Pengurus Provinsi (Pengprov)Taekwondo Indonesia (TI) Lampung masa bakti 2018-2022 resmi dilantik di Gedung Olahraga Saburai Bandar Lampung Sabtu (17/3/2018).

Pelantikan Pengprov TI Lampung dilaksanakan sesuai dengan SK PBTI dengan nomor :SKEP.04/PBTI/II/2018 tertanggal Jakarta 6 Februari 2018 ditanda tangani Ketua Umum PBTI, Letnan Jendral TNI (Purn) Marciano Norman.

Amril Yusam Kembali di percaya menahkodai TI Lampung untuk periode kedua setelah  Pengurus Daerah dari 15 Kabupaten-Kota Seprovinsi Lampung pada Musprov awal tahun 2018 secara aklamasi  mendaulat kembali Amril Yusam untuk membawa panji TI Lampung hingga 2022.

Wakil Ketua Umum PBTI Brigjen TNI (Purn) H. Noor Fadjari, ST mewakili Ketua Umum PBTI, Letnan Jendral (Purn) Marciano Norman melantik langsung  Ketua Umum dan Unsur Pengprov TI Lampung masa Bakti 2018-2022.

Dalam sambutannya Noor Fadjari mengharapkan kepada Pengurus Provinsi TI Lampung yang baru saja dilantik untuk dapat meningkatkan  Prestasi atlet Taekwondo Lampung baik di level nasional maun Internasional. 

"Saya, atas nama PBTI mengucapkan selamat atas dilantiknya jajaran pengurus Taekwondo Indonesia Lampung. Semoga di bawah kepemimpin yang kali kedua dari Bapak Amril, kedepan Taekwondo Lampung bisa lebih baik lagi, sehingga melahirkan atlet layak tanding dilevel nasional dan internasional," ujar Noor Fadjri dalam sambutannya.

Ditambahkan Noor Fadjri, program yang di gulirkan TI Lampung periode kepemimpinan Amril Yusam yang pertama telah berjalan baik, dengan rutin menggelar Festival Taekwondo, Begawi Taekwondo dan Saburai Cup.

"Selama ini saya mengikuti terus baik kejuaraan Begawi takwondo, Festival Taekwondo dan yang sekarang Saburai Cup. Saya ikuti terus, ternyata dari ajang yang rutin digelar TI Lampung ini, salah satu atlet taekwondo Lampung, sudah ada yang berhasil mengikuti Pelatnas Asean Games. Ini membuktikan Pengprov TI Lampung Konsisten dengan program-progran peningkatan prestasi atlet, dan tentunya hal ini harus terus dipertahankan, bahkan ditingkatkan." Ujar Fadjari.

Ketua Umum TI Lampung Amril Yusam disaat yang sama mengatakan, seperti diungkapkan PBTI, dalam kepemimpinan periode kedua ini, dirinya beserta jajaran pengurus lain akan meningkatkan baik SDM Pelatih dan Pengurus agar pembinaan atlet bisa lebih baik.

“Seperti apa yang telah kita sama-sama dengar tadi dari PBTI, kami siap untuk melakukan pembinaan dan pengembangan Taekwondo di Lampung, Pengkab dan Pengkot yang belum ada kita benahi begitu juga SDM dan pelatih-pelatihnya kita lakukan diklat-diklat bahkan kita akan promosikan wasit dan pelatih untuk diklat nasional” Terang Amril

Nampak hadir pada agenda pelantikan, Sekretaris Umum KONI Lampung, Margono Tarmudji, Kabid Organinsasi Harahap, seluruh Pengcab/pengkot TI Lampung dan Pengprov TI Lampung yang baru dilantik.

Acara pelantikan di barengi dengan Kejuaraan  Daerah (Kejurda) Saburai Cup ke-9 yang diikuti 400 Taekwondoin dari 15 Kabupaten-Kota Se-Provinsi Lampung  ditambah Pengprov TI Bengkulu, Saburai Cup mempertandingkan kategori Kyorugi dan Poomsae kelompok umur Junior dan Senior yang berlangsung selama dua hari Sabtu 17 dan Minggu 18 Maret 2018. Acara pelantikan dan pembukaan kejuaraan juga semakin meriah dengan dihadirkannya demonstrasi taekwondo dari tim demo N-Lions dan Tarian Lampung.

