Jadwal Pertandingan Kategori Poomsae Recognize kategori Beregu/ team Putra/i, Individual Putra/i, Pair 

Technical Meeting Kejuaraan Nasional Senior - Babak Kualifikasi Pra PON 2019 dilaksanakan di Fame Hotel Jl. Boulevard Raya Gading Serpong No.kav.30, Gading, Serpong, Tangerang, Banten, dihadiri oleh seluruh team official utusan Pengprov TI   

Roundown Pra PON 2019

26 Sep 2019 Written by

Jadwal Pra PON 2019. Jadwal ini masih bersifat sementara. Untuk Jadwal yang sudah fix, akan diberikan oleh penyelenggara setelah Technical Meeting.

Ketua Umum Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTi) Letjen TNI (Purn) H. Thamrin Marzuki membuka kejuaraan taekwondo piala Menpora yang berlangsung di GOR POPKI CIbubur, Jakarta Timur (21/9). Kejuaraan bertajuk 'Menpora Cup Taekwondo Championship' yang berlangsung dari tanggal 20 – 22 September 2019 ini, diprakarsai oleh Dewan Pengurus Pusat Purna Prakarya Muda Indonesia (DPP PPMI) sebagai panitia penyelenggara. Kejuaraan diikuti oleh 2200 peserta dari berbagai klub diberbagai daerah ditanah air yang menpertandingkan dua nomor, yakni poomsae (jurus) dan kyorugi (tarung). Kelas yang dipertandingkan adalah kelas pemula maupun prestasi, dari kategori pra kadet, kadet dan junior.

Ketua Umum PBTI, Bapak Letjen TNI (Purn) H. Thamrin Marzuki, sangat mengapresiasi terlaksananya kejuaraan yang sudah dua kali digelar ini. Apalagi yang menyelanggarakan adalah sebuah organisasi kemasyarakatan yang peduli dengan pembinaan dan perkembangan serta serta prestasi olahraga. Apalagi PPMI menurut Ketua Umum memilih taekwondo sebagai salah satu programnya. Atas nama masyarakat dan komunitas taekwondo Indonesia, dirinya memberikan penghargaan dan apresiasi atas inisiatif tersebut. Dan semoga gelaran kejuaraan ini terus berlangsung setiap tahunnya.

“Selaku ketua Umum PBTI, saya mengapresiasi kejuaraan ini. Apalagi yang menyelenggarakan adalah sebuah organisasi kemasyarakatan yang peduli dengan pembinaan dan perkembangan prestasi olahraga dan memilih taekwondo sebagai salah satu bentuk program mereka dalam upaya memasyarakatkan olahraga ” Ujar Thamrin Marzuki.

Ditambahkan Bapak Thamrin, kejuaraan yang bertemakan “Taekwondo Menyatukan Kita”  ini menjadi sangat relevan karena semangat kejuaraan-kejuaraan taekwondo dibawah naungan PBTI yang dilaksanakan di berbagai daerah, salah satunya memang bertujuan untuk membangun semangat persatuan dan kesatuan. Apalagi di dalam kejuaraan tersebut, bukan saja atmosfir sportifitas dan kebersamaan yang terlihat, tapi juga keterlibatan dan partisipasi serta dukungan, dari para atlet, pelatih, wasit hingga orang tua yang hadir. Itu semua menurut Ketua Umum menjadikan kejuaraan taekwondo memiliki atmosfir kebersamaan yang edukatif dan memberikan nilai-nilai positif bagi generasi muda menuju proses pendidikan karakter suatu bangsa.

