World Taekwondo (WT) mengundang sebanyak 140 Wasit Internasional terbaik dari segala penjuru dunia untuk mengikuti seleksi dan pelatihan untuk persiapan mereka bertugas di Paralimpic Games, di Tokyo Jepang 2020 mendatang. Paralimpic Games adalah pesta olahraga olimpiade yang diperuntukkan bagi para atlet yang berkebutuhan khusus. Kegiatan yang diberi nama “2020 Tokyo Paralympic Games International Referee Selection & Training Camp” ini berlangsung pada tanggal 27 – 29 Mei 2019 lalu di Moscow, Rusia.

PBTI mengirim salah satu International Referee (IR) terbaiknya Ina Febriana Sari Hard Putri. Selain memiliki lisensi sebagai wasit Internasional, Ina adalah pemegang DAN tertinggi wanita di Indonesia . Selain pemegang DAN VIII Kukkiwon, saat ini Ina menjabat sebagai ketua komisi kepelatihan PBTI. Dirinya menjabat sejak periode kepengurusan Ketua Umum PBTI Bapak Marciano Norman 2014 – 2019, dan saat ini menjabat diposisi yang sama di era kepengurusan Ketua Umum PBTI yang dipimpin Bapak M. Thamrin Marzuki 2019 – 2023..

Keikutsertaan Ina Febriana Sari merupakan undangan World Taekwondo (WT) yang telah menyeleksi para IR berdasarkan hasil monitoring kinerja dan kompetensi IR diseluruh dunia. Menurut Ina Febriana, para wasit internasional hanya diundang oleh WT yang berbasis dari referee Commite & World Taekwondo Sport.

WT tidak main-main dalam mengirimkan undangan ke negara yang menjadi member WT. Sama dengan kualifikasi wasit yang akan berlaga di Olimpiade, di ajang Paralimpic Games ini, WT hanya menugaskan mereka yang sangat berpengalaman dan berkinerja baik sebagai wasit Internasional.

Menurut Ina, selain di undang secara khusus oleh WT Sport Department, mereka yang dundang adalah yang memiliki lisensi PARA, pernah mengikuti Para Refresher Course tahun 2018/2019, mengikuti Kejuaraan Dunia Para 2018/2019 dan wasit internasional yang memiliki skill Bahasa Inggris yang sangat baik

“Undangan dari WT memang dasarnya atas penilaian lembaga tersebut terkait dengan kompetensi dari hasil monitoring, pemetaan dan kinerja wasit Internasional yang dimiliki World Taekwondo” Ujar Ina.

Program seleksi dan training camp kali ini, akan memilih Wasit Terbaik sejumlah 50 orang dari 5 benua yang tergabung menjadi, Pan America sebanyak 10 wasit, Eropa, sebanyak 16 wasit, AFrika sebanyak 6 wasit, Asia & Oceania sebanyak 18 wasit.. Dari 50 wasit internasional tersebut, mereka akan akan dipilih untuk menjadi Center Referee (Wasit Tengah), Corner Judge (Wasit Pinggir) dan Review Jury (Penentu Keputusan Final)

Seperti diketahui wasit internasional yang bertugas di ajang kejuaraan bertaraf internasional harus memiliki tiga kriteria yang distandarisasi dengan memiliki sertifikat (Lisences) yakni Wasit Internasional Kyorugi (Sparring/Tarung), Wasit Internasional Poomsae ( Art/Seni beladiri) dan Wasit Internasional Para (Berkebutuhan Khusus).

Diajang Paralympic Games, Tokyo 2020, cabang olahraga Taekwondo adalah cabang olahraga yang pertama kali diikutsertakan dalam olahraga terbesar dunia yaitu olimpiade yang diperuntukan bagi para atlet yang berkebutuhan khusus. Untuk kualifikasi Paragames cabor taekwodo terbagi dalam 4 Klasifikasi kelas kategori, yaitu kelas kategori yang disebut K40 (K=Kyorugi) dan terdiri dari, K41 (tanpa kedua belah tangan sampai bahu), K42 (tanpa kedua belah tangan sampai siku), K43 (tanpa kedua belah tangan sampai pergelangan tangan) dan K44 (hanya memiliki satu tangan atau hanya satu yang berfungsi). Namun kali ini yang akan dipertandingkan di Tokyo Paralympic Games, 2020 hanya 2 (dua) kelas kategori yaitu Kelas K 43 dan Kelas K 44

Dari 140 wasit Internasional yang akan bertugas nanti, Dipastikan wasit asal Indonesia, Ina Febriana Sari akan menjadi bagian dari 50 wasit yang akan bertugas di Paralimpic Games.

Selama dua hari pelatihan, peserta dihadapkan pada jadwal dan materi yang padat, yang membahas tentang, Competition Rules / Review / Hand Signal, Scoring Criteria / Simulation, Penalty, Emergency Situation, Ethics, Practical dan tes evaluasi yang terdiri dari Management Test, Written Test Games, Scoring Test, IVR Test & English Oral Test.

 

*) A. Trinanda

 

Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) menggelar seleksi nasional atlet junior yang akan dipersiapkan untuk mengikuti kejuaraan Taekwondo Junior Tingkat Asia (Asian Junior Taekwondo Championship 2019 yang akan berlangsung di Yordania, Juli mendatang. Seleknas diikuti 61 atlet dari 16 provinsi dan dilaksanakan di GOR POPKI, Cibubur, Jakarta Timur, Minggu (23/6/2019), yang dihadiri dan dibuka dan secara resmi oleh Ketua Umum PBTI, Letjen TNI (Purn) Thamrin Marzuki,

Dalam arahannya Ketua Umum PBTI, Letjen TNI (Purn) Thamrin Marzuki menjelaskan, bahwa seleknas selain bertujuan untuk mempersiapkan atlet Taekwondo untuk kejuaraan junior Asia yang akan berlangsung pada tanggal 21-22 Juli 2019, seleknas juga dijadikan sebagian bagian dari upaya PBTI untuk mengevaluasi sekaligus mempetakan kembali kekuatan komposisi atlet junior yang saat ini ada. Selain itu, ajang seleknas kali ini juga sebagai acuan bagi PBTI untuk melihat sejauhmana hasil dari program pembinaan dan prestasi yang dilakukan di daerah dan di PPLP  

Seperti diketahui bahwa atlet yang dipanggil mengikuti seleknas adalah para atlet yang telah melewati penjaringan dan seleksi hasil pantauan kejuaraan nasional junior 2018 lalu dan kejuaraan antar PPLP di Lombok beberapa waktu yang lalu.

“Atlet yang dipanggil adalah atlet junior peraih medali emas dan perak pada dua kejuruan tersebut. Ini sekaligus evaluasi bagi PBTI untuk pengembangan dan pemerintaan atlet daerah," Ujar Letjen TNI (Purn) Thamrin Marzuki.

Ia tak lupa menyisipkan pesan kepada atlet dan wasit yang ikut serta dalam seleksi tersebut agar tetap bersikap obyektif. Sebab, sportifivitas dari peserta serta obyektivitas dari wasit sangat mendukung kemajuan Taekwondo Indonesia.