Anggota Tim Nasional Taekwondo Indonesia di nomor individual Poomsae yang dipersiapkan untuk Asian Games Jakarta - Palembang 2018, Defia Rosmaniar dan Muhammad Alfi Kusuma hari ini (15/3) bertolak ke Korea Selatan dalam rangka menjalani Training Camp di Pemusatan Latihan Asian Taekwopndo Union (ATU). Keduanya direncanakan berada di Korea hingga bulan Agustus 2018 mendatang atau hingga jelang dilangsungkannya Asian Games yang direncanakan akan dipertandingkan di JCC Plenary Hall Senayan, Jakarta pada tanggal 19 Agustus 2018, Demikian informasi tersebut disampaikan oleh Ketua Harian Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) Zulkifli Tanjung kepada TIN. 

Terkait dengan informasi tersebut, ketua harian PBTI meminta dukungan dan mohon doa restu kepada seluruh pengurus PBTI maupun kepada seluruh masyarakat taekwondo Indonesia tentang rencana timnas taekwondo Indonesia yang mulai intensif menjalankan seluruh rangkaian program latihan & try out diluar negeri, agar semuanya berjalan lancar dan  sesuai dengan rencana program yang telah ditetapkan.

"Dukungan dan doa dari seluruh pengurus dan masyarakat taekwondo Indonesia diharapkan akan menambah semangat dan motivasi timnas untuk meraih sukses di Asian Games 2018" Ujar Zul.

Sementara itu Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi (Kabid Binpres) PBTI Rahmi Kurnia mengatakan bahwa Defia dan Afli direncanakan selain mengikuti TC, keduanya juga akan mengikuti kejuaraan Asia dan Korea Open. Dari hasil itu, diharapkan keduanya sudah bisa tampil dalam performa terbaiknya. Ditambahkan Rahmi, untuk tim poomsae putra dan putri akan melakukan training camp juga, tetapi dengan pertimbangan-pertimbangan tertentu, mereka masih tetap berada disini dalam rangka penguatan terlebih dahulu.

"Di bulan April baru mereka akan training Camp juga di Korea, walaupun tempatnya berbeda." Terang Rahmi.

Seperti diketahui, cabor taekwondo dibebankan target untuk meraih dua emas. Dari berbagai pencapaian dan hasil yang selama ini raih oleh timnas, target tersebut sangat realistis mengingat Indonesia berpeluang baik di nomor kyorugi maupun poomsae. DIharapkan seluruh atlet akan mencapai puncak penampilan terbaiknya saat Asian Games 2018 nanti sehingga target tersebut bisa tercapai bahkan diharapkan bisa lebih. 

 Pengurus Propinsi Taekwondo Indonesia (Pengprov TI) DI Yogyakarta telah sepakat untuk menjajaki kerjasama dengan Kementerian Pertahanan (Kemhan) untuk menerapkan kegiatan bela negara bagi seluruh pengurus daerah diwilayah DI Yogyakarta.  Selanjutnya kemungkinan disetiap kegiatan taekwondo di lingkungan DIY, materi bela negara akan menjadi menu wajib bagi para taekwondoin. Terkait dengan rencana tersebut, Pengprov TI DIY saat ini tengah menjalin koordinasi dengan kemenhan agar implementasi materi bela negara dapat disesuaikan dengan kegiatan-kegiatan taekwondo. Demikian hal tersebut disampaikan oleh Ketua Pengprov TI DIY Sukamto, kepada TIN, Sabtu, (3/3/2018)

“Semua pengurus pengda akan kami ikutsertakan dalam kegiatan bela negara. Sudah ada pembicaraan dengan Kemenhan dan mereka siap mengirimkan pemateri-pemateri,” Ujar Sukamto.

Ditambahkan Sukamto, semua unsur yang ada di Pengda TI DIY akan dilibatkan dalam kegiatan penanaman bela negara tersebut, termasuk pelatih dan atlet. Ia menilai dengan penanaman bela negara maka setiap insan akan memiliki semangat dan motivasi tinggi untuk meraih juara dan prestasi.