“ Atmosfir persatuan dan kesatuan dalam kejuaraan taekwondo sangat terlihat. Apalagi dalam kejuaran semua pihak saling terlibat, mendukung dan berpartisipasi. Hal ini tentu membawa nilai positif. Dengan mengenal olah raga taekwondo sejak awal, dan menjadikan setiap kejuaraan taekwondo sebagai pengalaman berharga, maka dalam jiwa para atlet,  akan tertanam bukan saja pembentukan dan pengembangan prestasi secara konstruktif, namun juga terbentuk nilai - nilai kedisiplinan, semangat juang dan percaya diri yang tinggi, seperti nilai-nilai yang terkandung dalam olah raga taekwondo itu sendiri. Selain itu juga dapat memberikan motivasi kepada atlet - atlet  taekwondo Indonesia yang masih pemula untuk mengembangkan bakatnya melalui semangat dan disiplin berlatih. Sehingga ke depan anak - anak Indonesia ini akan menjadi atlet yang membanggakan di masa mendatang “ Terang Thamrin Marzuki yang didampingi oleh Kabid Binpres PBTI, Bapak Yefi Triaji, Ketua Technical Delegade (TD) Tri Nurjanah dan ketua Ketua Umum PPMI M. Ramdhan Ulayo selaku penanggung jawa kejuaraan yang didampingi sejumlah pengurus dan panitia.

Seperti diketahui, PPMI merupakan organisasi binaan Kemenpora yang lahir dari program Jambore Pemuda Indonesia (JPI). Salah satu concern organisasi ini di bidang olahraga adalah membantu mendorong munculnya atlet-atlet berbakat dan memiliki kompetensi yang tinggi sehingga atlet-atlet Indonesia mampu bersaing di dunia internasional melalui berbagai ajang kejuaraan olahraga. Dalam hal ini salah satu kejuaraan yang direalisasikan itu dan mendapat apresiasi positif dari Menpora adalah kejuaraan taekwondo kategori nasional, seperti piala menpora ini.

Diakhir sambutan, Ketua Umum PBTI berpesan agar pelaksanaan kejuaraan diharapkan berlangsung dengan aman dan tertib. Selain itu Ketua Umum juga berpesan untuk menjujung tinggi sportifitas, sehingga penyelenggara dan pengurus PBTI yang dibantu oleh para pelatih dan wasit dapat melihat dikejuaraan ini juga nantinya akan ada yang terlihat potensi dan kualitas atlet yang baik untuk bisa di bina lebih lanjut

*) A. Trinanda

Ketua Umum Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) Letjen TNI (Purn) H. Thamrin Marzuki, didampingi segenap jajaran pengurus membuka rangkaian kegiatan Pendidikan Latihan (Diklat) dan Penyegaran Wasit Nasional (PWN) serta UKT High DAN 2019 di Wiladatika Cibubur Jakarta Timur, Kamis, 19/09/2019. Keseluruhan tiga kegiatan yang disatukan  dalam satu rangkaian yang disebut 3 in 1 ini diikuti 21 propinsi dengan total sebanyak 524 peserta yang dibagi kedalam dua gelombang. Gelombang pertama diikuti sebanyak 156 peserta terdiri dari 96 orang peserta mengikuti diklat dan 73 peserta mengikuti PWN. Untuk program kedua, yakni Penguji Nasional, Diklat dan PWN direncanakan diikuti 202 peserta. Adapun untuk program ketiga, UKT High DAN diikuti sebanyak 80 peserta, terdiri dari ujian ke DAN 7 sebanyak 22 peserta, ujian ke-DAN 6 sebanyak 5 peserta, dan ujian ke-DAN 5 sebanyak 53 peserta.

Dalam sambutannya ketua Umum PBTI, Letjen TNI (Purn) H. Thamrin Marzuki mengatakan bahwa seluruh rangkaian kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk tanggung jawab PBTI untuk menunjang kemampuan dan pemerataan kompetensi para wasit nasional PBTI. Dengan kompetensi itu, maka menurutnya, tentu akan berdampak pada kualitas pertandingan atau kejuaraan-kejuaraan taekwondo yang digelar ditanah air.

“Prestasi atlet Taekwondo Indonesia juga sangat tergantung bagaimana kualitas kejuaraan taekwondo. Dan salah satu indikator berkualitasnya kejuaraan tersebut adalah karena wasit yang berkualitas  dalam tugasnya disetiap event-event pertandingan yang digelar di tanah air.” Terang Bapak Thamrin Marzuki.  

