PBTI Gelar Kejurnas Taekwondo - Senior 2017

24 Nov 2017
169 times
Pembukaan kejurnas 2017 Pembukaan kejurnas 2017

 

Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) bekerjasama dengan Kedutaan Besar Republik Korea Selatan menggelar Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Taekwondo – Senior 2017 di GOR POPKI, Cibubur Jakarta Timur. Kejurnas diikuti sebanyak 309 atlet yang mengikuti nomor Kyorugi maupun poomsae dari 31 propinsi.

Hadir dalam acara pembukaan, Wakil Ketua Umum I PBTI, Bapak Mayjen TNI Thamrin Marzuki, Duta Besar Korea Selatan untuk Indonesia, Mr. Taiyoung Chou, Kepala Deputi Pembibitan Kemenpora, Bapak Washington, perwakilan INASGOC, Ade Lukman dan beberapa tamu undangan lainnya, termasuk perwakilan dari Pusintel AD. Sementara Ketua Umum KONI Tono Suratman datang terlambat, namun yang bersangkutan sempat menyaksikan pertandingan dan mengalungkan medali kepada pemenang.

Dalam sambutannya mewakili Ketua Umum PBTI yang berhalangan hadir, wakil Ketua Umum PBTI, menjelaskan bahwa pihaknya akan memanfaatkan kejurnas kali ini sebagai momentum untuk membuka kesempatan kepada para atlet daerah untuk menunjukkan performa terbaiknya. Hal tersebut disampaikan waketum karena ajang kejurnas kali ini akan dijadikan sarana promosi sekaligus degradasi atlet pelatnas. Hasil terbaik akan menentukan komposisi atlet di pelatnas yang nantinya akan dikirim mengikuti Asian Games tahun depan. Walaupun menurutnya, hasil terbaik mungkin belum tentu medali emas. Karena proses identifikasi dan seleksi akan dilihat dari beragam faktor. Oleh karena itu, pihaknya, telah menginstruksikan tim talent scooting untuk bekerja maksimal mencari para atlet berbakat yang tampil di ajang Kejurnas ini.

Thamrin Marzuki juga menegaskan bahwa pihaknya optimis taekwondo Indonesia mampu memberikan medali di Asian Games nanti. Peluang tersebut terbuka untuk kita. “Sedikitnya dua medali akan menjadi target Asian Games 2018 nanti” Ujar Thamrin.

Senada dengan Wakil Ketua Umum PBTI, Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBTI, Rahmi Kurnia mengatakan bahwa atlet Indonesia sangat potensial mendulang emas di Asian Games 2018 nanti. Menurut Rahmi, keyakinan tersebut berpeluang untuk mendapatkannya. Namun sebagai pihak yang paling bertanggung jawab menangani tim nasional, pihaknya masih membutuhkan atlet-atlet tambahan yang memang dicari dari kejurnas 2017 ini.

“Disini atlet pelatnas juga tampil untuk menguji kemampuan mereka, apakah layak dipertahankan atau tidak. Komposisi tim pelatnas saat ini bukan berada di zona aman. Mereka harus membuktikan kualitasnya jika tidak ingin tersingkir, karena saat ini tim talent scooting amat ketat menggunakan system promosi dan degradasi.

Sementara itu, Duta besar Korea Selatan Mr, Taiyoung Chou berharap tim Indonesia mendapatkan hasil maksimal di ajang Asian Games 2018 nanti. Ia berharap ada dari tim Indonesia mendapat emas. Sebagai negara yang membidani lahirnya olahraga taekwondo ini, pihaknya sangat optimis akan perkembangan taekwondo di Indonesia di masa depan,. Ia melihat atmosfir kejuaraan dan beragam kegiatan taekwondo sangat tinggi. Banyak kejuaraan, dan banyak potensi atlet berbakat. Oleh sebab itu, hubungan kedua negara sangat baik karena salah satunya berasal dari olahraga taekwondo yang mempersatukan kedua negara.

Rate this item
(0 votes)

Leave a comment

Make sure you enter all the required information, indicated by an asterisk (*). HTML code is not allowed.

Senayan Trade Centre (STC),
Senayan, Lantai 3 No.173B,
Jalan Asia Afrika. Jakarta Selatan
Telp: 021-29407769

Email: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Cari

Peta Kantor PBTI