“Maret ini sudah akan kami mulai dan semoga bisa mendatangkan prestasi bagi taekwondo DIY,” Tegas Sukamto yang juga Kepala Kesatuan Bangsa (Kesbang) Kota Yogya itu

Masuknya materi bela negara dalam setiap kegiatan taekwondo dilingkungan TI DIY menjadi bagian penting dari program Pengprov TI DIY. Menurut Sukamto, selain program-program yang sifatnya teknis terkait pembinaan dan pengembangan olahraga taekwondo di DIY, program yang dikhususkan untuk peningkatan personal development dan wawasan kebangsaan, juga menjadi bagian dari rencana pengprov TI DIY untuk menjadikan olahraga taekwondo sebagai bagian dari upaya menumbuh-kembangkan sikap nasionalisme. “Tanggung jawab bela negara, harus masuk keseluruh wadah dan komunitas masyarakat, termasuk komunitas pegiat olahraga. Malah lanjutnya, sikap tersebut justru akan dibutuhkan terutama ketika mengemban tugas negara di kompetisi internasional.” Terang Sukamto

SUkamto juga berharap bahwa dengan diberikannya materi bela negara, jiwa korsa atlet dan pelatih semakin kuat. Sehingga jika nanti mewakili negara di kancah internasional, mereka akan berjuang dengan semangat bela negara,

Komitmen pemberian materi bela negara  sebelumnya pernah disampaikan Menteri Pertahanan Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu ketika membuka kejuaran taekwondo nasional bertajuk Menhan Cup yang digelar di GOR Popki Cibubur tahun 2017 lalu. Menhan menilai bahwa konsep dan materi bela negara yang diintegrasikan kedalam kegiatan olahraga, menjadi bagian dari nilai strategis yang tidak terpisahkan dalam rangka mematri jiwa dan semangat nasionalisme bagi para pemuda Indonesia. Waktu itu, komitmen masuknya materi bela negara juga dicetuskan oleh ketua pengprov TI DKI Jakarta, Brigjen TNI Brigjen TNI Ivan Ronald. Namun hingga kini  belum jelas, sejauhmana materi bela negara tersebut sudah mulai diimplementasikan kedalam kegiatan-kegiatan taekwondo di DKi Jakarta.

 

#Repost taekwondoindonesianews.com

Tim nasional taekwondo Indonesia meraih 2 emas dan 5 perunggu diajang World Taekwondo Malaysia G1 Championship 2018 yang berlangsung di Pusat Convention, Putrajaya, Malaysia 1 – Maret 2018. Kejuaraan di buka secara resmi oleh Perdana Menteri Malaysia Najib Abdul Razak dan dihadiri oleh Presiden World Taekwondo (WT) Chongwon Choe.

Di kejuaraan internasional yang diikuti oleh 19 negara dengan 601 peserta tersebut, timnas taekwondo Indonesia mengirimkan 8 atlet kyorugi terdiri dari 5 atlet putra dan 3 atlet putri. Atlet putra yang turun adalah Fauzi Akbar (U-58 kg), Ibrahim Zarman (U-63 kg), Dinggo Ardian (U-68), Muhammad (U-68) dan Lukas Budi yang turun di nomor U-80 Kg. Sementara atlet putri yang turun adalah Dhean Fazrin (U-49 Kg), Mariska Halinda (U-53 Kg) dan Shaleha Fitriana yang turun di kelas U-62 Kg. Para atlet didampingi langsung oleh Kabid Binpres PBTI, Rahmi Kurnia, dan dua pelatih, yakni Taufik Krisna dan Sun Jae Lee.

Medali emas timnas taekwondo Indonesia diraih oleh Ibrahim Zarman yang bertarung dikelas U-63 kg putra dan Dhean Fazrin yang bertanding di kelas U-49 Kg putri. Ibrahim Zarman berhasil naik podium tertinggi setelah di final, atlet asal Riau tersebut mengalahkan taekwondoin tuan rumah Iman Hakim dengan skor 45 – 25. Sebelumnya, dibabak awal Ibrahim menang dengan gap point 24 -1 atas taekwondoin asal India Puneet Choudhary. Di semifinal Ibrahim juga menang telak dengan gap point 41 – 11 dengan taekwondoin asal Pakistan Hussain Ajnum.