Oleh karenanya, beliau berpesan, selain kegiatan ini terus dievaluasi terutama pada kualitas (mutu) materi dan instrukturnya, program Diklat dan Penyegaran Wasit Nasional ini juga senantiasa terus dilakukan secara terprogram dan simultan serta berkelanjutan mengikuti update perkembangan peraturan pertandingan yang dikeluarkan World Taekwondo (WT).

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Umum PBTI juga memuji bahwa kualitas wasit Indonesia yang bersertifikasi internasioal (International Referee) juga tidak kalah dengan kualitas wasit internasional lainnya. Terbukti IR Indonesia di beberapa event mendapat predikat wasit terbaik (the best Referee). Antara lain ketika kejuaraan Internasional di Napoli, yang waktu itu diraih oleh GM Ina Febriana Sari, Kejuaraan Asia di Vietnam yang diraih oleh Sabeumnim Irene Yosephine dan dan Open Turnamen Internasional kategori G1 di Korea yang diraih oleh Sabeumnim Irwan N..

Apresiasi Ketua Umum PBTI terkait dengan Predikat wasit terbaik itu penting untuk menjadi pemacu semangat para wasit. Menurut ketua Umum PBTI, keikutsertaan wasit Indonesia di event internasional dan sekaligus berpredikat yang terbaik dalam menjalankan tugas kompetensinya sebagai wasit, juga merupakan prestasi yang mengharumkan nama Indonesia di kancah Internasional.

Bapak Thamrin Marzuki juga berharap dengan predikat tersebut, tentu akan memacu dan memotivasi para wasit lainnya agar percaya diri dalam menjalankan tugas karena kompetensinya dalam menguasai aturan pertandingan. Oleh sebab itu Ketua Umum PBTI berpesan agar Bidang Binpres dan Diklatbang, yang membawa komisi perwasitan dan kepelatihan untuk terus melakukan sinergi pembinaan dan kompetensi para wasit Indonesia. Bidang itulah yang mengkonstruksi karir para taekwondoin sebagai wasit. Dari level wasit daerah, wasit nasional hingga wasit Internasional. Dan Bagi wasit terbaik di setiap event-event yang digelar di tanah air, tentu akan menjadi catatan positif bagi PBTI kedepan untuk memacu sekaligus mendorong jumlah wasit internasional Indonesia nantinya.

Selain itu, dijelaskan Ketua Umum PBTI digelarnya DIklat dan Penyegaran wasit kali ini juga tidak terlepas dari akan dilaksanakannya gelaran Pra PON 2019 yang akan berlangsung di Indoor Stadium Serpong, Propinsi Banten 27 – 29 September 2019.

“Bekal diklat dan PWN ini akan menjadi salah satu kriteria bagi mereka yang nantinya akan bertugas di ajang empat tahunan menuju PON 2020 Papua tersebut.” Ujar Ketua Umum PBTI Bapak Thamrin Marzuki.

Khusus mengenai Ujian High DAN, utamanya dari DAN 6 ke DAN 7, ini untuk yang pertama kali dilakukan oleh PBTI. Hal tersebut merupakan salah satu hasil dari kesepakatan PBTI dengan Kukkiwon yang memberikan kesempatan kepada para praktisi taekwondo Indonesia, untuk bisa melakukan ujian High DAN di Indonesia, tidak lagi harus ke Korea dengan biaya yang besar.

