Cari

Taekwondo Indonesia Ikuti Kejuaraan Open Turnamen Internasional di Paris

14 Nov 2017
793 times
timnas Taekwondo Indonesia timnas Taekwondo Indonesia

Dalam rangka memantapkan persiapan menuju Asian Games 2018, Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) mengirimkan tim nasional Taekwondo di turnamen Paris Terbuka yang akan berlangsung dari tanggal 17 – 19 November 2017 mendatang.

Menurut Ketua Umum PBTI Marciano Norman, selain sebagai ajang untuk mengukur kekuatan timnas, kejuaraan taekwondo Internasional level (G2) ini sekaligus dimanfaatkan untuk mengumpulkan point bagi atlet nasional Indonesia menuju olimpiade Tokyo 2020.

“Ada dua misi yang dilakukan oleh PBTI di turnamen Paris Open Taekwondo Champhionsip, yakni melakukan studi komparatif kekuatan timnas sekaligus lawan yang akan bertanding, mengingat negara-negara yang turun di ajang ini sebagian besar juga diikuti oleh peserta Asia yang akan tampil di Asian Games 2018. Selain itu, kejuaraan dengan kategori grade 2 ini juga menjadi ajang bagi atlet nasional kita untuk mengumpulkan point sebagai syarat untuk keikutsertaan mereka di olimpiade Tokyo 2020.” Ujar Marciano.

Dalam kejuaraan ini, timnas taekwondo Indonesia mengirimkan 5 orang atlet. Terdiri dari dua putri dan tiga putra dari nomor kyorugi (tarung). Mereka adalah Mariska Halinda yang turun di nomor under 53 Kg putri, Dhean Titania Fazrin 46 Kg putri, Reynaldi Atmanegara 54 Kg putra, Ibrahim Zarman di nomor 63 Kg putra, dan Dinggo Ardian Prasyogo di nomor 68 Kg putra.

Mereka didampingi oleh Kepala bidang Pembinaan Prestasi (kabid Binpres) PBTI, yang menangani langsung timnas, yaitu Rahmi Kurnia, pelatih asal Korea Sun Jae Lee  dan Taufik Krisna.
Menurut Rahmi Kurnia, walaupun pihaknya tidak mentargetkan emas, namun keikutsertaan kelima atlet nasional diajang turnamen ini diharapkan membawa hasil terbaik. Mereka diharapkan dapat meraih medali, karena dengan raihan medali di turnamen ini, maka tentu saja point mereka akan berdampak mengamankan keikutsertaan mereka di Olimpiade Tokyo.

Ditambahkan Rahmi, kelima atlet nasional ini juga menjadi fokus perhatian serius PBTI mengingat mereka kemungkinan akan menjadi tulang punggung Indonesia di ajang Asian Games 2018 nanti. “Hasil evaluasi kami secara teknis mengenai kelemahan mereka diharapkan akan terlihat progress positifnya di turmanen Paris Open ini, apalagi lawan-lawan mereka kemungkinan besar ajan tampil di Asian Games nanti”. Terang Rahmi.

Sementara itu, Ketua Harian PBTI Zulkifli Tanjung menambahkan bahwa jelang Asiang Games 2018 mendatang, timnas memang telah menggagendakan program pematangan latihannya menuju peak performance atlet dengan mengikuti beberapa turnamen internasional. Termasuk rencananya akan melakukan training camp. Ia berharap program yang sudah diagendakan tersebut disupport maksimal oleh pemerintah. Karena menurutnya penting sinergis antara program pemusatan latihan dan kebijakan pemerintah, khususnya mengenai pengiriman atlet mengikuti turnamen internasional dan training camp. Karena dengan cara itu, lanjutnya, kita bisa mengukur secara obyektif kelemahan dan kekuatan lawan untuk menghadapi Asian Games dan olimpiade nanti.

Kejurnas Senior Jadi Ajang Penjaringan dan Seleksi Atlet Pelatnas

Zulkifli Tanjung juga menegaskan bahwa formasi atlet pelatnas yang akan turun di Asian Games mendatang masih terbuka bagi masuknya atlet daerah terbaik yang berprestasi di ajang Kejurnas senior. Menurutnya masih ada sekitar 1 tahun untuk mematangkan formasi itu, Hal ini dikarenakan Ia melihat potensi atlet-atlet daerah saat ini cukup bagus, baik dari segi teknik maupun pengalaman bertanding mereka di ajang nasional maupun internasional yang mereka ikuti selama ini. Oleh karenanya pihaknya melalui team talent scooting akan menjaring sekaligus menseleksi atlet-atlet tersebut.

“Kami sudah memiliki parameter obyektif untuk menentukan formasi tim nasional nanti melalui program promosi dan degradasi atlet berdasarkan hasil kejurnas. Untuk itu Ia menekankan agar team Talent Scooting PBTI bekerja maksimal karena menurutnya ajang Kejurnas kali ini amat strategis menentukan kualitas atlet pelatnas nantinya”. Ujar Zulkifli.

Seperti diketahui, PBTI dalam waktu dekat akan menggelar Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Senior baik Kyorugi maupun Pooomsae yang direncanakan akan berlangsung di GOR POPKI Cibubur 23 – 26 November 2017 mendatang. Kejurnas akan diikuti sebanyak kurang lebih 300 atlet dari 34 Propinsi di Indonesia.

 

Rate this item
(1 Vote)

Leave a comment

Make sure you enter all the required information, indicated by an asterisk (*). HTML code is not allowed.

Senayan Trade Centre (STC),
Senayan, Lantai 3 No.173B,
Jalan Asia Afrika. Jakarta Selatan
Telp: 021-29407769

Email: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Peta Kantor PBTI