Adapun Dhean sukses meraih emas setelah difinal mengalahkan taekwondoin Malaysia Nur Arima dengan skor 32 – 4. Sebelumnya dIsemifinal, Dhean juga menghempaskan atlet tuan rumah, Dhasseni dengan skor meyakinkan 12 – 3.

Sementara medali perunggu diraih oleh Dinggo Ardian yang turun di kelas U-68 Kg, Shaleha Fitriana dikelas U-62, Muhammad Mauladdawilah di kelas U-68 Kg, Lukas Budi di kelas U-80 Kg dan Mariska Halinda dikelas U53. Khusus Mariska, yang bersangkutan tidak ikut bertanding atas instruksi pelatih, Hal tersebut tentu menjadi bagian dari strategi pelatih terhadap Mariska yang memang dipersiapkan di Asian Games nanti.

Menurut pelatih timnas taekwondo Indonesia Taufik Krisna, ajang Open turnamen Internasional Malaysia-G1 ini dijadikan sebagai ajang pemanasan sekaligus untuk mengukur kemampuan dan kelemahan atlet kita.

“Catatan penampilan dan produktivitas teknik yang dikeluarkan para atlet menjadi salah satu indikator evaluasi timnas dalam menerapkan strategi pengembangan atlet terkait persiapannya menuju Asian Games, Agustus nanti.” Ujar Taufik

Taufik juga mengakui sebenarnya para atlet mulai menyadari bahwa untuk mencapai target di Asian Games memang tidaklah mudah. Parameter latihan yang ketat dan evaluasi yang terus menerus simultan harus dijalankan oleh para atlet. Khusus di ajang Malaysia open ini, Taufik menyoroti hal teknis, terutama pada masalah blocking dan counter yang belum maksimal dilakukan atlet. Selain itu lanjut Taufik, yang perlu mendapat perhatian serius adalah masalah fisik atau stamina yang tetap harus menjadi pekerjaan rumah bagi pelatnas. Karena menurutnya, konsistensi bertanding sangat tergantung dari performa stamina fisik atlet.

“Dari hasil test event kemarin dan hasil di Malaysia Open ini, para atlet saya lihat sudah cukup baik penampilannya. Hanya saja masalah stamina/ fisik tetap jadi sorotan kita  Dan satu lagi masalah blocking dan counter terhadap serangan lawan mesti menjadi perhatian dan evaluasi kita.” Ujar Taufik.

Ditambahkan Taufik, bulan depan Timnas akan mengikuti kejuaran di Jerman. Tentu menurutnya diharapkan ada progress peningkatan penampilan atlet usai dari Malaysia Open ini. Apalagi menurutnya lawan yang dihadapi adalah atlet-atlet Eropa yang dari segi postur dan style bertanding agak berbeda dengan atlet Asia. Terkait hal tersebut, Taufik sudah menyiapkan strategi untuk diterapkan di ajang itu, yang harapannya nanti bisa diaplikasikan saat Asian Games nanti.

Selain menganalisa hasil yang dicapai timnas, Taufik juga memantau sekaligus mengapresiasi hasil maksimal menggembirakan yang dicapai oleh beberapa atlet asal Indonesia yang berlaga di Malaysia ini seperti SKO Ragunan, Bali, Jambi dan Bekasi yang diwakili klub Young Star. Taufik menyebut para atlet yang tampil dan meraih medali memiliki potensi besar untuk mewakili timnas di masa yang akan datang.

Sementara itu, Bidang Pembinaan dan Prestasi beserta jajaran pelatih pasca Malaysia Open, segera berbenah mengevaluasi dan melaporkan perkembangannya kepada Ketua Umum Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) Letjen TNI (Purn) Marciano Norman. Bahkan pada hari ini, Rabu (7/3) Ketua Umum PBTI, didampingi Waketum II, Birgjen TNI H. Noor Fadjari dan Ketua Harian, Zulkifli Tanjung serta Kabid Organisasi, Yefi Triaji menyempatkan langsung mengunjungi pelatnas taekwondo di POPKI Cibubur Jakarta Timur.

