Jabar, Jateng dan Kaltim Untuk Sementara Kampiun Sebagai Juara Grup di Babak Kualifikasi PON XX 2020 Cabor Taekwondo

29 Sep 2019
572 times

Sampai dengan hari kedua kejuaraan Babak Kualifikasi PON XX 2020 cabang olahraga taekwondo yang digelar di Indoor Stadium Sport Center, Kab. Tangerang Banten 27 – 29 September 2019, Propinsi Jawa Barat secara keseluruhan masih menjadi kampiun perolehan medali sementara dengan raihan 15 emas, 5 perak dan untuk sementara menempati juara grup di grup A , disusul oleh propinsi Jawa Tengah sebagai juara grup B dengan merebut 11 emas, 1 perak dan 2 perunggu. Adapun di Grup C yang berhasil menjadi juara grup adalah propinsi Kalimantan Timur dengan raihan 9 emas, 6 perak dan 3 perunggu.

Kejuaraan Babak Kualifikasi PON XX tahun 2019 yang diikuti sebanyak 580 atlet dari 34 propinsi ini untuk pertama kalinya menggunakan sistem pembagian grup. Grup A ditempati oleh Aceh, DIY, Jambi, Jawa Barat, Kalimantan Tengah, Riau, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara dan Bengkulu. Di grub B diisi propinsi Banten, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Kalimantan Utara, Maluku, NTB, Sumatra Barat, Sumatra Selatan, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara. Sewmentara itu, digrup C diisi oleh Propinsi Bali, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Lampung, NTT, Papua, Sumatra Utara, Bangka Belitung.

Menurut Kabid Binpres Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI), Yefi Triaji mengatakan bahwa pembagian grup di babak kualifikasi PON XX 2020 kali ini diterapkan sebagai bentuk masukan dari seluruh pengurus propinsi (pengprov) Taekwondo Indonesia dalam rangka mendorong dan lebih meningkatkan pemerataan daerah yang akan mengikuti PON XX di Papua tahun depan. Keikutsertaan peserta menurut Yefi nantinya tidak hanya diisi oleh daerah-daerah tertentu saja yang selama ini mendominasi perhelatan Pekan Olahraga Nasional (PON). Dalam kaitan itulah diharapkan hasrat daerah mendorong pembinaan dan prestasi lebih semangat dan termotivasi lagi. Dengan konsep seperti ini, nantinya akan terlihat pula sejauhmana pembinaan di daerah bisa terlihat hasilnya lebih spesifik di kelas-kelas tertentu atau nomor- nomor tertentu yang dipertandingkan di cabor taekwondo.

Bagi PBTI cara ini juga akan memperlihatkan sejauhmana pemetaan terhadap program pemerataan dalam hal pembinaan, pengembangan dan prestasi atlet terlihat hasilnya dengan baik atau tidak. Sebab seperti diketahui bersama, PBTI sejak beberapa tahun terakhir sudah melakukan upaya untuk mengeliminir gap antara daerah-daerah yang “maju” dalam pembinaan dan daerah-daerah yang masih dianggap “kurang” dalam hal pembinaan. Menurut Yefi Triaji, PBTI sudah menganalisis banyak aspek terkait adanya gap tersebut. Antara lain soal fasilitas sarana dan prasarana atau pusat-pusat latihan pembinaan, kualitas pelatih, kualitas wasit dan kualitas, termasuk intensitas kejuaraan-kejuaraan taekwondo di daerah. Dan terkait hal itu, PBTI sudah melakukan upaya untuk mendorong berbagai kemudahan dan daya dukung organisasi melalui program pendidikan, latihan, dan  program-program lainnya termasuk memberikan daya dukung fasilitas pembinaan dan latihan.

Terkait dengan pelaksanaan Babak Kualifikasi PON XX atau yang biasa disebut Pra PON tahun 2019 ini, sistem pembagian grup dengan parameter prestasi daerah selama ini diakui Yefi memang masih terdapat kekurangan. 

“Memang betul masih banyak kekurangan, namun kalo tidak kita coba dari sekarang, kapan lagi gagasan pemerataan prestasi ini bisa kita lihat hasilnya. Tentu setelah ini kita akan evaluasi bersama, masukan dari pengrov-pengprov di daerah akan sangat berguna untuk penerapan sistem ini selanjutnya.” Ujar Yefi.   

Lebih lanjut Yefi menyampaikan bahwa sampai hari kedua babak kualifikasi PON XX ini, dirinya melihat banyak kejutan. Para atlet yang tampil dari segi teknis terlihat banyak kemajuan, kecepatan, dan pergerakan yang dinamis, variasi tendangan juga nampak sering terlihat. Kemajuan-kemajuan ini tentunya akan tercatat oleh tim talent scouting yag ditugaskan memonitoring potensi atlet yang tampil di laga ini.

“Saya lihat pengprov TI di daerah sudah berbenah, terutama dalam hal regenerasi atletnya.  Selain Jabar, Jateng, Kaltim dan DKI Jakarta, Sumatra Utara, Propinsi Jambi, Bali, Sulteg, Riau dan DIY bahkan Papua sangat terlihat progress perkembangannya. Khusus Jawa Tengah, Yefi juga melihat reformasi pembinaan yang efektif yang dilakukan oleh Pengrov Jateng terlihat berhasil dengan baik”. Terang Yefi.

Selain itu dirinya juga berharap momentum ini dimanfaatkan oleh para pengprov TI untuk bertukar pengalaman dan berbagi informasi mengenai strategi pembinaan dan pengembangan prestasi yang efektif.

“Untuk kemajuan Taekwondo Indonesia, berbagi ilmu dan bertukar pengalaman adalah kewajiban kita sebagai pegiat olahraga yang concern, bukan saja memikirkan prestasi taekwondo di daerah, tapi juga memikirkan pada masa depan prestasi taekwondo Indonesia di dunia Internasional.” Ujarnya.

 

*) A. Trinanda

 

 

Rate this item
(0 votes)

Leave a comment

Make sure you enter all the required information, indicated by an asterisk (*). HTML code is not allowed.

Senayan Trade Centre (STC),
Senayan, Lantai 3 No.173B,
Jalan Asia Afrika. Jakarta Selatan
Telp: 021-29407769

Email: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Cari

Peta Kantor PBTI