Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) melalui Bidang Pendidikan Latihan dan Pengembangan (Diklatbang) berhasil melakukan rangkaian padat kegiatan Pendidikan Latihan (Diklat) dan Penyegaran Wasit Nasional (PWN), Penyegaran Penguji  dan Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) High DAN 2019 yang berlangsung di Wiladatika Cibubur dan gedung POPKI, Jakarta Timur. Kegiatan yang dimulai pada tanggal 19 September dan berakhir tanggal 6 Oktober 2019 ini diikuti oleh peserta terbanyak dari seluruh Indonesia. Seluruh rangkaian kegiatan, baik Diklat dan Penyegaran Poomsae serta Penyegaran dan Ujian UKT High DAN diikuti 21 propinsi dengan total sebanyak 524 peserta yang dibagi kedalam dua gelombang. Gelombang pertama diikuti sebanyak 156 peserta terdiri dari 96 orang peserta mengikuti diklat dan 73 peserta mengikuti PWN. Untuk program kedua, yakni Penyegaran dan Penguji Nasional, diikuti 202 peserta. Adapun untuk program ketiga, UKT High DAN diikuti sebanyak 190 peserta, terdiri dari ujian dari DAN 6 ke DAN 7 sebanyak 15 peserta, ujian dari dan 5 ke DAN 6 sebanyak 26 peserta, dan ujian dari DAN 4 ke DAN 5 sebanyak 36 peserta.

Seluruh rangkaian Diklat, penyegaran dan UKT High DAN ini ditutup secara resmi oleh Ketua Harian PBTI, Ir. Anthony Musa Siregar, SH, MH, MKn. Dalam arahannya Ketua Harian PBTI menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan diklat, penyegaran dan UKT High DAN ini yang berjalan dengan sukses dan lancar. Hal ini menurut Ketua Harian mengingat acara yang digelar oleh Bidang Diklatbang ini cukup padat. Ada 3 acara dalam satu waktu. Bahkan program ini juga diselingi dengan pelaksanaan Pra PON XX yang baru saja berlangsung di Kabupaten Tangerang, Banten. Praktis menurut Ketua Harian peserta sangat terkuras energinya. Sebab sebagian besar dari peserta adalah mereka yang bertugas sebagai wasit, terlibat baik sebagai pelatih, maupun pengurus dari masing-masing daerah. Bahkan dua peserta dari PBTI juga mengikuti ujian, yakni Kabid Binpres saudara Yefi Triaji dan Rahmi Kurnia, yang di PBTI menjabat sebagai Komisi Hubungan DN/LN dan Antar Lembaga.

“Kami mengucapkan terima kasih atas konsistensi dan keseriusan peserta yang mengikuti seluruh rangkaian kegiatan diklat dan Ujian Kenaikan Tingkat ini. Kami melihat panitia, instruktur dan peserta yang  sebagian besar juga adalah sebagai wasit, pengurus dan pelatih di daerah begitu antusias penuh semangat, respect dalam proses transformasi keilmuan serta menjunjung tinggi segala aturan main termasuk materi yang diberikan.” Ujar Anthony.

Hal tersebut menurut Anthony menunjukkan, komitmen, sinergi dan integrasi pemikiran antar praktisi taekwondo Indonesia dibawah naungan PBTI untuk memajukan taekwondo Indonesia telah berjalan dengan sangat baik. Walaupun dalam pelaksanaannya, tentu masih terdapat berbagai kekurangan. Oleh karenanya, selaku Ketua Harian PBTI, dirinya meminta panitia dan terutama bidang Diklatbang untuk segera melakukan evaluasi terkait seluruh pelaksanaan kegiatan ini.

“Evaluasi perlu dilakukan karena kegiatan Penyegaran Penguji Nasional baru kali ini dilaksanakan kembali setelah 5 tahun terakhir.  Termasuk UKT High DAN yang juga baru pertama kalinya dilaksanakan di Indonesia pasca kesepatan PBTI dengan Kukkiwon.” Terang Anthony Siregar.