Ketua Panitia Seleknas, Charles Chirstoforus menjelaskan, sebanyak 64 atlet yang ikut dalam seleksi ini terbagi dalam dua kategori, yakni kategori Poomsae dan Kyorugi. Untuk Kategori Poomsae diikuti oleh 24 atlet, sementara Kyorugi diikuti oleh 40 atlet.

Sementara itu, Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi (Kabid Binpres) PBTI Yefi Triaji mengatakan bahwa selain sebagai ajang seleksi dan evaluasi untuk menentukan formasi kekuatan atlet junior yang akan turun di ajang kejuaraan Asia Junior di Yordania, dirinya juga meminta kepada tim Talent Scouting untuk lebih ketat dalam mengidentifikasi dan menilai kemampuan atlet. Hal ini dimaksudkan agar kita benar-benar mengetahui sejauhmana kelemahan dan keunggulan para atlet yang dalam jangka panjang akan diproyeksikan untuk event-event Internasional lainnya.

“Oleh karenanya, tim Talent Scouting yang bekerja di ajang Seleknas kali ini, memiliki parameter yang lebih obyektif, baik kualitatif maupun kuantitatif dalam menganalisis setiap pertandingan. Dan hasilnya PBTI akan mengirimkan kembali ke daerah sebagai bahan kajian untuk memperbaiki dan meningkatkan program pembinaan atlet kedepan.” Ungkap Yefi.

 

Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTi) akan menggelar Seleksi Nasional (Seleknas) untuk para atlet junior dalam rangka mengikuti kejuaraan Junior Asia di Jordania. Berdasarkan surat PBTI dengan Nomor  B/06/PBTI/VI/2019, Seleknas diikuti 61 atlet yang berasal dari berbagai daerah berdasarkan rekomendasi Bidang Binpres dan tim Talent Scouting hasil Kejurnas Junior beberapa waktu lalu, dan para atlet junior yang berada dalam program PPLP.  Seleknas rencananya akan dilaksanakan di GOR POKI Cibubur pada hari Minggu, 23 Juni 2019.

Menurut Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi (Kabid Binpres), Yefi Triaji, pemanggilan para atlet junior ini merupakan bagian dari program PBTI yang telah diinstruksikan oleh Ketua Umum, Bapak Thamrin Marzuki dalam upaya mengukur kembali kekuatan timnas taekwondo Indonesia dalam jangka panjang. Mereka memang dipersiapkan sebagai pelapis nantinya dari timnas yang sudah ada sekarang. Ditambahkan Yefi, hasil seleknas nanti, mereka akan diterjunkan di ajang kejuaraan Asia yang akan berlangsung di Yordania  20 – 23 Juli 2019 mendatang.

Sementara itu, Ketua Umum PBTI, Letjen TNI (Purn) Thamrin Marzuki mengharapkan agar Seleknas berlangsung fair dan obyektif. Serta tidak melihat unsur kedaerahan.  Menurut Bapak Thamrin, dirinya ingin melihat sejauhmana kantong atlet selama ini melalui pembinaan jangka panjang seperti PPLP, SKO Ragunan dan juara-juara di Kejurnas Junior dapat bersaing secara ketat dan kompetitif serta mampu secara maksimal menunjukkan potensi terbaiknya untuk diidentifikasi bakat dan prestasinya lebih lanjut oleh tim Talent Scouting.

Lebih lanjut Ketua Umum PBTI meminta kepada tim talent Scouting untuk mempetakan kembali hasil identifikasi bakat dan prestasi atlet tersebut untuk ditindaklanjuti dalam program pembinaan atlet di daerah  maupun PPLP.

Adapun tim Talent Scouting yang ditugaskan dalam seleknas kali ini adalah :

  1. Shin Seung Jung
  2. Sun Jae Lee
  3. Taufik Krisna
  4. Maulana Haidir
  5. Laras Fitriana
  6. Sumbar Wiyanto

Berikut adalah daftar nama-nama atlet yang dipanggil :

  1. Arya Rizki Mahesa (Kyorugi Putra), asal daerah Jawa Barat
  2. M Adam Rasyid (Kyorugi Putra), asal daerah Jawa Barat
  3. Imam Hanif (Kyorugi Putra), asal daerah Jawa Barat
  4. Adhentian Setyaputra (Kyorugi Putra), asal daerah Jawa Barat
  5. Cesar Calvin (Kyorugi Putra), asal daerah Jawa Barat
  6. Ricko Rifano (Kyorugi Putra), asal daerah Sumatra Utara
  7. Riga Zuni Setiangga (Kyorugi Putra), asal daerah Jawa Timur
  8. Lutfi Lukmanul (Kyorugi Putra), asal daerah Kalimantan Timur
  9. Muhammad Naufal Najmutsaaqih (Kyorugi Putra), asal daerah Kalimantan Timur
  10. Wijaya Hamzah (Kyorugi Putra), asal daerah Jambi
  11. Teguh Dwi Sukmana (Kyorugi Putra), asal daerah Sulawesi Tengah
  12. Bandri Benedichto Tarigan (Kyorugi Putra), asal daerah DKI Jakarta
  13. Tegar Mertua (Kyorugi Putra), asal daerah DKI Jakarta
  14. Kumara Arsyi (Kyorugi Putra), asal daerah DI Yogyakarta
  15. Bernard (Kyorugi Putra), asal daerah Jawa Tengah
  16. Mochamad Fahru (Kyorugi Putra), asal daerah Jawa Tengah
  17. Petrus Khrisna Suarlembit (Kyorugi Putra), asal daerah Banten
  18. Irsyad Taufiq Ilham Supard (Kyorugi Putra), asal daerah Banten
  19. Wendy Setiawan (Kyorugi Putra), asal daerah Kepulauan Riau
  20. Dewa Gede Tri Dharma Duta (Kyorugi Putra), asal daerah Bali
  21. Komang Gede Sidha Pastika (Kyorugi Putra), asal daerah Bali
  22. Muhammad Raihan Al Majid (Kyorugi Putra), asal daerah Riau
  23. Dafina Syahrani (Kyorugi Putri ), asal daerah Jawa Barat
  24. Aqila Aulia (Kyorugi Putri), asal daerah Jawa Barat
  25. Dea Emeliani Putri (Kyorugi Putri), asal daerah Kalimantan Selatan
  26. Feby Iriani (Kyorugi Putri), asal daerah Riau
  27. Ajriya Yasmin Nadhira (Kyorugi Putri), asal daerah Riau
  28. Devina Yusviantra (Kyorugi Putri), asal daerah Nusa Tenggara Barat
  29. Inggrid Maria (Kyorugi Putri), asal daerah Sumatra Barat
  30. Eka Rahmah Dhani Kadir (Kyorugi Putri), asal daerah Kalimantan Timur
  31. Miftahul Janah Setianingrum (Kyorugi Putri), asal daerah DKI Jakarta
  32. Rafaya Delmora (Kyorugi Putri), asal daerah DKI Jakarta
  33. Dheani Noer Puri (Kyorugi Putri), asal daerah DKI Jakarta
  34. Ifah Alfanita (Kyorugi Putri), asal daerah DI Yogyakarta
  35. Metta Saharani (Kyorugi Putri), asal daerah Sumatra Selatan
  36. Kikan Nurhaliza (Kyorugi Putri), asal daerah Jawa Tengah
  37. Amelia Putri Wibowo (Kyorugi Putri), asal daerah Jawa Tengah
  38. Rivania Putri (Kyorugi Putri), asal daerah Jawa Tengah
  39. Ni Putu Putri Natarai (Kyorugi Putri), asal daerah Bali
  40. Keiza Tompoliu (Kyorugi Putri), asal daerah Sulawesi Utara
  41. Wawan Saputra (Poomsae Putra), asal daerah Jawa Barat
  42. Ibnu Muhammad (Poomsae Putra), asal daerah Jawa Barat
  43. Muhammad Rizal (Poomsae Putra), asal daerah Jawa Barat
  44. Izzat Mohammad (Poomsae Putra), asal daerah Jawa Barat
  45. Muhammad Syarif Hidayatullah (Poomsae Putra), asal daerah Jawa Barat
  46. Muhammad Arifat (Poomsae Putra), asal daerah Jawa Barat
  47. Rori Romeo K (Poomsae Putra), asal daerah Jawa Barat
  48. Johansen Vicenzo Angtolis (Poomsae Putra), asal daerah Sulawesi Tengah
  49. Aurelius Marvel Graciano (Poomsae Putra), asal daerah DI Yogyakarta
  50. Nurfadillah (Poomsae Putra), asal daerah Banten
  51. Gabriel Simorangkir (Poomsae Putra), asal daerah Kalimantan Timur
  52. Hanafi Mas’uul Prastyadi (Poomsae Putra), asal daerah Kalimantan Timur
  53. Avisha Nabila Shaman (Poomsae Putri), asal daerah Jawa Barat
  54. Noverentiwi Ramadhanifa (Poomsae Putri), asal daerah Jawa Barat
  55. Belva Calista (Poomsae Putri), asal daerah Jawa Barat
  56. Siti Aisyah (Poomsae Putri), asal daerah Jawa Timur
  57. Ayu Septianingrum (Poomsae Putri), asal daerah Jawa Timur
  58. Siti Mariyam Awaliyah Stabani (Poomsae Putri), asal daerah Sulawesi Tengah
  59. Wanda Dwi Fitriyani (Poomsae Putri), asal daerah Kalimantan Timur
  60. Rizka Salsa Pertiwi (Poomsae Putri), asal daerah Nusa Tenggara Barat
  61. Diana Khairunisa (Poomsae Putri), asal daerah DI Yogyakarta

