Ketua Umum PBTI Berikan Catatan Penting Hasil Rakernas TI 2020

01 Feb 2020
60 times

Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Taekwondo Indonesia Tahun 2020 yang diselenggarakan oleh Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) telah dilaksanakan di Hotel Panisula, Jakarta (28/1) berjalan dengan sangat kondusif. Berbagai gagasan dan pemikiran serta masukan konstruktif telah diakomodir dari Peserta kepada PBTI untuk ditindaklanjuti dalam program-program kerjanya kedepan. Selain itu, terkait diskusi pembekalan kepada peserta Rakernas yang diberikan oleh sejumlah narasumber dari pemerintah yakni Dirjen Anggaran Departemen Keuangan, Bapennas, dan Kemenpora serta KONI, akan menjadi rujukan dan referensi bagi PBTI untuk menyusun program kerja kedepan. 

Beberapa point penting terkait hasil pembekalan tersebut antara lain :

  • Seluruh narasumber menyebut bahwa prestasi taekwondo Indonesia mengalami penurunan dan perlu perbaikan dalam hal pembinaan dan regerenasi atlet. Terkait hal itu, tugas pengurus propinsi dalam hal pembinaan perlu diwujudkan dalam rencana strategis jangka panjang yang mengelaborasi seluruh kepentingan dalam hal pembinaan dan prestasi atlet. Program rekrutmen, seleksi dan pengiriman atlet pelatnas oleh PBTI keberbagai event Internasional juga perlu ditelaah dan di evaluasi kembali. 
  • Perlu pemahaman dan sinergi antar lembaga, baik cabor sebagai pelaku dan pengguna anggaran olahraga dengan stakeholders (Kemenpora, Kemendiknas, Kemenkeu, Bapenas, dan KONI) terkait dengan program, strategi dan target pembinaan dan pengembangan prestasi olahraga, sehingga program pembinaan atlet jangka panjang menjadi lebih fokus dan terintegrasi. Tidak berjalan sendiri-sendiri dan tidak memiliki target sendiri-sendiri.
  • Dari hasil diskusi dengan keempat lembaga dan pemerintah tersebut , PBTI merekomendasikan agar seluruh pemangku kepentingan (stakeholders), dalam hal ini Kemenpora, Kemendiknas, Kemenkeu, Bapenas, dan KONI untuk duduk bersama merumuskan konsep strategis pembinaan prestasi olahraga, dan mensosialisasikannya keseluruh daerah, sesuai dengan kebutuhan pemangku kepentingan olahraga di tingkat daerah.  Termasuk dalam hal ini PBTI juga mendorong dikeluarkannya keputusan Presiden mengenai program strategis pembinaan dan pengembangan prestasi olahraga jangka panjang, yang didalamnya memuat koordinasi antar lembaga serta peningkatan anggaran APBN untuk olahraga. Sebagai catatan, saat ini alokasi APBN untuk anggaran olahraga hanya sebesar 0,005 persen dari total APBN. Dengan asumsi presentasi tersebut, mustahil Indonesia mampu mengimplementasikan rencana strategis jangka panjang.

 Selain rekomendasi kepada pemerintah, beberapa hal pokok yang menjadi kesimpulan Rakernas dan menjadi catatan penting bagi PBTI untuk ditindaklanjuti adalah :

