Cari

Soal Kepastian Jumlah Atlet Pelatnas, PBTI Tunggu Surat Keputusan Pemerintah

21 Des 2017
606 times

PBTI telah melakukan penjaringan dan seleksi ulang terhadap atlet yang akan mengisi posisi Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) Asian Games 2018. Pasca gelaran Kejurnas 2017 beberapa waktu yang lalu, sejumlah atlet memang sudah bergabung menambah formasi 12 atlet yang sudah ada sebelumnya. Menurut Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBTI, Rahmi Kurnia, total PBTI mengusulkan 22 atlet, baik dari kategori poomsae maupun kyorugi.

"Kami mengajukan 22 atlet atau dua kali lipat dari nomor-nomor yang dipertandingkan dalam Asian Games. Kyorugi, kami mengajukan 10 atlet dan poomsae kami mengajukan 12 atlet," Ujar Rahmi Kurnia, Jumat (15/12).

Rahmi mengatakan atlet taekwondo Indonesia yang telah mendapatkan surat keputusan pelatnas sejak selepas SEA Games 2017 yaitu 12 atlet terdiri dari enam atlet poomsae dan enam atlet kyorugi.

"Dua belas atlet itu mendapatkan surat keputusan pelatnas dari Satlak Prima. Tapi, kami diminta pemerintah untuk memperbarui rencana program pelatnas jelang Asian Games. Keputusan jumlah atlet pelatnas taekwondo pada Januari nanti," katanya.

Ditambahkan Rahmi, jadi hingga saat ini kami masih menunggu, dan semoga cepat segera turun untuk memastikan berapa jumlah atlet yang disetujui oleh pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga. Bukan Cuma cabor taekwondo, cabor-cabor lainpun beraharap sama, mereka semua masih menunggu SK untuk Asian Games ini turun.

Posisi SK Asian Games memang sangat sentral. Sebab, lewat SK ini, setiap cabor bisa mendapatkan akses yang lebih mudah untuk menggelar kegiatan menyangkut persiapan Asian Games seperti pelatnas, uji coba ke luar negeri, hingga seleksi atlet. Tak cuma itu. Dengan SK, setiap cabor juga bisa mendapatkan akses yang mudah untuk menerima serta mengelola dana persiapan Asian Games.

Sebelumnya, Kemenpora sudah meminta setiap Pengurus Besar cabang olahraga mengajukan proposal untuk program pelatnas Asian Games. Dan, Jumat 15 Desember 2017 lalu, menjadi batas waktu akhir dalam penyerahan proposal tersebut. Terkait hal tersebut PBTI melalui manajemen pelatnas, sudah mengajukannya dan sudah pula direvisi. Saat ini menurut Rahmi proposal PBTI kemungkinan tengah diverifikasi lebih lanjut, sebelum SK turun.

"Harapannya, sebelum SK yang 2017 berakhir, turun edisi baru. Katanya sih, nanti seluruh cabor akan diundang setelah verifikasi," ujar Rahmi.

Taekwondo Indonesia, lanjut Rahmi, akan berusaha mencapai target prestasi baik dari pemerintah maupun pengurus cabang olahraga. "Kami mendapatkan target satu medali emas dari Pemerintah," katanya.

Untuk mencapai itu, taekwondo Indonesia telah menyiapkan program pelatihan dengan mengirim atlet-atlet mereka ke Korea Selatan guna mengikuti program pemusatan latihan luar negeri dan mengikuti sejumlah kejuaraan uji coba.

"Kami akan mulai program ke luar negeri setelah mengikuti kejuaraan uji coba Asian Games pada awal Februari 2018. Atlet-atlet kami juga akan mengikuti kejuaraan Asia pada Mei," kata Rahmi.

Atlet-atlet taekwondo Indonesia akan menjalani program pelatihan di Korea Selatan hingga 5 Agustus jelang penyelenggaraan pertandingan cabang taekwondo Asian Games 2018 yang akan berlokasi di Jakarta International Expo Kemayoran.

Rahmi mengatakan penambahan dua nomor pertandingan kyorugi yaitu pada kelas 53 kilogram dan 63 kilogram pada Asian Games bukan hanya usulan dari Indonesia melainkan dari federasi Asia. "Pada setiap Asian Games, jumlah pertandingan kyorugi itu idealnya delapan kelas putra dan delapan kelas putri. Tapi, Asian Taekwondo Union juga sudah mengajukan penambahan dan kami mendapatkan dua nomor lagi," katanya. 

 

 

 

Rate this item
(0 votes)

Leave a comment

Make sure you enter all the required information, indicated by an asterisk (*). HTML code is not allowed.

Senayan Trade Centre (STC),
Senayan, Lantai 3 No.173B,
Jalan Asia Afrika. Jakarta Selatan
Telp: 021-29407769

Email: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Peta Kantor PBTI