Menurut Kabid Binpres PBTI, Rahmi Kurnia, Ketua Umum PBTI Bapak Marciano Norman memberikan arahan dan mengapresiasi kerja keras pelatnas dan timnas taekwondo Indonesia di ajang test event kemarin dan hasil di Malaysia ini. Beliau juga mendengarkan laporan dan hasil evaluasi pelatnas secara keseluruhan, dan khususnya hasil yang dicapai di Malaysia, serta mendiskusikan strategi yang akan ditempuh Taekwondo Indonesia jelang Asian Games dengan sisa waktu yang ada.

“Tentu ada banyak arahan dari Bapak Ketua Umum dan catatan evaluasi atas perkembangan pelatnas dan capaian hasil terakhir. Masih ada waktu untuk kerja keras kita untuk mencapai hasil terbaik.” tegas Rahmi.

 

Benny R Gautama kembali memimpin Pengurus Propinsi Taekwondo Indonesia (Pengprov TI) Jawa Barat periode 2018 – 2022. yang berlangsung di Hotel Maja House, Jl. Sersan Bajuri, Bandung, Jawa Barat (23/2).

Benny terpilih melalui pemilihan secara aklamasi yang dihadiri oleh Wakil Ketua Koni Jawa Barat dan wakilBidang Organisasi Koni Jawa Barat, para Penasehat, pengurus dan peserta dari Pengkab/kota sebanyak 27 Kab/kota, kecuali Pangandaran karena baru terbentuk.

Sementara dari Pengurus Besar Taekwondo Indonesia yang hadir sebagai supervisi sekaligus mewakili Ketua Umum untuk membuka acara Musprov adalah Waketum II, Brigjen TNI (Purn) H. Noor Fadjari, ST yang diampingi oleh Ketua II Bidang Organisasi, Yefi Triaji, SIP.

Tema dari Musprov kali ini adalah : "Melalui Musyawarah Provinsi VIII Taekwondo Indonesia Jawa Barat Tahun 2018 kita perkokoh Prestasi Menuju PON XX PAPUA 2020 Dengan Soliditas dan semangat Kebersamaan"

Terkait dengan tema tersebutlah setelah terpilih, Benny akan berupaya mengulang kesuksesan taekwondo Jawa Barat di Pekan Olahraga Nasional (PON) XX/2020 di Papua. "Setelah dipercaya oleh rekan-rekan tentu pada masa kepengurusan ini akan menjadi lebih sulit dari sebelumnya. Pasalnya kedepan kita akan menghadapi PON di Papua," katanya.

Meski demikian, Benny tidak akan pesimis menghadapi serangkaian agenda penting tersebut. "Pencapaian 12 medali emas pada PON Jawa Barat harus jadi angka yang bisa dilewati di Papua. Mudah-mudahan kita bisa meraih minimal angka yang sama atau lebih," katanya.

Dikatakannya, TI Jawa Barat masih memiliki waktu yang panjang untuk menghadapi PON XX. Karena itu, ia meminta agar seluruh pengcab TI bekerjasama lebih baik.

Ia menegaskan, target 12 medali emas pada PON XX Papua jangan sampai menjadi sebuah kenangan untuk diingat. "Target 12 emas itu bukan angka untuk diingat, tapi dilewati. Saya sudah tekankan ke pengurus dan atlet-atlet kita, 12 emas jangan untuk dikenang tapi dilewati," ujarnya

Seperti diketahui, Jawa Barat adalah salah satu propinsi yang menjadi barometer penting dan menjadi contoh bagi propinsi lain terkait dengan kesuksesannya memproduksi dan mengelola bibit-bibit potensial taekwondo Indonesia. Tak heran sejak kurun waktu satu dasawarsa terakhir, Jawa Barat menjadi propinsi terbanyak penyumbang atlet nasional yang berkiprah membela negara di event-event Internasional.

