Timnas Raih 2 Emas dan 5 Perunggu di Ajang World Taekwondo Malaysia G1 Championship 2018

08 Mar 2018
415 times
Foto : Andru Pangabean Foto : Andru Pangabean

Tim nasional taekwondo Indonesia meraih 2 emas dan 5 perunggu diajang World Taekwondo Malaysia G1 Championship 2018 yang berlangsung di Pusat Convention, Putrajaya, Malaysia 1 – Maret 2018. Kejuaraan di buka secara resmi oleh Perdana Menteri Malaysia Najib Abdul Razak dan dihadiri oleh Presiden World Taekwondo (WT) Chongwon Choe.

Di kejuaraan internasional yang diikuti oleh 19 negara dengan 601 peserta tersebut, timnas taekwondo Indonesia mengirimkan 8 atlet kyorugi terdiri dari 5 atlet putra dan 3 atlet putri. Atlet putra yang turun adalah Fauzi Akbar (U-58 kg), Ibrahim Zarman (U-63 kg), Dinggo Ardian (U-68), Muhammad (U-68) dan Lukas Budi yang turun di nomor U-80 Kg. Sementara atlet putri yang turun adalah Dhean Fazrin (U-49 Kg), Mariska Halinda (U-53 Kg) dan Shaleha Fitriana yang turun di kelas U-62 Kg. Para atlet didampingi langsung oleh Kabid Binpres PBTI, Rahmi Kurnia, dan dua pelatih, yakni Taufik Krisna dan Sun Jae Lee.

Medali emas timnas taekwondo Indonesia diraih oleh Ibrahim Zarman yang bertarung dikelas U-63 kg putra dan Dhean Fazrin yang bertanding di kelas U-49 Kg putri. Ibrahim Zarman berhasil naik podium tertinggi setelah di final, atlet asal Riau tersebut mengalahkan taekwondoin tuan rumah Iman Hakim dengan skor 45 – 25. Sebelumnya, dibabak awal Ibrahim menang dengan gap point 24 -1 atas taekwondoin asal India Puneet Choudhary. Di semifinal Ibrahim juga menang telak dengan gap point 41 – 11 dengan taekwondoin asal Pakistan Hussain Ajnum.

Adapun Dhean sukses meraih emas setelah difinal mengalahkan taekwondoin Malaysia Nur Arima dengan skor 32 – 4. Sebelumnya dIsemifinal, Dhean juga menghempaskan atlet tuan rumah, Dhasseni dengan skor meyakinkan 12 – 3.

Sementara medali perunggu diraih oleh Dinggo Ardian yang turun di kelas U-68 Kg, Shaleha Fitriana dikelas U-62, Muhammad Mauladdawilah di kelas U-68 Kg, Lukas Budi di kelas U-80 Kg dan Mariska Halinda dikelas U53. Khusus Mariska, yang bersangkutan tidak ikut bertanding atas instruksi pelatih, Hal tersebut tentu menjadi bagian dari strategi pelatih terhadap Mariska yang memang dipersiapkan di Asian Games nanti.

Menurut pelatih timnas taekwondo Indonesia Taufik Krisna, ajang Open turnamen Internasional Malaysia-G1 ini dijadikan sebagai ajang pemanasan sekaligus untuk mengukur kemampuan dan kelemahan atlet kita.

“Catatan penampilan dan produktivitas teknik yang dikeluarkan para atlet menjadi salah satu indikator evaluasi timnas dalam menerapkan strategi pengembangan atlet terkait persiapannya menuju Asian Games, Agustus nanti.” Ujar Taufik

Taufik juga mengakui sebenarnya para atlet mulai menyadari bahwa untuk mencapai target di Asian Games memang tidaklah mudah. Parameter latihan yang ketat dan evaluasi yang terus menerus simultan harus dijalankan oleh para atlet. Khusus di ajang Malaysia open ini, Taufik menyoroti hal teknis, terutama pada masalah blocking dan counter yang belum maksimal dilakukan atlet. Selain itu lanjut Taufik, yang perlu mendapat perhatian serius adalah masalah fisik atau stamina yang tetap harus menjadi pekerjaan rumah bagi pelatnas. Karena menurutnya, konsistensi bertanding sangat tergantung dari performa stamina fisik atlet.

“Dari hasil test event kemarin dan hasil di Malaysia Open ini, para atlet saya lihat sudah cukup baik penampilannya. Hanya saja masalah stamina/ fisik tetap jadi sorotan kita  Dan satu lagi masalah blocking dan counter terhadap serangan lawan mesti menjadi perhatian dan evaluasi kita.” Ujar Taufik.

Ditambahkan Taufik, bulan depan Timnas akan mengikuti kejuaran di Jerman. Tentu menurutnya diharapkan ada progress peningkatan penampilan atlet usai dari Malaysia Open ini. Apalagi menurutnya lawan yang dihadapi adalah atlet-atlet Eropa yang dari segi postur dan style bertanding agak berbeda dengan atlet Asia. Terkait hal tersebut, Taufik sudah menyiapkan strategi untuk diterapkan di ajang itu, yang harapannya nanti bisa diaplikasikan saat Asian Games nanti.

Selain menganalisa hasil yang dicapai timnas, Taufik juga memantau sekaligus mengapresiasi hasil maksimal menggembirakan yang dicapai oleh beberapa atlet asal Indonesia yang berlaga di Malaysia ini seperti SKO Ragunan, Bali, Jambi dan Bekasi yang diwakili klub Young Star. Taufik menyebut para atlet yang tampil dan meraih medali memiliki potensi besar untuk mewakili timnas di masa yang akan datang.

Sementara itu, Bidang Pembinaan dan Prestasi beserta jajaran pelatih pasca Malaysia Open, segera berbenah mengevaluasi dan melaporkan perkembangannya kepada Ketua Umum Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) Letjen TNI (Purn) Marciano Norman. Bahkan pada hari ini, Rabu (7/3) Ketua Umum PBTI, didampingi Waketum II, Birgjen TNI H. Noor Fadjari dan Ketua Harian, Zulkifli Tanjung serta Kabid Organisasi, Yefi Triaji menyempatkan langsung mengunjungi pelatnas taekwondo di POPKI Cibubur Jakarta Timur.

Menurut Kabid Binpres PBTI, Rahmi Kurnia, Ketua Umum PBTI Bapak Marciano Norman memberikan arahan dan mengapresiasi kerja keras pelatnas dan timnas taekwondo Indonesia di ajang test event kemarin dan hasil di Malaysia ini. Beliau juga mendengarkan laporan dan hasil evaluasi pelatnas secara keseluruhan, dan khususnya hasil yang dicapai di Malaysia, serta mendiskusikan strategi yang akan ditempuh Taekwondo Indonesia jelang Asian Games dengan sisa waktu yang ada.

“Tentu ada banyak arahan dari Bapak Ketua Umum dan catatan evaluasi atas perkembangan pelatnas dan capaian hasil terakhir. Masih ada waktu untuk kerja keras kita untuk mencapai hasil terbaik.” tegas Rahmi.

 

Rate this item
(1 Vote)

Leave a comment

Make sure you enter all the required information, indicated by an asterisk (*). HTML code is not allowed.

Senayan Trade Centre (STC),
Senayan, Lantai 3 No.173B,
Jalan Asia Afrika. Jakarta Selatan
Telp: 021-29407769

Email: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Cari

Peta Kantor PBTI