 

*) A. Trinanda

  

 

Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) melalui Bidang Pendidikan, Latihan dan Pengembangan (Diklatbang) dan Bidang Pembinaan Prestasi (Binpres) akan menyelenggarakan 3 program sekaligus dalam satu waktu. Ketiga Program tersebut adalah Diklat dan Penyegaran Wasit Poomsae, Penyegaran Penguji Nasional dan Ujian High DAN 2019.  Pelaksanaan kegiatan akan dipusatkan di kompleks Wisma Wiladaktika,  Jl.  Jambore Raya, Cibubur,  Jakarta Timur. Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam dua gelombang. Gelombang I dilaksanakan dari tanggal 18 - 23 September 2019 (2 Program) atau Mulai  H – 8 sampai dengan H – 3 sebelum Pra PON. Gelombang II dilaksanakan dari tanggal 30 September - 6 Oktober 2019 (3 Program) atau mulai H+1 sampai dengan H+7 setelah Pra PON selesai.

Kepala Bidang Diklatbang, GM Indra Mulia, mengatakan bahwa penyelenggaraan Diklat dan Penyegaran Wasit Nasional Poomsae, Penyegaran Penguji Nasional serta Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) High DAN 2019 ini merupakan salah satu program kerja PBTI dalam rangka peningkatan kualitas SDM anggotanya. Ditambahkannya, kegiatan ini bertajuk program 3  in 1 yang melibatkan Bidang Diklatbang dan Bidang Binpres PBTI.

Menurutnya, sengaja kegiatan ini dijadikan satu untuk tujuan meringankan beban peserta baik dari segi waktu maupun biaya. Termasuk demi memudahkan peserta, sekaligus sebagai upaya untuk lebih efisien dan efektif melibatkan seluruh pengprov TI.   Sengaja program ini waktunya bersamaan dengan kegiatan Pra PON 2019 agar official, pelatih dan wasit yang juga bertugas di Pra PON bisa langsung terlibat mengikuti kegiatan tersebut.

Ditambahkan GM Indra, tujuan dilaksanakannya program ini adalah sebagai bentuk sosialisasi dan Penyegaran Peraturan Pertandingan WT Poomsae 2019, sebagai upaya untuk menambah jumlah dan kapasitas kualitas SDM wasit poomsae Nasional, mempersiapkan para wasit poomsae nasional yang akan bertugas pada kejuaraan-kejuaraan resmi yang diselenggarakan PBTI, menambah jumlah dan meningkatkan kapasitas penguji nasional, serta mempersiapkan para Penguji Nasional yang akan bertugas pada Ujian Kenaikan Tingkat Geup / Sabuk Hitam yang diselenggarakan PBTI dan Pengprov T.I. seluruh Indonesia.

“Bidang Diklatbang dan Binpres telah bersinergi menentukan program yang diharapkan bisa maksimal diikuti dengan partisipasi sesuai dengan ekspektasi PBTI. Khususnya dari komisi perwasitan dan komisi UKT, program ini merupakan program kerja jangka pendek untuk mendorong kapasitas, baik dari segi kualitas maupun kuantitas para wasit nasional dan para penguji nasional. Termasuk juga jumlah High DAN”. Ujar GM Indra.

Lebih lanjut GM Indra Mulia Arie Zuhri mengatakan bahwa khusus mengenai ujian High DAN ini, Hal tersebut merupakan salah satu hasil dari kesepakatan PBTI dengan Kukkiwon yang memberikan kesempatan kepada para praktisi taekwondo Indonesia, untuk bisa melakukan ujian High DAN di Indonesia, tidak lagi harus ke Korea dengan biaya yang besar.

Oleh karenanya, GM Indra menghimbau kepada para pengurus TI di daerah, agar selain fokus kepada pencapaian prestasi di Pra PON, pengurus TI di daerah juga harus bisa memaksimalkan kesempatan ini untuk ikut berpartisipasi, mengingat semakin banyak tumbuhnya unit-unit latihan baru setiap tahun, event-event kejuaraan-pun semakin padat, baik di level nasional maupun internasional, sehingga bukan saja membutuhkan penambahan jumlah wasit, dan penguji tapi juga memerlukan penataan serius terkait dengan kompetensinya sebagai wasit dan penguji.