*) Adt

Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat Mayjen TNI (Purn) Tono Suratman, secara resmi melantik Letjen TNI (Purn) H.M. Thamrin Marzuki S.Sos sebagai Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Persatuan Taekwondo Indonesia (PBTI)  masa bakti 2019 - 2023 di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Selasa (28/5).

Pelantikan ini berdasarkan SK Ketua Umum KONI Pusat Nomor 55 Tahun 2019 tertanggal 17 Mei 2019, tentang Susunan Personalia Pengurus Besar Taekwondo Indonesia Masa Bakti 2019 - 2023, serta hasil Musyawarah Nasional (Munas) IX PBTI di Bandung, April 2019, dimana Letjen TNI (Purn) H.M. Thamrin Marzuki S.Sos terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum PBTI, menggantikan Letjen TNI (Purn) Marciano Norman.

Sesaat setelah dilantik  Ketua Umum PBTI, Letjen TNI (Purn) H.M. Thamrin Marzuki menegaskan optimismenya untuk meningkatkan capaian prestasi sebelumnya.

"Banyak prestasi dunia yang telah ditorehkan oleh pengurus Taekwondo Indonesia  sebelumnya,  oleh karena itu  menjadi kewajiban saya untuk melanjutkan capaian prestasi tersebut, dan yang paling dekat adalah  Sea Games di Manila tahun ini," Tegasnya.

Hadir  dalam pelantikan kali ini jajaran pengurus KONI Pusat, seluruh pengurus PBTI masa bakti 2019- 2023  dan Ketua Pengprov TI seluruh Indonesia, para atlet, dan pelatih pelatnas Taekwondo Indonesia.

 

Fokus Sea Games dan Olimpiade 2020

Perhelatan pesta olahraga Asia Tenggara  (SEA Games) 2019, yang akan diselenggarakan di Filipina, hanya tinggal menghitung bulan saja. Sejumlah cabang olahraga sudah mempersiapkan berbagai kegiatan dan diharapkan bisa memaksimalkan sisa waktu yang ada.

Terkait persiapan Multi event tersebut, Pengurus Besar Persatuan Taekwondo Indonesia (PBTI) sejak awal tahun sudah mempersiapkan diri menjelang SEA Games 2019 yang akan berlangsung pada 30 November - 11 Desember 2019 mendatang sambil fokus melakukan persiapan untuk mengikuti ajang seleksi Olimpiade 2020  yang akan berlangsung 24 Juli-9 Agustus 2019.

Ketua Umum PBTI, Letjen TNI (Purn) H. M. Thamrin Marzuki, menuturkan saat ini prioritas program adalah mempersiapkan atlet untuk Sea Games dan kualifikasi olimpic. Harapan saya, di Sea Games nanti kita bisa raih 4 emas, dari  beberapa nomor poomsae dan satu dua nomor di Kyorugi.  Dalam kaitan persiapan itu juga, kita berharap taekwondo Indonesia bisa meraih hasil maksimal pada kualifikasi olimpic. Harapannya tentu ada atlet kita yang bisa lolos olimpiade Tokyo 2020 nantinya.  

“Untuk Sea Games Manila, kami akan mengirimkan mayoritas atlet pelapis. Tujuannya, untuk lebih siap pada Olimpiade mendatang. Untuk target? Empat emas," ungkap H.M. Thamrin Marzuki

Pergantian kepengurusan dari Marciano Norman kepada Marzuki disambut antusias Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Tono Suratman. "Harapan kami, taekwondo Indonesia bisa lebih baik. Kami optimistis, di bawah kepemimpinan pak Marzuki yang menggantikan pak Norman akan melanjutkan prestasi cabor ini," ujar Tono,.