  1. Masalah zonasi (pembagian wilayah) perlu mendapat pengkajian dan analisa lebih lanjut, yang akan dirumuskan secara bersama oleh Bidang Binpres dan Pengprov. Masalah ini mendapat respons positif dan akan di realisasikan dengan pembentukan tim perumus yang berasal dari 5 wilayah, yakni Sumbar, Gorontalo, Jawa Barat, Jateng dan Sulteng. Kelima wilayah tersebut dengan masukan-masukan dari daerah lain akan merumuskan konsepsi dan strategi mengenai masalah pendanaan, masalah pembinaan, kejuaraan Kadet Nasional dan Pelatnas Yunior
  2. Perlu ada perbaikan mengenai masalah orientasi program dan seleksi atlet, termasuk didalamnya adalah mengenai masalah penilaian – keputusan penarikan dan seleksi yang berbasis standarisasi yang jelas dan transparan.
  3. Masalah mekanisme dan proporsi penugasan wasit juga menjadi perhatian peserta karena menyangkut tugas, kapasitas dan karir wasit.
  4. PBTI juga diminta membentuk tim untuk menyusun konsep pembinaan dan pengembangan atlet berdasarkan parameter yang digunakan oleh seluruh pengprov sebagai dasar untuk mensinergikan program kerja khususnya mengenai pembinaan atlet jangka panjang.
  5. Masalah O2SN juga menjadi perhatian. Merujuk pada saran staf ahli KONI bidang bela diri, O2SN (secara nasional) perlu diselenggarakan oleh cabor taekwondo. Untuk hal ini PBTI akan terus mengupayakan agar keinginan tersebut dapat segera terwujud.
  6. Masalah penyelenggaraan UKT masih menjadi problem klasik di berbagai daerah. Salah satu masalah klasik tersebut adalah masalah dana UKT sehingga berdampak pada masalah sertifikat. Terkait hal itu, PBTI seperti yang disampaikan Ketua Umum, meminta pengprov dengan tegas melakukan pembenahan sistem dan pembenahan disiplin dan sangsi organisasi kepada pengurus yang tidak melakukan tugas tata kelola UKT sesuai dengan prosedur dan mekanisme yang berlaku. 
  7. Adanya rencana kenaikan biaya sertifikat dan rencana adanya penarikan dana kepada PBTI bagi individu dan/ atau klub yang ingin menyelenggarakan kejuaraan taekwondo. Untuk hal ini akan ditindaklanjuti lebih lanjut melalui surat keputusan PBTI.

Berdasarkan hasil kesimpulan Rakernas tersebut, Ketua Umum PBTI Letjen TNI (Purn) H. Thamrin Marzuki mengajak semua  peserta untuk memiliki komitmen bersama menjalankan hasil Rakernas ini sebagai bagian dari hasil evaluasi bersama.

Ditambahkannya, dari hasil Rakernas ini, dirinya memberikan 4 catatan penting yang menjadi penekanan untuk bersama-sama membangun kerjasama dan sinergi antara PBTI dengan seluruh Pengprov, yaitu : pertama, PBTI sesuai dengan mekanisme organisasi meminta dan mengakomodir berbagai masukan dan menerima evaluasi dari Pengprov. Namun Pengprov juga harus bisa dievaluasi dan menerima komitmen hasil evaluasi serta melaksanakan hasil evaluasi tersebut untuk kebaikan bersama. Kedua, meminta kita semua mempedomani AD/ ART sebagai aturan main organisasi. Terlepas apakah  AD/ ART TI memiliki kekurangan, saat ini aturan itulah yang harus kita jalankan sebagai konsensus bersama. Jika ada kekurangan secara obyektif dan sesuai aturan, bisa kita rubah di Munas nanti. Ketiga, Budayakan transparansi dan prinsip-prinsip akuntabilitas. PBTI menerima saran dan masukan terkait dengan masalah standarisasi seleksi atlet, masalah penugasan wasit dan pelatih, termasuk terbuka dalam menata kelola administrasi dan anggaran. Semuanya akan kita laksanakan dengan sebaik-baiknya. PBTI juga memaklumi adanya beragam respons terkait rencana kenaikan biaya sertifikat. Namun secara obyektif rencana kenaikan tersebut memang telah disesuaikan dengan tingkat operasional dan kebutuhan program kerja yang digunakan pula kemanfaatannya untuk kita semua. Keempat. PBTI meminta kita semua menjaga soliditas dalam menjalankan roda organisasi. Hal ini penting karena menurut Ketua Umum PBTI, tidak ada jalan yang paling baik untuk mensukseskan setiap kegiatan dan program-program jika tidak adanya sinergi dan solidnya antar pengurus.

 

Rate this item
(0 votes)

Leave a comment

Make sure you enter all the required information, indicated by an asterisk (*). HTML code is not allowed.

Senayan Trade Centre (STC),
Senayan, Lantai 3 No.173B,
Jalan Asia Afrika. Jakarta Selatan
Telp: 021-29407769

Email: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Cari

Peta Kantor PBTI