Untuk program I, Diklat dan Penyegaran Wasit Nasional (PWN) poomsae direncanakan akan diikuti sebanyak 169 peserta, terdiri dari 96 peserta diklat dan 73 peserta PWN. Untuk program II, yakni Penguji Nasional, Diklat dan PWN direncanakan akan diikuti 202 peserta. Adapun untuk program III UKT High DAN rencananya akan diikuti sebanyak 80 peserta, terdiri dari ujian ke DAN 7 sebanyak 22 peserta, ujian ke-DAN 6 sebanyak 5 peserta, dan ujian ke-DAN 5 sebanyak 53 peserta.

Ketiga program tersebut (Diklat dan Penyegaran Wasit Poomsae, Penyegaran Penguji Nasional dan Ujian High DAN 2019) akan melibatkan 11 instruktur dan penguji, yaitu :

  1. GM Acen Tanuwijaya
  2. GM Indra M. Zuhri
  3. GM Anthony Musa Siregar
  4. GM Ina Febriana Sari
  5. Master Shin Seung Jung
  6. Master Handrianto
  7. Master Hari Kusmayudi
  8. Master Benhard Lumowa
  9. Master Alisan
  10. Master Sumarno
  11. Master Mulyadi Jansen

*) Adt

Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) bekerjasama dengan Pengurus Propinsi Taekwondo Indonesia (Pengprov TI) Banten sebagai tuan rumah, siap menggelar babak kualifikasi Pra PON 2019 yang akan berlangsung di Indoor Stadium Sport Center, Kabupaten Tangerang - Banten, dari tanggal 27 – 29 September 2019.  

Ketua Umum PBTI, Letjen TNI (Purn) H. M Thamrin Marzuki mengatakan bahwa pihaknya berharap babak Kualifikasi Pra PON 2019 ini,  dapat memacu menghasilkan dan meningkatkan prestasi para taekwondoin di seluruh propinsi. Oleh karenanya, diharapkan propinsi yang mengikuti ajang ini, telah mempersiapkan para atletnya semaksimal mungkin demi kemajuan prestasi taekwondo Indonesia di tingkat nasional. Sebab ajang yang diikuti oleh taekwondoin senior dan terbaik disetiap propinsi ini, sebagian besar akan menjadi kekuatan taekwondo nasional dalam mewakili negara di event-event internasional.  Dalam konteks itulah maka para pengurus propinsi dan para atlet, senantiasa bukan saja fokus mewakili daerahnya nanti di PON 2020 di Papua, tapi juga ajang ini difokuskan untuk merebut tempat terbaik di tim nasional untuk mengikuti Sea Games 2019 di Filipina.

“Makin dekatnya pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua - 2020 dan Sea Games Philipina 2019 di harapkan seluruh Pengurus Provinsi TI mempersiapkan atlet - atlet potesialnya secara maksimal yang nantinya dapat kita seleksi secara maksimal pula untuk dapat turut berpartisipasi demi kemajuan dan prestasi Taekwondo Indonesia di tingkat Nasional, Asia maupun Dunia. Besar harapan kami, putra - putri Taekwondoin terbaik dari seluruh provinsi ini dapat memberikan hasil yang maksimal.” Ujar Bapak Thamrin Marzuki.

Sementara itu, Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi, Yefi Triaji mengatakan bahwa babak kualifikasi PON 2019 ini dilaksanakan selain mengikuti ketentuan kalender program, SOP pertandingan dan sistem pertandingan berstandard World Taekwondo, juga sesuai dengan pertimbangan dan masukan seluruh pengurus propinsi. Hasilnya, Babak Kualifikasi Pra PON 2019 diputuskan menggunakan Sistem SEEDED dari hasil Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX - Jawa Barat Tahun 2016 (Ranking 1 - 8 + Papua) dan dibagi dalam 3 (Tiga) Pool sedangkan untuk Provinsi lainnya akan di Random agar memenuhi 3 (Tiga) Pool dengan distribusi merata.