Berikut adalah susunan pengurus PBTI periode 2019 – 2023 :

Pembina       :

  1. Letjen TNI (Purn) Marciano Norman
  2. Letjen TNI (Purn) Erwin Sudjono, SH
  3. Letjen Mar (Purn) Suharto

Staf Khusus :

  1. Marsma TNI Donald Kasenda ST, SIP, MM
  2. Tb Ade Lukman Djayadikusuma

Ketua Umum :

Letjen TNI (Purn) H.M. Thamrin Marzuki, S.Sos

Wakil ketua Umum :

  1. Irjen Pol ( Purn) Syharizal Ahiar, SH, MM
  2. Brigjen TNI (Purn) H. Noor Fadjari, ST
  3. Zulkifli Tanjung, SE
  4. Omar Dannil Hasan, MSs, Eng

Ketua Harian :  Ir. Musa Anthony Siregar, SH, M.Kn

Sekretaris Jenderal : Dirc Richard Tulumewu, SE, MM

Wakil Sekretaris Jenderal : Billy Aprilaya, S.Kom

Bendahara  : Ir. Hani Dian Indrati,

Wakil Bendahara : Steffi Harum Natalisa, SE, S. Kom

Ketua I Bidang Organisasi : Brigjen TNI (Purn) Untung Waluyo, SE

Komisi Hubungan Dalam/ Luar Negeri dan Antar Lembaga :

  1. Fernando Sinisuka, SH
  2. Rahmi Kurnia, SE

Ketua II Bidang Pembinaan Prestasi : Ir. Yefi Triaji

Komisi Pertandingan : Charles L. Gaol, SE

Komisi Perwasitan :

  1. Hand Prihatindra
  2. Irwan Nugraha Kurnia, SE

Ketua III Bidang Kepelatihan, Pendidikan dan Pengembangan :

Ir. Tb. Indra Mulia Arie Zuhri

Komisi Pelatihan : Dra. Ina Febriana Sari Hard Putri

Komisi UKT  : Acen Tanuwijaya

Komisi Iptek dan Sport Science :

  1. Kolonel CKM Dr. Bagus Sulistyo, Sp.Kj.M.Kes
  2. Mayor CKM dr. Maulidi, Sp. FR

Ketua IV Bidang Pembinaan Hukum : Rendy Aloysius Kailimang, SH, MH

Anggota :

  1. Remi Ramadhan, SH, MH
  2. Kabed Sinambela, SH

Ketua V Bidang Perencanaan, Dana dan Usaha : Fianto

Anggota :

  1. Sam Martino Soerjonegoro
  2. David Suryabara

Ketua Vi Bidang Humas : Kolonel Inf. Ruminta

Anggota :

  1. Kapten Inf. Abdus Suhud
  2. Andi Trinanda, SE MM

 

 

 

 

 

Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat Mayjen TNI (Purn) Tono Suratman, secara resmi melantik Letjen TNI (Purn) H.M. Thamrin Marzuki S.Sos sebagai Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Persatuan Taekwondo Indonesia (PBTI)  masa bakti 2019 - 2023 di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Selasa (28/5).

Pelantikan ini berdasarkan SK Ketua Umum KONI Pusat Nomor 55 Tahun 2019 tertanggal 17 Mei 2019, tentang Susunan Personalia Pengurus Besar Taekwondo Indonesia Masa Bakti 2019 - 2023, serta hasil Musyawarah Nasional (Munas) IX PBTI di Bandung, April 2019, dimana Letjen TNI (Purn) H.M. Thamrin Marzuki S.Sos terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum PBTI, menggantikan Letjen TNI (Purn) Marciano Norman.

Sesaat setelah dilantik  Ketua Umum PBTI, Letjen TNI (Purn) H.M. Thamrin Marzuki menegaskan optimismenya untuk meningkatkan capaian prestasi sebelumnya.

"Banyak prestasi dunia yang telah ditorehkan oleh pengurus Taekwondo Indonesia  sebelumnya,  oleh karena itu  menjadi kewajiban saya untuk melanjutkan capaian prestasi tersebut, dan yang paling dekat adalah  Sea Games di Manila tahun ini," Tegasnya.

Hadir  dalam pelantikan kali ini jajaran pengurus KONI Pusat, seluruh pengurus PBTI masa bakti 2019- 2023  dan Ketua Pengprov TI seluruh Indonesia, para atlet, dan pelatih pelatnas Taekwondo Indonesia.

 

Fokus Sea Games dan Olimpiade 2020

Perhelatan pesta olahraga Asia Tenggara  (SEA Games) 2019, yang akan diselenggarakan di Filipina, hanya tinggal menghitung bulan saja. Sejumlah cabang olahraga sudah mempersiapkan berbagai kegiatan dan diharapkan bisa memaksimalkan sisa waktu yang ada.

Terkait persiapan Multi event tersebut, Pengurus Besar Persatuan Taekwondo Indonesia (PBTI) sejak awal tahun sudah mempersiapkan diri menjelang SEA Games 2019 yang akan berlangsung pada 30 November - 11 Desember 2019 mendatang sambil fokus melakukan persiapan untuk mengikuti ajang seleksi Olimpiade 2020  yang akan berlangsung 24 Juli-9 Agustus 2019.

Ketua Umum PBTI, Letjen TNI (Purn) H. M. Thamrin Marzuki, menuturkan saat ini prioritas program adalah mempersiapkan atlet untuk Sea Games dan kualifikasi olimpic. Harapan saya, di Sea Games nanti kita bisa raih 4 emas, dari  beberapa nomor poomsae dan satu dua nomor di Kyorugi.  Dalam kaitan persiapan itu juga, kita berharap taekwondo Indonesia bisa meraih hasil maksimal pada kualifikasi olimpic. Harapannya tentu ada atlet kita yang bisa lolos olimpiade Tokyo 2020 nantinya.  

“Untuk Sea Games Manila, kami akan mengirimkan mayoritas atlet pelapis. Tujuannya, untuk lebih siap pada Olimpiade mendatang. Untuk target? Empat emas," ungkap H.M. Thamrin Marzuki

Pergantian kepengurusan dari Marciano Norman kepada Marzuki disambut antusias Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Tono Suratman. "Harapan kami, taekwondo Indonesia bisa lebih baik. Kami optimistis, di bawah kepemimpinan pak Marzuki yang menggantikan pak Norman akan melanjutkan prestasi cabor ini," ujar Tono,.

Berikut adalah susunan pengurus PBTI periode 2019 – 2023 :

Pembina       :

  1. Letjen TNI (Purn) Marciano Norman
  2. Letjen TNI (Purn) Erwin Sudjono, SH
  3. Letjen Mar (Purn) Suharto

Staf Khusus :

  1. Marsma TNI Donald Kasenda ST, SIP, MM
  2. Tb Ade Lukman Djayadikusuma

Ketua Umum :

Letjen TNI (Purn) H.M. Thamrin Marzuki, S.Sos

Wakil ketua Umum :

  1. Irjen Pol ( Purn) Syharizal Ahiar, SH, MM
  2. Brigjen TNI (Purn) H. Noor Fadjari, ST
  3. Zulkifli Tanjung, SE
  4. Omar Dannil Hasan, MSs, Eng

Ketua Harian :  Ir. Musa Anthony Siregar, SH, M.Kn

Sekretaris Jenderal : Dirc Richard Tulumewu, SE, MM

Wakil Sekretaris Jenderal : Billy Aprilaya, S.Kom

Bendahara  : Ir. Hani Dian Indrati,

Wakil Bendahara : Steffi Harum Natalisa, SE, S. Kom

Ketua I Bidang Organisasi : Brigjen TNI (Purn) Untung Waluyo, SE

Komisi Hubungan Dalam/ Luar Negeri dan Antar Lembaga :

  1. Fernando Sinisuka, SH
  2. Rahmi Kurnia, SE

Ketua II Bidang Pembinaan Prestasi : Ir. Yefi Triaji

Komisi Pertandingan : Charles L. Gaol, SE

Komisi Perwasitan :