Seperti diketahui, sebelumnya untuk UKT High DAN, diatas DAN 6, ujian wajib dilaksanakan di markas Kukkiwon di Korea. Namun atas upaya loby dan negosiasi Ketua Umum PBTI, Letjen TNI (Purn) H. Thamrin Marzuki, Kukkiwon bersedia menerapkan sistem ujian High DAN tersebut di Indonesia, dengan catatan penguji yang sesuai kriteria sudah dimiliki oleh PBTI. Langkah Ketua Umum PBTI yang sangat progresif ini sangat disambut positif dan mendapat apresiasi dan rasa syukur dari seluruh praktisi taekwondo Indonesia di seluruh daerah. Karena dengan kebijakan Kukkiwon ini, banyak para praktisi taekwondo Indonesia kembali untuk semangat meningkatkan kapasitas  DAN – nya, setelah sebelumnya selama bertahun-tahun Indonesia terbilang sangat sedikit mengikutsertakan perwakilannya untuk Ujian High DAN di Kukkiwon, Korea karena alasan biaya yang sangat mahal.

Ketua Harian PBTI berharap seluruh rangkaian kegiatan ini akan berguna bagi bekal para praktisi taekwondo di daerah masing-masing. “PBTI meminta apa yang dipelajari saat diklat, dari soal digital scoring, Hand Signal, simulasi teknik penilaian, sampai dengan aturan pertandingan terbaru dari WT (World Taekwondo) dapat disegarkan kembali didaerah masing-masing, ditransformasi dengan baik kepada para wasit daerah. Bagi para praktisi yang mengikuti penyegaran ujian dan UKT High DAN, dengan materi antara lain Basic Movement, Poomsae, Honsinchul, Kyorugi, Kyukpa & Thesis (karya) tulis Bahasa Inggris, harapan kami, semoga mampu menstimulasi para pratisi taekwondo di daerah lainnya untuk mempersiapkan bekal untuk ujian dimasa yang akan datang. Ketua Harian PBTI meminta semua proses pengalaman belajar ini diceritakan kepada para praktisi taekwondo di seluruh daerah untuk membangkitkan semangat dan motivasi para praktisi taekwondo di daerah. Dengan cara itu menurut Ketua harian tujuan pemerataan kompetensi dan prestasi akan dapat terwujud dengan baik dimasa yang akan datang. Terkait dengan hasil Ujian ini, sesuai dengan laporan panitia, PBTI akan mengumumkan paling cepat 1 minggu setelah acara berlangsung.

Taekwondo Indonesia Berkabung

Dalam kesempatan inipula ketua harian, atas nama Ketua Umum PBTI dan seluruh jajaran pengurus juga mengucapkan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas meninggalkan salah satu peserta UKT High DAN, yang bernama Master Bunawan Sofwan. Beliau pergi menghadap yang Maha Kuasa tepat diacara berlangsungnya ujian, Beliau sempurna melakukan seluruh gerakan demonstrasi jurus. Sekitar 10 menit setelah beliau istirahat, Almarhum mengalami sesak nafas dan menghembuskan nafasnya yang terakhir disaksikan seluruh peserta yang mengikuti ujian saat itu.

Sedikit diinformasikan bahwa dalam kegiatan Diklat dan Ujian Penguji Nasional ini peserta ujian atas nama Master Sukanda, Master Simon, Master Willem dan almarhum sendiri Master Bunawan Sofwan memang sejak awal mendapat dispensasi khusus untuk tidak dilakukan demo uji kompetensi jurus dengan pertimbangan fisik dan usia Namun khusus Master Bunawan (alm) beliau bersikeras tetap ingin mengikuti proses tersebut karena menurut almarhum (seperti yg disampaikan oleh Kabid Diklatbang Master Indra) dirinya melihat banyak peserta penguji yang jauh lebih muda usianya, tapi tidak sesuai dengan ekspektasi gerakannya. Oleh karenannya Almarhum meminta kepada panitia untuk dirinya diikusertakan dalam demo jurus tersebut untuk tujuan lebih memotivasi para penguji yang masih muda-muda untuk lebih meningkatkan kemampuan jurusnya, walaupun panitia sudah melarang dengan keras, namun semangat pengabdian Almarhum yang juga lebih keras tak mampu membendung keinginannya untuk memberikan semangat dan motivasi kepada peserta yg masih muda-muda. Beliau dimakamkan di Bandung.