Babak Kualifikasi Pra PON 2019 mempertandingkan kategori Kyorugi dan Poomsae. Untuk kategori Kyorugi digunakan sistem gugur, dengan menggunakan PSS KPNP. Adapun untuk kategori poomsae menggunakan sistem Cut Off dengan menggunakan aplikasi Taekwonshoft. Nomor  kyorugi mempertandingkan 16 nomor kelas, terdiri 8 kelas putra (Under 54, Under 58, Under 63, Under 68, Under 74, Under 80, Under 87 dan Over 87) dan 8 kelas putri (Under.46, Under 49, Under 53, Under 57, Under 62, Under 67 danUnder 73). Untuk kategori poomsae terdiri dari kategori Poomsae Recognize (Pasangan / Pair) dan kategori Freestyle terdiri dari Individual Putra, Individual Putri, Pair dan Mixed Team.  Untuk Poomsae Recognize para atlet akan mempresentasikan Taegeuk 6,7,8 Jang, Koryo, Keumgang, Taebaek, Pyongwon dan Shipjin.

Terkait dengan informasi tersebut, pengurus propinsi diharapkan untuk segera menginformasikan pendaftaran kepesertaan mereka yaitu selambat-lambatnya pada tanggal 15 September 2019 yang merupakan tahap pertama pendaftaran entry by class.  Untuk Entry by Name, selambat-lambatnya dilaksanakan pada tanggal 20 September 2019

Secara khusus Kabid Binpres PBTI juga menjelaskan bahwa peserta Kyorugi dan Poomsae di ajang Babak Kualifikasi Pra PON dan Kejuaraan Nasional Senior 2019 ini adalah kelahiran Tahun  1993 – 2003. Ditambahkan pula bahwa Babak Kualifikasi Pra PON 2019 ini nantinya akan menyeleksi sebanyak 128 atlet kyorugi dan 40 atlet poomsae, sehingga yang nanti bertarung di PON 2020 di Papua adalah sebanyak 168 atlet. Secara khusus Kabid Binpres juga mengingatkan bahwa pelatih yang mendampingi atlet dilapangan cukup satu orang pelatih saja dan telah memiliki sertifikasi kepelatihan tingkat nasional. Dan wajib berpenampilan rapih dengan ketentuan yang sudah ditetapkan, yakni menggunakan Jas dan bersepatu. Tidak diperkenankan menggunakan sandal ataupun topi.

Pengprov TI Banten selaku tuan rumah, saat ini tengah berbenah untuk menyiapkan segala fasilitas dan keperluan pendukung untuk mensukseskan ajang empat tahunan ini. Sekretaris Umum TI Banten yang juga sekaligus Ketua pelaksana pertandingan, Fiva Zabreno mengatakan bahwa, dirinya berharap seluruh peserta dalam hal ini pengurus propinsi agar mengikuti seluruh ketentuan yang telah ditetapkan oleh PBTI. Dari proses registrasi, technical meeting hingga pemahaman mengenai ketentuan pelaksanaan pertandingan, diharapkan dilakukan sesuai dengan deadline tanggal yang sudah ditetapkan. Hal ini dimaksudkan agar seluruh proses dan pelaksanaan babak kualifikasi Pra PON 2019 nantinya berjalan dengan lancar, tidak terkendala dengan adanya masalah teknis administratif. Ditambahkan Fiva, Pengprov TI Banten, selaku tuan rumah akan berusaha semaksimal mungkin menjadi tuan rumah yang baik, melayani dengan segenap hati untuk sinergi masa depan prestasi taekwondo Indonesia.

*) Adt

 

 

 

 

Timnas Taekwondo Indonesia sukses meraih 3 medali emas, 3 perak dan 3 perunggu di ajang 2nd Asian Open Taekwondo Championships yang berlangsung di sports Stadium, Military Zone7, Ho Chi Minh, Vietnam 15 – 19 Agustus 2019.