  1. Hand Prihatindra
  2. Irwan Nugraha Kurnia, SE

Ketua III Bidang Kepelatihan, Pendidikan dan Pengembangan :

Ir. Tb. Indra Mulia Arie Zuhri

Komisi Pelatihan : Dra. Ina Febriana Sari Hard Putri

Komisi UKT  : Acen Tanuwijaya

Komisi Iptek dan Sport Science :

  1. Kolonel CKM Dr. Bagus Sulistyo, Sp.Kj.M.Kes
  2. Mayor CKM dr. Maulidi, Sp. FR

Ketua IV Bidang Pembinaan Hukum : Rendy Aloysius Kailimang, SH, MH

Anggota :

  1. Remi Ramadhan, SH, MH
  2. Kabed Sinambela, SH

Ketua V Bidang Perencanaan, Dana dan Usaha : Fianto

Anggota :

  1. Sam Martino Soerjonegoro
  2. David Suryabara

Ketua Vi Bidang Humas : Kolonel Inf. Ruminta

Anggota :

  1. Kapten Inf. Abdus Suhud
  2. Andi Trinanda, SE MM

 

 

 

 

 

Pengurus Propinsi Taekwondo Indonesia (Pengprov Ti Jambi) sukses menggelar Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) DAN Kukkiwon, di Gedung Taekwondo Propinsi Jambi, 11 – 12 Mei 2019.

UKT diikuti sebanyak 49 peserta yang berasal dari 8 Pengurus kabupaten /kota  (Pengkab/Pengkot) dibawah naungan pengprov TI Jambi. Dari 49 peserta tersebut, 6 orang mengambil DAN 4, 3 orang Mengambil DAN 3, 7 orang mengambil DAN 2, 33 orang mengambil DAN 1 dan 2 orang peserta berasal dari propinsi Sumatra Selatan.

Sebelum pelaksanaan UKT, seluruh peserta melaksanakan latihan penyeragaman pada tanggal 11 Mei 2019. UKT sendiri berlangsung pada tanggal 12 Mei 2019.

UKT dibuka oleh Ketua Harian TI Jambi Bapak Agung Bakri sekaligus dalam kesempatan tersebut dilakukan buka puasa bersama.

Dalam keterangannya, beliau mengatakan bahwa, UKT DAN kali ini sangat istimewa karena dilaksanakan tepat di bulan suci Ramadhan. Ia berharap dari UKT ini, bukan saja nanti menambah jumlah sabuk hitam dan sertifikasi level DAN yang dimiliki oleh praktisi TI Jambi, tapi diharapkan juga dapat meningkatkan kekompakan dan silaturahmi antar pemegang sabuk hitam dan DAN di Jambi, sehingga nantinya dapat lebih mudah dan efektif saling bertukar fikiran dan pengalaman dalam rangka mengemban tugas pembinaan dan prestasi taekwondo di Jambi.

“Pemegang sabuk hitam - DAN harus bisa menjadi contoh teladan dalam upaya membina tali silaturahmi antar taekwondoin dan pengurus dalam hal membagi pengetahuan dalam upaya  meningkatkan pembinaan dan pengembangan prestasi di Jambi” Ujar Agung.

Dalam kesempatan tersebut, penguji nasional yang juga merupakan utusan dari Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI), Yefi Triaji mengatakan bahwa TI Jambi dalam beberapa tahun terakhir terlihat menampakkan prestasi yang signifikan di kejuaraan-kejuaraan nasional. Karena prestasinya itu, TI Jambi dalam hasil evaluasi pembinaan PBTI, disebut sebagai salah satu pengprov yang berhasil dalam menciptakan regenerasi dan prestasi atletnya. Terkait hal tersebut, dirinya memotivasi dan berharap kepada para peserta yang mengikuti UKT kali ini untuk dapat terus meningkatka dan mengembangkan pembinaan yang terarah di daerah Kabupaten/ Kota propinsi Jambi guna mencetak atlet-atlet berprestasi.

“Taekwondoin yang tersebar di seluruh propinsi Jambi saya yakin memiliki banyak potensi yang masih bisa terus ditingkatkan. Oleh karena itu, saya berharap melalui UKT ini, para peserta dapat lebih termotivasi lagi mengembangkan pembinaan dan prestasi atletnya.” Harap Yefi yang juga merupakan salah satu mantan atlet Jambi yang sukses meraih medali perunggu di Olimpiade Barcelona 1992 lalu.

Sementara itu, Ketua Pengurus Propinsi Taekwondo Jambi Bapak Tony Simbolon, S.Kom, SH, berpesan kepada seluruh peserta,  semoga dengan UKT DAN Kukkiwon ini, bisa meningkatkan kualitas sabuk hitam di provinsi Jambi serta para pemegang sabuk hitam dapat mengembangkan dan memassalkan olahraga taekwondo dengan membuka klub-klub baru di setiap  kabupaten dan kota yang ada di provinsi Jambi. Dirinya optmis, semakin banyak sabuk hitam dan meningkat level DAN yang tersematkan kepada praktisi taekwondo Jambi, maka akan semakin berkembang atmosfir olahraga ini di Jambi. Harapannya tentu dengan semakin banyaknya masyarakat yang tertarik dengan olahraga ini, TI Jambi akan semakin efektif melakukan identifikasi dan pencarian bakat-bakat atlet terbaik dari seluruh Kabupaten/ Kota di propinsi Jambi.

 

Sumber : Taekwondo Indonesia News (TIN)

 

Tim nasional Taekwondo Indonesia mengikuti kejuaraan dunia taekwondo (world Taekwondo Championship) yang akan berlangsung dari tanggal 15 – 19 Mei 2019 di Manchester Inggris.  Kejuaraan ini menjadi salah salah satu kalender wajib bagi taekwondoin diseluruh dunia, karena menjadi ajang untuk meraih point tiket untuk menuju Olimpiade 2020. Kejuaraan dunia kali ini diikuti lebih dari 1000 atlet dari puluhan negara partisipan.

Timnas Taekwondo Indonesia yang turun di ajang ini terdiri dari 4 atlet kyorugi. 2 atlet putra dan 2 atlet putri, atlet putra terdiri dari Muhammad Bassam Raihan, atlet nasional asal DKI Jakarta yang akan turun dikelas 58 Kg, Ibrahim Zarman, atlet nasional asal Riau yang turun di kelas 63 Kg,  Sedangkan atlet putri Aqila Aulia Ramadhan, atlet nasional asal Jawa Barat  yang akan turun dikelas 49 Kg dan Mariska Halinda, atlet nasional asal Kalimantan Timur yang akan turun di kelas 53 Kg. Mereka didampingi oleh Pelatih sekaligus manajer Rahmi Kurnia dan pelatih Lee Sun Jae

Terkait dengan keikutsertaan 4 atlet taekwondo Indonesia di kejuaraan ini, Rahmi Kurnia mengatakan bahwa pihaknya memandang penting ajang ini sebagai salah satu upaya bagi Tim Nas untuk meraih hasil maksimal dalam rangka mengejar harapan menuju olimpiade 2020. Walaupun dari PBTI sendiri tidak memaksakan target, namun pihaknya yakin bahwa taekwondo Indonesia juga dapat berbicara banyak di ajang ini. Dirinya berjanji.

