INASGOC - PBTI Gelar Workshop NTO Asian Games

07 Apr 2018
163 times
Workshop National Technical Officer (NTO) cabor Taekwondo, Hotel Sahid, Jakarta 6 – 7 April 2018. Workshop National Technical Officer (NTO) cabor Taekwondo, Hotel Sahid, Jakarta 6 – 7 April 2018.

Indonesia Asian Games 2018 Organizing Committee (INASGOC) atau Panitia Nasional Penyelenggara Asian Games ke 18 Jakarta – Palembang, bekerjasama dengan induk cabang olahraga, antara lain, taekwondo (PBTI), Badminton (PBSI), Gulat (PGSI), Renang (PRSI) dan Sambo menggelar Workshop National Technical Officer (NTO) untuk masing-masing cabor tersebut di Hotel Grand Sahid, Jakarta 6 – 7 April 2018.

Untuk cabor taekwondo, Workshop NTO diikuti sebanyak 40 peserta yang nantinya akan bertugas di venue pertandingan yang akan dihelat di Jakarta Convention Centre (JCC), Senayan, Jakarta,  Agustus 2018 mendatang.

Menurut Competition Manager (CM) Taekwondo Yefi Triaji, Tujuan diselenggarakannya workshop ini adalah untuk membekali para NTO dalam memahami Job Doiscription yakni tugas, fungsi dan tanggung jawabnya sebagai tuan rumah cabor taekwondo dalam penyelenggaraan Asian Games, baik yang terkait dengan aspek teknis maupun yang berkaitan dengan fasilitas dan pelayanan serta hal-hal lainnya sebagai tuan rumah,

“NTO harus memahami apa job description mereka sebagai panitia penyelenggara pertanduingan. Selain itu, bagaimana peran mereka sebagai tuan rumah dalam memberikan berbagai informasi kepada kontingen atau participant selama mereka mengikuti pertandingan taekwondo”. Ujar Yefi yang juga sebagai Kepala Bidang Organisasi Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) itu.

Harapannya, lanjut Yefi, agar penyelenggaraan pertandingan taekwondo di ajang Asian Games 2018 nanti berjalan sesuai dengan skenario yang telah ditetapkan oleh INASGOC.  

Ditambahkan Yefi, Ia meminta kepada seluruh panitia yang terlibat dalam pertandingan taekwondo nanti, disamping memahami dan menguasai bidang tugasnya masing-masing, Ia juga meminta agar para panitia dapat bekerjasama, kreatif dan mampu bersinergi dengan panitia lainnya, terutama dengan INASGOC. Tanpa adanya formasi yang terintegrasi tersebut, menurut Yefi, pelaksanaan Asian Games bisa saja tidak berjalan maksimal. Oleh karenanya ia meminta kepada semua NTO untuk aktif bertanya hingga menguasai flow dan skenario pertandingan sesuai dengan standard yang telah ditentukan oleh OCA.

Adapun materi workshop disampaikan oleh Technical Delegate, Deep Abdeirahem Sedo Kurdi yang menjelaskan tentang aturan pertandingan, Competititon Manager, Yefi Triaji yang menjelaskan tentang job description panitia, serta Wakil Direktur Sport INASGOC, Abdul Rauf yang memberikan arahan dan motivasi kepada peserta sebagai panitia yang akan bertugas salama Asian Games berlangsung

Sementara itu, Ketua Harian PBTI Zulkifli Tanjung yang menyempatkan hadir diacara tersebut berharap bahwa cabor taekwondo, bukan saja berhasil menyelenggarakan pertandingan dengan baik dan mendapat kesan positif dari negara partisipan, mengingat sebelumnya PBTI juga pernah sukses menjadi tuan rumah penyelenggaraan event internasional,  baik Sea Games, Kejuaraan Asia Junior, maupun kejuaraan dunia taekwondo di Bali 2013 lalu. Namun juga ia berharap bukan saja kita sukses sebagai tuan rumah, tapi kita juga bisa meraih prestasi sesuai dengan target yang dibebankan yakni 2 emas. Oleh karenanya dukungan dan doa dari seluruh masyarakat taekwondo Indonesia tentunya akan memberikan daya motivasi dan semangat kuat bagi atlet-atlet kita yang nantinya bertarung.

Rate this item
(0 votes)

Leave a comment

Make sure you enter all the required information, indicated by an asterisk (*). HTML code is not allowed.

Senayan Trade Centre (STC),
Senayan, Lantai 3 No.173B,
Jalan Asia Afrika. Jakarta Selatan
Telp: 021-29407769

Email: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Cari

Peta Kantor PBTI