Kejuaraan open tournament internasional kategori G-1 yang mempertandingkan kategori Kyorugi (tarung) dan poomsae (jurus) baik senior maupun junior ini adalah yang ke dua kali digelar di Vietnam. Diikuti lebih dari 400 atlet dari 25 negara di Asia yang rata diisi tim nasional negara masing-masing, timnas taekwondo Indonesia berhasil memberikan catatan positif sebelum menuju Sea Games yang direncanakan akan berlangsung bulan November mendatang di Filipina.

Timnas taekwondo Indonesia sendiri berkekuatan 19 Atlet, yang turun baik kategori poomsae maupun Kyorugi. Medali emas diraih oleh Mariska Halinda yang bertanding di nomor senior U 53 Kg putri, Aqila Aulia Ramadhan di nomor junior Kyorugi U 49 Kg putri, dan Wawan Saputra yang bertanding di nomor junior freestyle poomsae putra. Adapun medali perak diraih oleh Reinaldi Atmanegara yang turun di nomor senior U 54 Kg putra, Dinggo Ardian di nomor U74 Kg putra, dan Defia Rosmaniar – Ruhil – Rachmania yang turun di nomor poomsae beregu putri. Sedangkan medali perunggu diraih oleh  Ibrahim Zarman yang turun di nomor senior U 63 Kg putra, Rizky Anugerah, di nomor senior U 87) dan Wahyu – Alfi – Abdul Rahman di nomor beregu putra poomsae.

Terkait dengan hasil tersebut Ketua Umum Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) Letjen (TNI) Purn. H. M. Thamrin Marzuki mengucapkan selamat dan mengapresiasi kinerja seluruh jajaran tim. Baik atlet maupun seluruh official yang terlibat. Menurutnya pencapaian hasil di kejuaraan ini merupakan jerih payah latihan yang keras dan berkat hasil evaluasi yang dilakukan timnas secara terus menerus. Dirinya optimis dengan hasil tersebut, taekwondo Indonesia bisa mengulang sukses dan mencapai target di ajang Sea Games di Filipina nanti.

 “Saya ucapkan selamat kepada para atlet dan seluruh tim yang telah mengharumkan nama bangsa dan negara. Tantangan kedepan dalam waktu dekat adalah Sea Games, olehkarena itu tetap jadikan hasil ini sebagai catatan evaluasi melihat berbagai kekurangan yang dimiliki timnas untuk menentukan strategi dan langkah-langkah kedepan”. Ujar Ketua Umum PBTI ketika menyambut kedatangan timnas di Bandara Soekarno Hatta (17/8).

Selain keberhasilan mendulang medali di ajang “pemanasan” jelang Sea Games ini, atlet timnas Indonesia atas nama Aqilla  Aulia Ramadhan dan Wawan Saputra juga dinobatkan sebagai atlet tebaik. Masing-masing menyabet the best  junior female kyorugi dan The best junior male poomsae. Selain atlet, pelatih Indonesia Maulana Haidir juga dinobatkan sebagai pelatih terbaik untuk kategori poomsae, serta wasit asal Indonesia yang bertugas di ajang ini, yaitu Irene Yosephine juga dinobatkan sebagai wasit terbaik.

Penghargaan yang diberikan tersebut menurut Ketua Umum PBTI diharapkan dapat makin memicu semangat dan motivasi para atlet dan wasit untuk senantiasa mengejar prestasi terbaik dimasa-masa yang akan datang.

Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan Prestasi (Kabid Binpres) PBTI, Yefi Triaji mengatakan bahwa Hasil di Vietnam ini menunjukkan progress peningkatan yang signifikan dari para atlet.

“Dari kejuaraan Universiade  dan kejuaraan di Korea beberapa waktu yang lalu kita memang melakukan evaluasi. Hasil ini membuat saya senang karena progress perkembangan para atlet terlihat meningkat.  Tapi jujur saya masih belum puas, karena ada beberapa catatan penting yang harus menjadi bahan evaluasi.” Tegas Yefi.