“Kami Ikuti world taekwondo ini, bukan tanpa persiapan. Tim ini sudah digembleng selama beberapa bulan dengan intensitas latihan yang cukup tinggi. Intinya kami tidak ingin kehadiran timnas hanya sekedar menimba pengalaman, yang kami butuhkan adalah point menuju Olimpiade 2020.” Ujar Rahmi.

Sementara itu, Ketua Umum PBTI, Letjen TNI (Purn) H.M Thamrin Marzuki, mengatakan bahwa Ia berpesan agar para atlet tampil lepas, tanpa beban, karena walaupun ajang ini diikuti oleh para taekwondoin terbaik dunia. Ia yakin para atlet kita juga memiliki potensi dan kemampuan yang tidak kalah dengan mereka.

“Jadikan ajang kejuaraan dunia ini sebagai tolok ukur kualitas anda, Dan salah satu hal yang menentukan di ajang ini, bukanlah cuma soal teknik, tapi juga soal mental dan strategi”. Tegas Thamrin Marzuki.

Ketua Umum PBTI juga menambahkan bahwa pihaknya meminta dukungan dan doa dari seluruh insan taekwondo di tanah air, agar timnas taekwondo Indonesia tampil maksimal di ajang ini.

“Kami mohon dukungan dan doa dari seluruh insan taekwondo di tanah air. Apalagi mereka mengemban misi yang yang amat strategis bagi taekwondo Indonesia agar bisa tampil di olimpiade nanti. Insya Allah, dalam suasana bulan suci Ramadhan ini, mereka bisa berbuat yang terbaik untuk bangsa”. Ujar Bapak Thamrin Marzuki yang pada akhir bulan lalu, saat Munas ke IX di Bandung, Jawa Barat  terpilih sebagai Ketua Umum PBTI periode 2019 – 2023 menganggantikan Letjen TNI Marciano Norman.  

World Taekwondo Championship di Manchester, Inggris ini memang salah satu kejuaraan paling bergensi di dunia. Bukan saja kualitas atlet tingkat dunia yang turun. Namun juga pertandingan akan dikemas dengan sangat menarik. Manchester Arena oleh penyelenggara akan disulap menjadi venue nan indah dan modern dengan kombinasi warna yang cantik. Kita akan melihat Manchester Arena bakal memiliki tampilan yang berbeda pada sesi pagi dengan petang. Pada sesi pagi, sebanyak tujuh lapangan akan digunakan pada babak knock-out. Pada matras yang digunakan saat bertanding bertuliskan slogan turnamen tersebut yakni "A time to inspire, a time to thrill". Tak lupa juga akan ada papan digital yang menampilkan skor di tepi masing-masing lapangan. Sedangkan pada sesi sore, lampu-lampu tribun penonton akan diredupkan. Sehingga lampu yang menyala hanya pada lapangan yang tengah melangsungkan pertandingan. Selain itu akan ada layar besar yang terpampang dan memperlihatkan semua lapangan yang sedang dipakai untuk bertanding. Sehingga penonton yang berada pada sisi tribun yang berseberangan tetap mampu menonton seluruh aksi atlet taekwondo yang tengah berlaga.

 

Sumber : Taekwondo Indonesia News (TIN)

Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) sukses menggelar Musyawarah Nasional  (Munas) IX di Maja House Hotel, Bandung, Jawa Barat, 27-28 April 2019 yang  dIhadiri oleh 34 Propinsi, dimana masing-masing propinsi mengutus dua orang wakilnya. Munas kali ini mengusung tema 'Kita Wujudkan Semangat Revitalisasi Pembinaan dan Pemantapan Organisasi Taekwondo Indonesia Menuju Prestasi Dunia,

Munas dibuka langsung oleh Ketua Umum (Ketum) PBTI, Letjen TNI (Purn) Marciano Norman. Selain membahas tentang roadmap dan grand design Pembinaan Prestasi kedepan, merevisi Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga, Munas kali ini juga menggandakan pemilihan Ketua Umum PBTI yang baru untuk masa bakti periode 2019 - 2023.

Sebelumnya, dalam penjaringan calon ketua Umum PBTI yang dilakukan oleh tim penjaringan yang dibentuk panitia, muncul dua nama bakal calon sebagai kandidat. Yakni saudara Dirc Richard yang saat kepengurusan lalu menjabat Sekjen PBTI, dan Letjen TNI (Purn) H. Thamrin Marzuki yang menjabat wakil ketua Umum PBTI. Namun, saat dilangsungkannya welcome dinner di Hotel Grand Mercure, Bandung (26/4), Dirc Richard memutuskan untuk mengundurkan diri dari pencalonan. Sehingga praktis secara otomatis  hanya tinggal satu bakal calon yang ditetapkan menjadi calon pada saat pelaksanaan Munas tersebut.

Munas seharusnya dibuka oleh Ketua KONI yang dalam hal ini diwakili oleh Kepala Bidang Organisasi, Bapak  Eman Sumusu, namun berdasarkan informasi karena yang bersangkutan terlambat, maka akhirnya Munas di buka oleh Ketua Umum PBTI, Letjen TNI (Purn) Marciano Norman. Kabid organisasi KONI, Bapak Eman Sumusu setelah hadir, beliau langsung memberikan sambutan dan arahan dari Ketua KONI, khususnya terkait harapan Ketua KONI tentang prestasi taekwondo Indonesia kedepan, dan harapannya untuk menjadikan organisasi taekwondo Indonesia sebagai organisasi cabor dibawah KONI yang solid dan fokus mengejar pembinaan, pengembangan dan prestasi taekwondo Indonesia.

Setelah pembukaan, Ketua Umum PBTI langsung memimpin sidang Pleno I dengan agenda pembacaan tata tertib dan jadwal acara munas serta menetapkan pimpinan sidang definitif. Selama memimpin sidang, tampak sekali suasana demokrasi dalam Munas, namun hal tersebut tetap berlangsung dalam iklim yang kondusif. Salah satu dinamika yang muncul itu adalah dipertanyakannya keabsahan Munas oleh beberapa Pengprov sebagai peserta sidang. Selain mempertanyakan legitimasi KONI dalam pelaksanaan Munas ini, mereka juga mempertanyakan KONI sebagai Induk olahraga yang seharusnya  membuka Munas, belum juga hadir di lokasi. Namun keraguan tentang legalitas PBTI untuk mengadakan Munas telah terjawab dengan dimunculkannya dan dibacakannya surat dari KONI Pusat bernomor 181/ORG/III/2019 Tanggal 13 Maret 2019 tentang Pelaksanaan Munas dan persetujuan KONI Munas dilaksanakan pada akhir April 2019. Surat tersebut kemudian dimengerti dan disepakati oleh seluruh peserta sidang dan sepakat bahwa pelaksanaan Munas secara yurudis sah sesuai dengan ketentuan yang diatur oleh AD/ART dan aturan KONI. Peserta sidang juga menyepakati bahwa surat KONI tersebut akan menjadi lampiran Risalah atau Berita Acara Munas yang digunakan untuk mengajukan pengesahan dari KONI Pusat,  

Setelah tata tertib dan agenda acara di tetapkan. Ketua Umum PBTI, selaku Pimpinan sidang sementara, mengesahkan dan menyerah-terimakan pimpinan sidang definitif yang terpilih yakni saudara Lan Ananda dari Pengprov TI Bali sebagai Ketua, H. M Tambi dari pengprov TI Riau sebagai wakil Ketua dan Lutfi Saleh yang berasal dari Pengprov TI Maluku Utara sebagai sekretaris.