Ketua Umum PBTI Letjen TNI (Purn) H. Thamrin Marzuki mengajak seluruh praktisi taekwondo Indonesia bedoa yang terbaik untuk Almarhum, sebagai sosok yang begitu banyak memberikan kontribusi, bukan saja untuk Taekwondo Jawa Barat, tapi untuk Taekwondo Indonesia. “

Kita semua kehilangan, namun jejak kepahlawanan beliau sebagai seorang praktisi taekwondo yang meninggalkan keteladanan tentang dedikasi, loyalitas pengabdian dan semangatnya belajar dan berbagi ilmu untuk memajukan Taekwondo Indoneaia, harus terus menjadi pelajaran dan api semangat untuk kita menuju cita-cita perjuangan beliau dan kita semua .” Terang Ketua Umum PBTI.

*) A. Trinanda


 

 

 

 

Gelaran kejuaraan Babak Kualifikasi PON XX 2020 Papua yang berlangsung di Stadiun Sport Center Kab Tangerang, Banten 27 – 29 September 2019 akhirnya berakhir. Dari total keseluruhan medali, Propinsi Jawa Barat menjadi juara umum dengan raihan  19 emas, 6 perak, peringkat kedua diraih propinsi Jawa Tengah dengan merebut 13 emas, 1 perak dan 3 perunggu, serta peringkat ketiga diraih propinsi Kalimantan Timur dengan raihan  10 emas, 9 perak dan 4 perunggu. Peringkat ini juga secara kebetulan menggambarkan juara-juara umum di masing-masing grup. Seperti diketahui, Jabar menempati grup A, Jawa Tengah menempati grup B dan Kalimantan Timur menempati grup C.

Selain peringkat medali. Secara keseluruhan, dengan melihat persebaran medali yang diraih oleh masing-masing propinsi  yang berlaga di ajang ini, dapat dipastikan daerah yang lolos mengikuti PON XX 2020 yang berlangsung di Papua tahun depan. Propinsi-propinsi yang lolos selain Jawa Barat, Jawa Tengah dan Kalimantan Timur adalah propinsi Aceh, Bali, Banten, DIY, DKI Jakarta Gorontalo, Jambi, Jawa Timur Maluku, Maluku Utara, Nusa Tenggara Timur, Papua, Riau, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sumatra Barat, Sumatra Selatan, Sumatra Utara, Sulawesi Selatan.dan Sulawesi Utara.

Adapun propinsi yang kurang berhasil mendapat tiket PON XX Papua 2020 adalah propinsi Bengkulu, Lampung, Bangka Belitung, Kepulauan Riau, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Utara, Nusa Tenggara Barat, Papua Barat dan Kalimantan Utara.

Ketua Umum Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI), Letjen (TNI) Purn Thamrin Marzuki dalam sambutan penutupan Babak Kualifikasi PON XX Papua ini mengatakan bahwa, ternyata dari hasil babak kualifikasi ini, terjadi peningkatan prestasi atlet yang hampir merata di masing-masing pengprov.

“Saya mencermati adanya daerah-daerah yang sebelumnya belum mendapatkan medali di Pra PON empat tahun lalu, di ajang ini daerah-daerah tersebut berhasil meraih medali. Empat tahun lalu di PON XIX, hanya 16 daerah yang lolos, tahun ini ternyata lebih 20 pengprov berhasil meraih tiket PON XX. Ini menandakan bahwa pemerataan prestasi yang sudah berlangsung beberapa tahun ini, terus terjadi sampai gelaran Pra PON XX. Ini artinya program yang sinergis antara PBTI dengan pengprov cukup berhasil.” Ujar Thamrin Marzuki.