Musyawarah propinsi yang berlangsung lancar dan kondusif dan memilih pemimpin secara aklamasi yang dihadiri oleh hampir seluruh perwakilan, dari PBTI, KONI Jawa Barat, serta hampir seluruh utusan dari wilayah kabupaten/Kota juga menjadi salah satu indikator bagaimana solidnya organisasi taekwondo Jawa Barat.

Banyak kalangan berharap, semoga kepemimpinan Benny R Gautama di kali kedua sebagai ketua umum pengprov TI Jawa Barat, dapat lebih memberikan harapan besar bagi arah perkembangan dan prestasi Jawa Barat dimasa yang akan datang. Sekaligus memberikan studi komparatif bagi daerah lain tentang tata kelola organisasi. Khususnya mengenai pembinaan dan prestasi atlet taekwondo daerah yang nantinya memberikan kontribusi bagi timnas taekwondo Indonesia.

Sumber : Taekwondo Indonesia News

 

 

 

Musyawarah Propinsi (Musprov) Taekwondo Indonesia Nusa Tenggara Timur (NTT) Sukses digelar , Sabtu (10/2) di Kupang NTT. Dalam suasana yang kondusif dan pemilihan yang demokratis tersebut, forum yang diikuti oleh 17 Pengcab/Pengkot tersebut akhirnya menetapkan Alex Riwu Kaho sebagai ketua terpilih untuk periode 2018-2022, menggantikan Viktor Lerik.

Menurut Sekretaris umum Pengprov TI NTT Micky Natun, ST, MSc, Musprov diikuti 17 Pengcab/Pengkot, minus Kabupaten Lembata, Rote Ndao, Flores Timur dan Kabupaten Ngada yang belum memiliki badan pengurus

"Tujuh belas kabupaten/kota memiliki hak suara. Merekalah yang memilih ketua di Musprov TI NTT sekaligus membahas program kerja empat tahun ke depan periode 2018-2022," jelas Miky.

Musprov TI NTT yang mengambil tema “melalui musprov, kita tingkatkan konsolidasi dan pembinaan organisasi menuju prestasi emas taekwondo NTT” tersebut ditinjau oleh salah seorang Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI), John Edward Sijabat. Dirinya mewakili PBTI untuk mengawasi langsung jalanya proses Musyawarah propinsi sesuai dengan ketentuan yang telah diatur dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga PBTI.

Disela-sela Musprov, selain dipaparkan pertangungjawaban oleh pengurus lama, juga dibahas rencana program taekwondo NTT kedepan.  Khususnya terkait strategi dan persiapan menghadapi PON di Papua 2020 mendatang.  Selain pembahasan program kerja tersebut, dalam kesempatan yang sama, juga dilantik lima pengurus kabupaten Taekwondo NTT, yakni Pengkab TI TTS, Pengkab TI Manggarai, Pengkab TI Sabu Raijua dan Pengkab TI Alor oleh Ketua Umum Pengprov TI NTT.

Ketua Pengprov TI NTT yang baru, Alex Riwu Kaho menggantikan Viktor Lerik yang merupakan Ketua Pengprov TI NTT sebelumnya. Sistem pemilihan dalam Musprov TI ini, dilakukan secara tertutup, dimana 16 pemilik suara diminta menuliskan nama calon ketua yang dipilihnya dalam secarik kertas dan di kumpulkan.

Seperti diketahui, selain Alex Riwu dan Viktor Lerik, yang kembali mencalonkan diri, terdapat calon lain, yakni Fransisco Bessie, dan Alexander Ena.

Dari 17 suara sah, 10 diantaranya memberikan dukungan kepada Alex Riwu Kaho. Viktor Lerik mendapat dukungan 4 suara dan dua kandidat lainnya mendapatkan masing-masing satu suara.

Dalam pernyatanya, pasca terpilih sebagai ketua Pengprov TI yang baru, Alex Riwu menyampaikan bahwa dirinya akan fokus menyiapkan sumber daya atlet dan berbagai persiapan lainnya menuju PON 2020 agar TI NTT dapat ikut berbicara dan bersaing di tingkat nasional secara kompetitif. Terkait hal tersebut, dirinya akan berusaha semakimal mungkin menyusun formasi kepengurusan dan mengkonsolidasikannya kepada semua pihak yang nantinya terlibat untuk mensukseskan visi dan misinya itu.