Sesuai dengan agenda Munas, Lan Ananda memimpin Sidang pleno II dengan agenda pertanggung jawaban Ketua Umum. Dalam pandangan umumnya, seluruh peserta Sidang menerima laporan pertanggungjawaban Ketua Umum PBTI dengan sangat baik,  walaupun ada beberapa Pengprov TI yang menerima dengan sangat baik namun menyertai bebeberapa catatan evaluasi penting sebagai rekomendasi untuk diperbaiki oleh ketua Umum PBTI berikutnya.

Selanjutnya, Dalam sidang Pleno III, pimpinan sidang mengangedakan sidang komisi. Komisi di bagi menjadi dua. Yakni komisi A yang membahas Pembinaan Prestasi yang dipimpin oleh saudara Rohman T Asikin yang berasal dari Pengprov Ti Banten dan Komisi B yang membahas perubahan AD/ ART yang dipimpin oleh saudara Alfons T Lung dari Pengprov TI Kaltim.

Setelah Sidang Pleno Komisi selesai, selanjutnya pimpinan sidang menggelar sidang pleno ke IV yang menggendakan pemilihan Ketua Umum PBTI periode 2019 – 2023 dan penetapan Formatur. Dalam sesi sidang pleno ini, mengingat hanya ada 1 (satu) calon, Ketua Umum PBTI yaitu Letjen TNI (Purn) H. M Thamrin Marzuki, Pimpinan sidang langsung menawarkan kepada  Peserta Sidang untuk memilih secara aklamasi Letjen TNI (Purn) H. M Thamrin Marzuki, menjadi Ketum PBTI 2019-2023 dan disetujui oleh seluruh peserta sidang dari 34 propinsi. Sedangkan yang ditetapkan sebagai Formatur untuk bertugas membantu Ketua Umum menentukan formasi kepengurusan, terpiluh saudara Sumarno Syamsuri yang berasal dari Pengprov TI Sulteng, saudara Handrianto  dari Pengprov TI Sumbar dan Saudara Alfon Lung dari Pengprov TI Kaltim.

Ketua Umum PBTI Letjen TNI (Purn) Marciano Norman yang telah demisioner dan mengakhiri masa baktinya, berpesan agar komitmen menjalankan program hasil Munas ini dapat dilaksanakan dengan baik. Tentunya dengan semangat soliditas dan sinergitas yang baik antara PBTI dengan seluruh Pengprov TI di Indonesia. Dalam kesempatan tersebut Bapak Marciano Norman juga meminta maaf apabila selama dalam kepengurusannya, masih terdapat kekurangan dan kendala sehingga masih ada program yang belum tercapai. Oleh karenanya, beliau mengajak seluruh peserta, dalam hal ini Pengprov untuk mendukung langkah-langkah perbaikan secara konstruktif yang dilakukan oleh ketua Umum PBTI yang baru.

“Bantu dan dukung penuh Ketum PBTI yang baru, Bapak Thamrin dalam menata serta menyempurnakan organisasi, meningkatkan pembinaan atlet dengan penuh kepedulian demi tercapainya cita-cita kita semua. Selamat dan terus berkarya, maju Taekwondo Indonesia, raih prestasi dunia,” Ujarnya.

Letjen TNI (Purn) Marciano Norman mengapresiasi dan berterima kasih atas pengorbanan dan dukungan tulus dari para Pengurus PBTI Periode 2015-2019. “Saudara sekalian selalu membuat saya bahagia, bangga dan terhormat sebagai Pimpinan Taekwondo Indonesia,” kata Marciano.

Menurut Bapak Marciano, semua keberhasilan dalam periode kepemimpinannya mulai dari Sea Games, Kejuaraan Junior Asia , Kejuaraan Dunia Poomsae serta Asian Games serta berbagai turnamen Internasional yang selama ini diikuti, tidak mungkin diraih tanpa kerja keras, sinergitas dan suasana penuh kekeluargaan dalam mendukung kebijakan yang dikeluarkan Marciano.

Sementara itu, Letjen TNI (Purn) H. M Thamrin Marzuki yang terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) Periode 2019-2023, dalam sambutan perdananya, menyampaikan terima kasih atas kepercayaan peserta Musyawarah Nasional (Munas) kepadanya.

“Semoga kepercayaan ini dapat kami jaga dan jalankan dengan segenap kemampuan demi kemajuan olahraga Taekwondo Indonesia,” Ujar Bapak Thamrin Marzuki.

Menurutnya, untuk melanjutkan capaian prestasi kepemimpinan sebelumnya, diperlukan dukungan dan kerja sama dari seluruh Pengprov untuk membangun dan mengembangkan olahraga Taekwondo di seluruh Indonesia. “Sehingga atlet-atlet Taekwondo Indonesia bisa berlaga di ajang pesta olahraga sejagat Olimpiade, bukan hanya sebatas impian tetapi bisa menjadi kenyataan,” Ujar Mantan Waka BIN dan Sekjen Dephan tersebut 

Bapak Thamrin Marzuki memahami bahwa keberhasilan organisasi PBTI tidak semata-mata ditentukan oleh kepemimpinannya, tetapi dibutuhkan pula soliditas, sinergitas dan peran aktif dari seluruh pengurus baik di pusat, di daerah oleh Pengprov, para atlet, pelatih dan stakeholder lainya. “Hal tersebut merupakan modal utama PBTI untuk menghadapi setiap kesulitan dan hambatan untuk mengembangkan setiap potensi yang kita miliki demi kemajuan Taekwondo Indonesia,” jelas Bapak Thamrin Marzuki, sebelum akhirnya menutup Munas IX, 2019 tersebut.

 

Sumber : Taekwondo Indonesia News

Kejurda dan Gubernur Cup Taekwondo 2019 resmi dibuka oleh Gubernur Riau Syamsuar di dampingi Wagubri Edi Natar di GOR Tribuana Pekanbaru, Jumat (29/3/2019). Event tahunan Pengprov TI Riau ini, dihadiri beberapa pejabat daerah, antara lain Kadispora Riau Doni Apriadi, Kadispora Pekanbaru Zulfahmi Adrian, Danyon Paskhas, Dandim Pekanbaru, perwakilan KONI Riau, serta seluruh Pengkab/Pengkot TI se-Riau, dan ratusan atlet taekwondo.

Ketua Pengprov TI Riau H. Amran Tambi mengatakan bahwa kejuaraan taekwondo kali ini dibagi dalam dua kategori, yakni Kejurda yang diikuti oleh seluruh Pengcab/Pengkot TI se-Riau (12 kabupaten/kota, dan Gubernur Cup 2019, yang pesertanya terbuka bagi semua dojang (klub) yang ada.