Menurut Ketua Umum PBTI, dengan gambaran komposisi sebaran medali ini, dirinya opitimis bahwa cabor taekwondo akan berbicara maksimal di ajang Sea Games Filipina. Terkait dengan optimism itu, Bapak Thamrin Marzuki, merencanakan sebuah program yakni, disamping atlet-atlet yang sudah dipastikan bergabung di pelatnas, dirinya akan mempersiapkan atlet lapis kedua atau cadangan. Khususnya yang berasal dari atlet-atlet yang lolos di Pra PON dan PON nanti. Dirinya juga akan lebih selektif untuk meningkatkan promosi dan degradasi atlet. Jika atlet pelatnas tidak berprestasi, maka akan langsung turun dan digantikan dengan atlet pelapis yang diangap enonjol dan berpotensi menggantikan atlet pelatnas.

Dalam kesempatan ini pula, Ketua Umum PBTI juga berpesan kepada pengurus propinsi untuk lebih maksimal lagi meningkatkan program pembinaan dan pengembangan prestasi atlet di daerah. Tentunya program pembinaan tersebut haruslah bersinergi dengan program PBTI.

Mengakhiri sambutannya, Ketua Umum PBTI mengucapkan terima ksih kepada seluruh pihak yang membantu terlaksananya babak kualifikasi PON XX  ini. Khususnya kepada propinsi Banten yang menjadi tuan rumah gelaran empat tahun sekali ini, termasuk kepada panitia penyelenggara yang bertugas dari perencanaan hingga selesainya kejuaraan ini..

Berikut adalah hasil keseluruhan raihan medali yang diperoleh di Babak Kualifikasi PON

XX :

 

PROVINSI

EMAS

PERAK

PERUNGGU

TOTAL

POOL A

25

23

40

88

JAWA BARAT

19

6

 

25

RIAU

2

4

8

14

SULAWESI TENGAH

2

4

8

14

JAMBI

2

2

2

6

DIY

 

6

6

12

MALUKU UTARA

 

1

2

3

ACEH

 

 

4

4

KALIMANTAN TENGAH

 

 

3

3

SULAWESI TENGGARA

 

 

3

3

SULAWESI SELATAN

 

 

2

2

BENGKULU

 

 

2

2

POOL B

25

25

41

91

JAWA TENGAH 

13

1

4

18

BANTEN

6

6

8

20

DKI JAKARTA

3

14

6

23

SUMATERA BARAT

1

3

7

11

KALIMANTAN UTARA

1

 

3

4

NTB

1

 

2

3

SULAWESI UTARA

 

1

1

2

SUMATERA SELATAN

 

 

5

5

MALUKU

 

 

2

2

KALIMANTAN SELATAN

 

 

2

2

PAPUA BARAT

 

 

1

1

POOL C

25

23

42

90

KALIMANTAN TIMUR

10

9

4

23

BALI

8

5

5

18

JAWA TIMUR

4

7

5

16

SUMATERA UTARA

1

1

2

4

PAPUA

1

 

6

7

GORONTALO

1

 

1

2

NTT

 

1

2

3

KALIMANTAN BARAT

 

 

8

8

LAMPUNG

 

 

4

4

BANGKA BELITUNG

 

 

4

4

KEPULAUAN RIAU

 

 

1

1

Grand Total

75

71

123

269

 

 

Total Raihan Medali Babak Kualifikasi PON XX 2020 yang berlangsung di Stadium Sport Center, Kab Tangerang, Banten, 27 - 29 September 2019

TOTAL RAIHAN MEDALI BABAK KUALIFIKASI PON XX 2020  27 - 29 SEPTEMBER 2019

 