Menurutnya, secara teknis, atlet yang turun di kejuaraan Asia ini bermain bagus. Mereka rata-rata dapat bersaing ketat dengan lawan-lawan mereka. Bahkan jika melihat penampilan khususnya atlet junior, dirinya melihat diluar perkiraan pesatnya perkembangan yang dicapai mereka. Namun demikian, Yefi menilai bahwa masih perlu pembenahan dari sisi mentalitas dan aspek non teknis lainnya yang perlu diperbaiki. Walaupun dirinya tidak mau menyebut aspek non teknis  tersebut, namun Menurutnya, masih cukup waktu untuk mempersiapkan diri dan mengejar kesiapan yang lebih matang lagi untuk menghadapi Sea Games di Manila nanti.

*) Adt

Tim nasional (timnas) taekwondo belum berhasil berbuat banyak diajang Korea Terbuka dan Universiade 2019, belum lama ini. Timnas yang berlaga di sana hanya meraih satu medali perunggu. Perunggu diraih oleh tim poomsae beregu putra yang diperkuat Abdul Rahman Darwin, I Kadek Dwipayana, dan Muhammad Abdurrahman Wahyu. 

Salah satu pelatih timnas, Taufik Krisna Nugraha, menyebut kurangnya waktu persiapan dan  jam terbang atlet sebagai salah satu  sebab hasil yang diraih tersebut. Ajang kompetitif terakhir yang diikuti oleh para taekwondoin Indonesia adalah Asian Games XVIII/2018.

Dengan kata lain, nyaris setahun tak berlaga. “Terlalu lama tak bertanding, jadi wajar jika atlet belum bagus di Universiade maupun Korea Terbuka. Setidaknya, ini bisa jadi acuan kelemahan,” kata Taufik

Taufik pun membandingkan Indonesia dengan beberapa pesaing di SEA Games XXX/2019 seperti Thailand dan Filipina. Negeri Gajah Putih bahkan menyertakan atletnya pada lima kejuaraan usai tampil dalam Asian Games 2018.

mikian pula dengan Filipina yang akan berstatus tuan rumah. “Mereka sangat serius. Apalagi, Filipina, yang akan menjadi tuan rumah SEA Games 2019. Sudah tentu mereka tak ingin dipermalukan di negaranya sendiri,” tutur Taufik.

Di sisi lain, masih banyak kelemahan yang dimiliki oleh taekwondoin Indonesia jelang tampil dalam pesta olahraga se-Asia Tenggara. Salah satunya penyakit demam panggung karena Merah Putih membidik target tinggi di Filipina.

Ketahanan otot juga wajib diperbaiki karena atlet-atletnya kerap kedodoran di tengah laga. “Para pemain juga tak siap menghadapi lawan yang karakternya beda dengan mereka. Ini tak boleh terjadi di SEA Games 2019 nanti,” katanya.

Bulan depan, Indonesia akan mengkuti Kejuaraan Asia Taekwondo di Vietnam. Yang perlu diingat, lawan-lawan di SEA Games 2019 juga akan turun hingga hasil dalam ajang tersebut bisa menjadi tolok ukur peta persaingan nanti.

Jika prestasi Indonesia jauh tertinggal dari negara Asia Tenggara lain, tentu jadi sinyal bahaya. Oleh karenanya, Taufik menyatakan, anak didiknya wajib tampil maksimal. Ia pun berharap Mariska Halinda dan kawan-kawan bisa raih medali.

“Kami akan memanfaatkan Kejuaraan Asia untuk memantau kekuatan lawan. Tapi, medali, menurut saya wajib didapat karena kalau gagal akan kurang baik dalam persiapan menuju SEA Games 2019,” Taufik menambahkan.

Usai berpetualang di Kejuaraan Asia, Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) akan mengirim para taekwondoin untuk pemusatan latihan (TC) di Korea Selatan (Korsel). “Semua akan disempurnakan di Korsel,” katanya.

Senayan Trade Centre (STC),
Senayan, Lantai 3 No.173B,
Jalan Asia Afrika. Jakarta Selatan
Telp: 021-29407769

Email: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Cari

Peta Kantor PBTI