"Kalau ditotalkan jumlahnya 649 peserta. Jumlah ini terdiri dari jumlah atlet yang tampil di Kejurda sebanyak 202 atlet. Sementara untuk peserta Gubernur Cup sebanyak 447 atlet. Mereka akan bertanding hingga Minggu (31/3/2019) nanti," papar Tambi.

Event ini lanjut Tambi mempertandingkan mulai dari kelas junior hingga kelas senior.

"Wasit yang diturunkan semuanya wasit taekwondo yang sudah ikut pelatihan dan mengantongi sertifikat," tambahnya.

Gubernur Riau Syamsuar yang membuka kejuaraan ini memberikan apresiasi yang luar biasa, khususnya kepada panitia pelaksana, serta pengurus taekwondo. Dia berharap agar melalui kejuaraan ini bisa melahirkan lagi atlet-atlet handal milik Riau.

Apalagi dalam tahun ini, Riau akan mengikuti babak kualifikasi di Porwil dan Kejurnas Pra PON. Tentunya, Riau harus menurunkan atlet-atlet handal agar meraih prestasi gemilang. Termasuk halnya cabor taekwondo ini.

"Sejak awal kita sudah nyatakan dukung penuh kejuaraan taekwondo ini. Mari sama-sama kita harumkan nama Riau di kancah nasional dan internasional. Kepada anak-anak kami para atlet, selamat bertanding. Jaga sportivitas dan fair play," pinta Gubernur Syamsuar

Pekanbaru Raih Juara Umum

Kontingen Pekanbaru akhirnya berhasil meraih juara umum dengan mengumpulkan 24 keping medali. 24 medali itu terdiri dari 16 emas, 3 perak dan 5 perunggu. Sementara itu posisi kedua ditempati kontingen dari Kampar dengan mengumpulkan 7 emas, 4 perak dan 12 perunggu. Selanjutnya peringkat tiga diraih Bengkalis dengan meraih 2 emas, 4 perak dan 8 perunggu.

Menurut Tambi dari hasil kejuaraan tersebut sangat terlihat jelas perkembangan taekwondo di Riau sudah merata ke seluruh kabupaten/kota.

"Hal itu bisa dilihat dari hasil Kejurda yang kita gelar selama tiga hari di GOR Tribuana, Pekanbaru," ungkap Tambi.

Kemudian tambah Tambi, pihaknya juga telah mengantongi sejumlah nama atlet berprestasi yang akan disiapkan tampil pada Kejurnas Pra PON 2019 mendampingi atlet andalan Riau Ibrahim Zarman, Galuh Kogas dan beberapa atlet lainnya.

"Atlet yang kita pantau itu nantinya kita panggil dan akan mengikuti Traning Camp (TC) berjalan yang kita gelar sekitar bulan Juni nanti sampai Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda) KONI," papar Tambi.

Prestasi yang diraih atlet Pekanbaru itu diberi apresiasi oleh Pelatih Taekwondo Pekanbaru Rodi.

"Kita sangat memberikan apresiasi kepada seluruh atlet Pekanbaru terutama yang berhasil meraih medali," ujar Rodi. Tapi bagi atlet yang meraih medali emas tambah Rodi, akan dilatih lebih intensif lagi untuk menuju Pra PON 2019. "Semoga atlet kita banyak yang dipanggil untuk persiapan Pra PON 2019 dan mereka akan prioritas kita latih," ucap Rodi.

Pengprov Taekwondo Indonesia (TI) Banten menggelar ajang Kejuaraan Taekwondo Open. Open turnamen yang diselenggarakan oleh Pengprov Ti Banten ini adalah yang ke enam kalinya. Kejuaraan bertajuk 6thBanten Open Taekwondo Champhionship 2019  berlangsung di Indoor Stadium Sport Center Kabupaten Tangerang Banten 23-24 Maret 2019

Kejuaraan ini merupakan ajang pemanasan jelang Pra PON, hingga Popnas. Kejuaraan dibuka oleh Ketua KONI BANTEN Brigjen Pol Purn Hj. Rumiah Kartoredjo dihadiri Ketua KONI Kab.Tangerang, Staf Khusus Ketua Umum PBTI yang juga selaku pejabat KOI Bapak Ade Lukman,  Ketua Komisi Perwasitan PBTI, TB Indra Mulia Ari Zuhri, Ketua Bidang Organisasi PBTI, Yefi Triaji, Kadispora Banten, Kadispora Kab.Tangerang,Direktur Perusahaan PT Krakatau Posco dan PT Indah Kiat sebagai sponsorship kejuaraan.

Ketua KONI Banten Brigjen Pol. Hj. Rumiah Karto Redjo mengatakan kejuaraan taekwondo ini diharapkan mampu menambah jam terbang dan meningkat atlet-atlet handal Taekwondo Banten untuk menuju Banten Cemerlang di PON Papua nanti. Dalam kegiatan ini juga diserahkan uang Pembinaan sebesar Rp 50.juta dari PT. Krakatau Posco.

Sementara itu, Sekretaris Pengprov TI Banten Fiva Zabreno mengatakan, kejuaraan yang dibuka secara nasional tersebut, mempertandingkan tiga kategori. yakni kadet, junior, dan senior. Hal tersebut diharapkan mampu menjaring seluruh taekwondoin dari berbagai usia se-Indonesia. Sehingga akan memaksimalkan keikutsertaan peserta pada ajang ini,” ujarnya

Kejuaraan ini diikuti 480 atlet dari 49 Club 4 Propinsi “Ya tidak sedikit daerah-daerah yang memanfaatkan ajang ini untuk pemanasan. Mereka kan harus mempersiapkan diri menjelang Popnas, Pra-PON sampai ke PON. Jadi ini bisa menjadi ajang pemanasan sekaligus untuk memantau kekuatan masing-masing,” Terang Fiva.

Ia berharap kejuaraan ini dapat sekaligus menjadi ajang try in bagi taekwondoin Banten, yang juga harus mempersiapkan diri menghadapi kejuaraan tingkat nasional tahun ini.

Hasil pertandingan Banten Open 2019 :

Juara Umum 1. SKO Ragunan, Juara Umum 2,  Kota Tangerang, Juara Umum ke 3  : SKKB Bogo

* Atlet terbaik cadet Putra : Rafi Khairul R (Magma TC)

* Atlet terbaik cadet Putri : Devinda Octamaicya (Kota Tangerang)

*   Atlet terbaik Junior Putra : Kumara Arsy A (SKO Ragunan)

*  Atlet terbaik Putri : Dania Putri (STKB Kab. Bogor)

*  Atlet terbaik senior : Pa : Pandu Aji Alzayed (SKO Ragunan) Pi : Dhean Titania (Jawara Subang)

 

*) Suyudi

Sumber : Taekwondo Indonesia News (TIN)

Senayan Trade Centre (STC),
Senayan, Lantai 3 No.173B,
Jalan Asia Afrika. Jakarta Selatan
Telp: 021-29407769

Email: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Cari

Peta Kantor PBTI