“Kita akan berupaya menyusun kepengurusan sesuai batas waktu yang di berikan, apalagi formatur yang ada tinggal berjauhan. Selain itu kegiatan peningkatan dan pembinaan prestasi akan menjadi prioritas pengurus kedepan. Oleh karena itu, pengurus akan fokus pada upaya mempersiapkan SDM, baik atlet maupun pelatih dalam menghadapi even nasional tersebut.” Ujar Alex .

Termasuk kepengurusan yang baru ini menurut alex juga menyediakan ruang yang seluas-luasnya agar seluruh pihak yang berkepentingan di taekwondo NTT melakukan konsolidasi dan penataan organisasi, juga rekonsiliasi dengan mereka yang semua berada di luar PBTI dan ingin kembali ke PBTI.,“ Terang Alex yang juga sebagai Dirut Pemasaran Bank NTT tersebut.

Selain itu, kepengurusan TI NTT kedepan juga akan diprioritaskan pada upaya meningkatkan kompetensi dan kualitas SDM dengan menitikberatkan aspek sport dan teknologi. Utamanya pada kegiatan kepelatihan, perwasitan dan pertandingan. Ia menyadari bahwa kemajuan pembinaan juga didasarkan pada aspek itu. Apalagi menurutnya olahraga taekwondo saat ini sudah menggunakan teknologi baik signal maupun scoring system. Oleh karenanya, Alex akan berupaya maksimal untuk mendorong agar pengprov dan pengcab memiliki sarana dan prasarana tersebut. Hal ini menurutnya penting agar atlet, pelatih adan para wasit asal NTT terbiasa menggunakan berbagai sarana dan prasarana teknologi tersebut.

Soal rekonsiliasi dengan mereka yang dulu bergabung dengan YUTI, Alex menegaskan, bagi jika ingin bergabung tentu ada persyaratan yang harus di penuhi, yang diminta PB TI maupun hasil rapat Pengprov TI beberapa waktu lalu. Hingga saat ini terangnya, sudah ada yang memenuhi persyaratan tersebut dan sudah bergabung kembali.

“Bahkan ada yang sudah mengikuti kejuaraan dan membuka Dojang. Dan rekonsiliasi ini akan tetap berlanjut,” ungkapnya.

Alex menambahkan, dukungan pers untuk ikut mengembangkan taekwondo juga dibutuhkan karena berbagai informasi perkembangan Taekwondo bisa didapat dari pers. Terkait hal tersebut, kedepan dirinya berjanji untuk berusaha menjalin kerjasama dengan media untuk mendorong agar atmosfir taekwondo NTT makin lebih terasa dan memberikan efek positif. Yakni makin meluasnya keterkarikan masyarakat terhadap olahraga yang dipertandingkan di olimpiade ini.

 

#Repost https://taekwondoindonesianews.com

Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) mengirim dua orang wasit bersertifikasi internasional (International Referee) untuk mengikuti 100th  International Kyorugi Referee Seminar & 114th International Kyorugi Referee Refresher Course, yang berlangsung pada 1 – 4 Febrruari 2018 di Istanbul, Turki. Mereka adalah Ina Febriana Sari Hard Putri dan Irmawati

Kegiatan tersebut merupakan agenda tahunan World Taekwondo yang diikuti hampir seluruh anggota. Tidak kurang dari 400 peserta dari berbagai negara diseluruh dunia mengikuti acara tersebut. Dalam kegiatan tersebut wasit internasional asal Indonesia mengikuti Penyegaran Wasit Kyorugi (International Kyorugi Referee Refresher Course).

