudian kejuaraan serupa berskala nasional yang baru saja digelar oleh Pengprov TI Banten beberapa waktu yang lalu. Kejuaraan-kejuaraan tersebut sukses dilaksanakan dan mendapat respons positif dari masyarakat taekwondo Indonesia.

Menurutnya, dalam konteks inilah tepat dan relevan kiranya, momentum HAORNAS kali ini, kita canangkan upaya untuk menggelorakan semangat pantang menyerah. Dan tentunya harapan agar eksistensi olahraga taekwondo dapat mencapai reputasi dan prestasi terbaiknya menuju pentas dunia.  Reputasi terbaik itu menurut Thamrin dimulai dari sebuah proses pembinaan berbasis sport science. Sports Science ini harus menjadi mind set para praktisi yang terlibat langsung dalam proses pembinaan dan pengembangan prestasi olahraga taekwondo.

“Terkait dengan Pendekatan Sport Science, saat ini PBTI tengah menyusun program LTAD (Long Term Athlete Development), yang diharapkan akhir tahun ini selesai penyusunannya, dan awal tahun depan akan menjadi cetak biru bagi kebijakan jangka panjang PBTI untuk diimplementasikan dan dijalankan oleh semua Pengprov TI. Pendekatan yang dibangun dari konsep LTAD ini tentu adalah sport Science yang mengintegrasikan konsepsi dan target kepelatihan dari usia Pra kadet, kadet dan junior, konsepsi tentang target dan orientasi kompetisi hingga konsepsi tentang aspek physical & nutrisi.” Ujar Thamrin

Selanjutnya kedepan, selaku Ketua Umum PBTI, dirinya berharap semua kejuaraan-kejuaraan olahraga taekwondo di Indonesia harus makin mendorong Sports Tourism. Setiap daerah atau tuan rumah, bisa saja menyisipkan paket wisata yang menjadi potensi daerah tersebut. Atau bisa saja event kejuaraan tidak selalu berada di GOR, tapi bisa saja berada di lokasi obyek wisata. Berbagai negara sudah mengembangkan Sports Tourism ini.

Terkait dengan Sports Industry. Menurut Thamrin Marzuki, Sekarang ini olahraga dimanapun tidak mungkin terlepas dari industri olahraga. Sejauh ini, kegiatan Sports Industry, baik industri berupa produk dan jasa keolahragaan di setiap event atau kejuaraan taekwondo telah terakomodir dan memberikan peluang serta potensi ekonomi (economic opportunity). Kedepan, dirinya berharap potensi ini terus dikembangkan. Ia mengakui saat ini keterlibatan beberapa pengusaha lokal (baca : yang dikelola oleh praktisi taekwondo) Indonesia yang membantu pelaksanaan kejuaraan-kejuaraan dan kegiatan-kegiatan taekwondo, sudah reputable dan diakui dunia internasional. Setiap kejuaraan taekwondo juga selama ini telah berimbas dengan terbukanya kesempatan bagi UMKM untuk berpartisipasi.

“Saya berharap kondisi ini terus dipertahankan dan makin ditingkatkan. Bagi para pengusaha yang begiat dalam industri olahraga taekwondo yang selama ini eksistensinya sudah diakui oleh komunitas praktisi taekwondo Indonesia, saya juga berharap agar pelaku usaha di industri olahraga ini, terus mengeskalasi dan memberikan peluang bagi pelaku usaha dan UMKM yang lainnya, agar bisa tumbuh dan berkembang serta bersinergi dengan baik. Imbasnya, tentu saya berharap eksistensi para pelaku ekonomi di industri olahraga ini, akan memberikan kontribusi dalam bentuk dukungan dan sponsorship bagi program-program kegiatan taekwondo di Indonesia. (Adt)

Rate this item
(0 votes)

Leave a comment

Make sure you enter all the required information, indicated by an asterisk (*). HTML code is not allowed.

Senayan Trade Centre (STC),
Senayan, Lantai 3 No.173B,
Jalan Asia Afrika. Jakarta Selatan
Telp: 021-29407769

Email: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Cari

Peta Kantor PBTI