 
PROVINSI EMAS PERAK PERUNGGU TOTAL
POOL A 25 23 40 88
JAWA BARAT 19 6   25
RIAU 2 4 8 14
SULAWESI TENGAH 2 4 8 14
JAMBI 2 2 2 6
DIY   6 6 12
MALUKU UTARA   1 2 3
ACEH     4 4
KALIMANTAN TENGAH     3 3
SULAWESI TENGGARA     3 3
SULAWESI SELATAN     2 2
BENGKULU     2 2
POOL B 25 25 41 91
JAWA TENGAH  13 1 4 18
BANTEN 6 6 8 20
DKI JAKARTA 3 14 6 23
SUMATERA BARAT 1 3 7 11
KALIMANTAN UTARA 1   3 4
NTB 1   2 3
SULAWESI UTARA   1 1 2
SUMATERA SELATAN     5 5
MALUKU     2 2
KALIMANTAN SELATAN     2 2
PAPUA BARAT     1 1
POOL C 25 23 42 90
KALIMANTAN TIMUR 10 9 4 23
BALI 8 5 5 18
JAWA TIMUR 4 7 5 16
SUMATERA UTARA 1 1 2 4
PAPUA 1   6 7
GORONTALO 1   1 2
NTT   1 2 3
KALIMANTAN BARAT     8 8
LAMPUNG     4 4
BANGKA BELITUNG     4 4
KEPULAUAN RIAU     1 1
Grand Total 75 71 123 269

Sampai dengan hari kedua kejuaraan Babak Kualifikasi PON XX 2020 cabang olahraga taekwondo yang digelar di Indoor Stadium Sport Center, Kab. Tangerang Banten 27 – 29 September 2019, Propinsi Jawa Barat secara keseluruhan masih menjadi kampiun perolehan medali sementara dengan raihan 15 emas, 5 perak dan untuk sementara menempati juara grup di grup A , disusul oleh propinsi Jawa Tengah sebagai juara grup B dengan merebut 11 emas, 1 perak dan 2 perunggu. Adapun di Grup C yang berhasil menjadi juara grup adalah propinsi Kalimantan Timur dengan raihan 9 emas, 6 perak dan 3 perunggu.

Kejuaraan Babak Kualifikasi PON XX tahun 2019 yang diikuti sebanyak 580 atlet dari 34 propinsi ini untuk pertama kalinya menggunakan sistem pembagian grup. Grup A ditempati oleh Aceh, DIY, Jambi, Jawa Barat, Kalimantan Tengah, Riau, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara dan Bengkulu. Di grub B diisi propinsi Banten, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Kalimantan Utara, Maluku, NTB, Sumatra Barat, Sumatra Selatan, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara. Sewmentara itu, digrup C diisi oleh Propinsi Bali, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Lampung, NTT, Papua, Sumatra Utara, Bangka Belitung.

Menurut Kabid Binpres Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI), Yefi Triaji mengatakan bahwa pembagian grup di babak kualifikasi PON XX 2020 kali ini diterapkan sebagai bentuk masukan dari seluruh pengurus propinsi (pengprov) Taekwondo Indonesia dalam rangka mendorong dan lebih meningkatkan pemerataan daerah yang akan mengikuti PON XX di Papua tahun depan. Keikutsertaan peserta menurut Yefi nantinya tidak hanya diisi oleh daerah-daerah tertentu saja yang selama ini mendominasi perhelatan Pekan Olahraga Nasional (PON). Dalam kaitan itulah diharapkan hasrat daerah mendorong pembinaan dan prestasi lebih semangat dan termotivasi lagi. Dengan konsep seperti ini, nantinya akan terlihat pula sejauhmana pembinaan di daerah bisa terlihat hasilnya lebih spesifik di kelas-kelas tertentu atau nomor- nomor tertentu yang dipertandingkan di cabor taekwondo.

