Wasit Indonesia dan Timnas Poomsae Ikuti Pendidikan New Poomsae di Muju, Korea Selatan

29 Mar 2018
404 times
Peserta Pendidikan New Poomsae yang dilaksanakan oleh Asian Taekwondo Union (ATU) di Muju, Korea Selatan, 20 – 26 Maret 2018 Peserta Pendidikan New Poomsae yang dilaksanakan oleh Asian Taekwondo Union (ATU) di Muju, Korea Selatan, 20 – 26 Maret 2018

Wasit Internasional (International Referee/IR) Asal Indonesia dibawah naungan Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) kembali mengikuti Pendidikan New Poomsae yang dilaksanakan oleh Asian Taekwondo Union (ATU) di Muju, Korea Selatan, 20 – 26 Maret 2018. Pendidikan New Poomsae kali ini diikuti oleh 100 IR, 34 Pelatih dan 91 Atlet.  Wasit Internasional asal Indonesia terdiri dari 10 IR, 1 pelatih dan 6 atlet poomsae nasional.

Dilaksanakannya pelatihan New Poomsae ini memang tidak terlepas dari semakin berkembangnya penilaian cabang olahraga beladiri. Khususnya yang dipertandingkan di Olimpiade. MIsalnya cabang olahraga karakte  yang telah mempertandingkan kategori KATA (keindahan jurus) di olimpiade Tokyo 2020 mendatang. Keberhasilan cabang olahraga Karate yang memasukan kategori KATA di ajang olimpiade 2020 ini menjadikan World Taekwondo berupaya keras menjadikan taekwondo juga sebagai salah satu cabor yang nantinya dapat mempertandingkan kategori kyorugi (tarung) maupun keindahan jurus (Poomsae) sebagai nomor yang dipertandingkan di Olimpiade.

Menurut salah satu wasit Internasional asal Indonesia yang mengikuti Pendidikan dan pelatihan ini, Master Ina Febriana Sari mengatakan, bahwa World Taekwondo menginginkan agar semua nomor Taekwondo akan dipertandingkan di Multi Event termasuk puncaknya di Olimpiade. Taekwondo diharapkan akan mengikuti jejak cabang olahraga Karate yang terlebih dahulu dipastikan mempertandingkan nomor KATA di Olimpiade Tokyo 2020 nanti.

“Salah satu upaya WT dan ATU menjadikan nomor jurus (Poomsae) dipertandingkan di ajang multi Event Internasional telah berhasil di lakukan, ketika pelaksanaan Asian Games 2018 berlangsung di Palembang – Jakarta, Agustus 2018 mendatang. Terkait dengan keberhasilan tersebut dan dalam rangka upaya agar seni jurus dalam taekwondo dapat lebih dikenal dan dipopulerkan kepada masyarakat, kategori New Poomsae mulai tahun lalu 2017, sebagai gerakan baru dalam poomsae mulai di kampanyekan untuk terus di kembangkan dan disosialisasikan keseluruh dunia. Dan Asian Taekwondo Union (ATU) sebagai organisasi taekwondo Asia menjadikan Pendidikan New Poomsae ini sebagai bagian dari prioritas program tersebut. Dan untuk kesekian kalinya ATU menyelenggarakan Pendidikan New Poomsae. Dan kali ini pelatihan diperuntukan untuk para wasit, atlet maupun pelatih.” Ujar Ina yang juga sebagai Ketua Komisi Pelatihan PBTI itu.

Ditambahkan Ina dari program new poomsae yang diperkenalkan ada 10 poomsae dengan berbagai macam kategori, hanya baru 4 kategori yang disosialisasikan. Yaitu Himchari, Bigak,Saebyeol dan Nereusya yang dikategorikan untuk umur 18 – 30 tahun. Empat kategori inilah yang menurut Ina yang akan di pertandingkan di dalam Asian Games 2018, Agustus mendatang. Dan jika sukses, maka akan diusulkan dalam uji coba di Olimpiade Tokyo 2020.

Menurut Ina Febriana, Aplikasi New Poomsae yang dipertandingkan di multi event dan kejuaraan-kejuaraan internasional kedepan ini, tentunya membawa angin segar. Bukan saja bagi perkembangan taekwondo dunia, tapi juga khususnya bagi Indonesia. Sebab, Aplikasi New Poomsae ini menurutnya sangat “marketable” bagi promosi cabor beladiri taekwondo. Sebab gerakannya tidak lagi baku, tapi lebih dinamis dan cenderung atraktif. Dalam konteks seni dan keindahan jurus, menurutnya tentu saja ini sangat menarik dan ekan memberikan stimulus bagus bagi minat, bakat dan masa depan prestasi atlet taekwondo itu sendiri.

“WT semakin gencar promosi new poomsae, karena memang masyarakat taekwondo menginginkan taekwondo menjadi salah satu cabor bela diri popular. Kami bersyukur, karena gencarnya promosi ini, maka wasit, pelatih bahkan atlet  dapat mengikuti Pendidikan new poomsae ini. Bagi kami para wasit, tentu Pendidikan ini menjadi salah satu bekal wawasan kami dalam melakukan tugas-tugas perwasitan nanti, dan kami puas atas Pendidikan yang dilakukan kali ini, mengingat materi diberikan oleh para professor yang kompeten dibidangnya.” Terang Ina, yang mreupakan pemegang DAN 8, DAN tertinggi wanita di Indonesia ini.

Seperti diketahui, wasit Indonesia yang mengikuti Pendidikan new poomsae ini yaitu :

  1. Indra Mulia Arie Zuhri
  2. Herman Andikara
  3. Mulyadi Djansen
  4. Ina Febriana Sari
  5. Syamsul Bachri
  6. Beny Handoyo
  7. Imam Surnato
  8. AlexanderWidiyantoro
  9. Facrul Sani
  10. Shabina Wijaya

Setelah acara Pendidikan, para wasit peserta Pendidikan New Poomsae kemudian berkesempatan mengunjungi Kukkiwon. Selain mendapatkan informasi tentang perkembangan program dan berbagai informasi Kukiwon, peserta juga berkesempatan bertemu dan berdiskusi dengan Mr. Kim Illseob, selaku Chief of Bereau, Strategic Policy. Terkait hasiol pertemuan tersebut, menurut Ketua Komisi Perwasitan PBTI, Indra Mulia, mengatakan bahwa, setelah pihaknya bertemu dengan Mr. Kim Illseob, beliau menyatakan bahwa Kukkiwon memperbolehkan praktisi taekwondo pemegang DAN 8 dapat menguji sampai dengan DAN 6 ke DAN 7.

Selain bertemu pejabat Kukkiwon, para wasit juga berkesempatan bertemu mantan pelatih terlama timnas taekwondo Indonesia Mr. Oh Il Nam untuk bertukar informasi dan berbagi pengalaman.  Mr. Oh Il Nam mendukung upaya PBTI untuk mendorong seluruh praktisi dan pengurus taekwondo untuk meningkatkan pengetahuan dan prestasi taekwondo Indonesia. Dirinya juga berharap agar timnas taekwondo Indonesia sukses berprestasi di Asian Games 2018 mendatang.

 

Rate this item
(1 Vote)

Leave a comment

Make sure you enter all the required information, indicated by an asterisk (*). HTML code is not allowed.

Senayan Trade Centre (STC),
Senayan, Lantai 3 No.173B,
Jalan Asia Afrika. Jakarta Selatan
Telp: 021-29407769

Email: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Cari

Peta Kantor PBTI