Bagi PBTI cara ini juga akan memperlihatkan sejauhmana pemetaan terhadap program pemerataan dalam hal pembinaan, pengembangan dan prestasi atlet terlihat hasilnya dengan baik atau tidak. Sebab seperti diketahui bersama, PBTI sejak beberapa tahun terakhir sudah melakukan upaya untuk mengeliminir gap antara daerah-daerah yang “maju” dalam pembinaan dan daerah-daerah yang masih dianggap “kurang” dalam hal pembinaan. Menurut Yefi Triaji, PBTI sudah menganalisis banyak aspek terkait adanya gap tersebut. Antara lain soal fasilitas sarana dan prasarana atau pusat-pusat latihan pembinaan, kualitas pelatih, kualitas wasit dan kualitas, termasuk intensitas kejuaraan-kejuaraan taekwondo di daerah. Dan terkait hal itu, PBTI sudah melakukan upaya untuk mendorong berbagai kemudahan dan daya dukung organisasi melalui program pendidikan, latihan, dan  program-program lainnya termasuk memberikan daya dukung fasilitas pembinaan dan latihan.

Terkait dengan pelaksanaan Babak Kualifikasi PON XX atau yang biasa disebut Pra PON tahun 2019 ini, sistem pembagian grup dengan parameter prestasi daerah selama ini diakui Yefi memang masih terdapat kekurangan. 

“Memang betul masih banyak kekurangan, namun kalo tidak kita coba dari sekarang, kapan lagi gagasan pemerataan prestasi ini bisa kita lihat hasilnya. Tentu setelah ini kita akan evaluasi bersama, masukan dari pengrov-pengprov di daerah akan sangat berguna untuk penerapan sistem ini selanjutnya.” Ujar Yefi.   

Lebih lanjut Yefi menyampaikan bahwa sampai hari kedua babak kualifikasi PON XX ini, dirinya melihat banyak kejutan. Para atlet yang tampil dari segi teknis terlihat banyak kemajuan, kecepatan, dan pergerakan yang dinamis, variasi tendangan juga nampak sering terlihat. Kemajuan-kemajuan ini tentunya akan tercatat oleh tim talent scouting yag ditugaskan memonitoring potensi atlet yang tampil di laga ini.

“Saya lihat pengprov TI di daerah sudah berbenah, terutama dalam hal regenerasi atletnya.  Selain Jabar, Jateng, Kaltim dan DKI Jakarta, Sumatra Utara, Propinsi Jambi, Bali, Sulteg, Riau dan DIY bahkan Papua sangat terlihat progress perkembangannya. Khusus Jawa Tengah, Yefi juga melihat reformasi pembinaan yang efektif yang dilakukan oleh Pengrov Jateng terlihat berhasil dengan baik”. Terang Yefi.

Selain itu dirinya juga berharap momentum ini dimanfaatkan oleh para pengprov TI untuk bertukar pengalaman dan berbagi informasi mengenai strategi pembinaan dan pengembangan prestasi yang efektif.

“Untuk kemajuan Taekwondo Indonesia, berbagi ilmu dan bertukar pengalaman adalah kewajiban kita sebagai pegiat olahraga yang concern, bukan saja memikirkan prestasi taekwondo di daerah, tapi juga memikirkan pada masa depan prestasi taekwondo Indonesia di dunia Internasional.” Ujarnya.

 

*) A. Trinanda

 

 

Bagan Pertandingan Pra PON 2019, Hari Ke 3, Minggu 29 September 2019

Perolehan Medali Pra PON 2019, Hari ke 2 Sabtu, 28 September 2019

Rekapitulasi Pemenang Pra PON 2019, Hari Ke II, Sabtu, 28 September 2019

Perolehan Medali Pra PON 2019, Hari I

Bagan Pertandingan Pra PON 2019 - Kyorugi - Hari ke II - Sabtu, 28 September 2019

Rekapitulasi Pemenang Pra PON 2019 Hari I - Kzorugi & Poomsae, Jumat, 27 September 2019

Senayan Trade Centre (STC),
Senayan, Lantai 3 No.173B,
Jalan Asia Afrika. Jakarta Selatan
Telp: 021-29407769

Email: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Cari

Peta Kantor PBTI