Menurut Ina Febriana Sari, Badan Taekwondo Dunia (World Taekwondo) memang selalu mengagendakan secara rutin kegiatan seminar dan refreshing wasit ini. Dan kegiatan ini menurutnya wajib diikuti oleh setiap anggota badan taekwondo itu diseluruh dunia. Karena jika tidak, tentu ada negara yang tertinggal, khususnya mengenai berbagai perkembangan aturan terbaru yang dikeluarkan oleh World Taekwondo. Oleh karena itu, pemegang lisensi seminar dan penyegaran wasit ini, juga memiliki kewajiban melakukan sosialisasi kepada seluruh komunitas taekwondo yang difasilitasi melalui asosiasinya masing-masing. Kalau di Indonesia, menurutnya melalui Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI). Karena setiap tahun pasti ada aturan dan perkembangan baru yang perlu disesuaikan.

“Setiap Tahun pasti ada perubahan, minimal ada penyesuaian atau bahkan perkembangan dari aturan perwasitan maupun pertandingan. Oleh karena itu, setelah adanya kegiatan seminar dan refreshing ini, sosialisasi terhadap materi-materi tersebut ditanah air harus segera dilakukan oleh komisi wasit PBTI, kepada seluruh anggota perwasitan di Indonesia di Pengprov masing-masing”. Terang Ina, yang juga merupakan Master dan pemegang DAN 8 itu kepada media TIN (5/2).

Lebih lanjut Master Ina menerangkan bahwa materi yang diberikan dalam kegiatan seminar dan refreshing wasit tersebut merupakan materi-materi kunci dalam pertandingan taekwondo Internasional yang senantiasa di up date terus perkembangan dan aturannya. Materi-materi itu antara lain : New Competition Rules (Materi Peraturan Pertandingan terbaru), Hand Signal & Agility Training (Gerakan Tangan dan Ketangkasan), Scoring Criteria & Simulation (Cara pemberian nilai point dan pelanggaran), Simulation Games (simulasi dilapangan dengan kasus yang berbeda di setiap kondisi pelanggaran).  

Ditambahkan Master Ina, di akhir materi-materi tersebut, dilakukan tes kepada peserta. Adapun tes tersebut antara lain tes tertulis, teori dan essay,  test praktek scoring, praktek Hand Signal, Interview , physical test (tes fisik) pakai sistem balke (lari bolak balik mengikuti suara utk Putri 3 level utk putra 6 level)

WT Butuh Wasit Muda, Wacana DAN 1 Bisa Menjadi IR

Selain itu, mengutip pernyataan World Taekwondo Director/Education Departement. Mr.Jung Seok Yoo, Master Ina juga menjelaskan bahwa Mulai tahun ini, World Taekwondo akan lebih mendorong agar berbagai peraturan-peraturan baru yang dibuat akan mengikuti perkembangan dan inovasi untuk tujuan agar pertandingan taekwondo dapat dilaksanakan secara lebih transparan dan lebih fair play. Oleh karenanya, World Taekwondo  juga akan mendorong agar para pelatih bahkan atlet lebih mendalami berbagai aturan-aturan tersebut. Terkait hal itulah World Taekwondo akan terus memaksimalkan berbagai media komunikasi untuk melakukan sosialisasi dan petunjuk agar berbgai peraturan perkembangan taekwondo dapat cepat diaplikasikan. Intinya menurut Master Ina agar setiap peraturan dan perkembangan taekwondo mudah dan dapat dimengerti oleh masyarakat awam sekalipun. Bahkan WT mengharapkan akan lebih banyak wasit muda dan wasit perempuan sehingga akan dirubah peraturannya. Untuk putri dulu minimum DAN 4  yang bisa mengikuti kegiatan ini, namun sekarang diperbolehkan DAN 1.

“Berbagai aturan baru yang dibuat World Taekwondo pasti memiliki dasar. Dan Peraturan itu dibuat se sederhana mungkin sehingga masyarakat awam juga dapat mengerti     secara garis besar tentang taekwondo. Sebagai contoh, mengapa lapangan taekwondo dirubah dari persegi menjadi octagonal ? menurut World Taekwondo, sederhananya adalah perubahan tersebut agar menimbulkan daya lekat dan daya ingat bagi masyarakat awam sekalipun. Kalau Karate,  Judo dan Pencak Silat menggunakan matras kotak, Kalau taekwondo Octogonal.” Ujar Komisi Kepelatihan PBTI itu.

Seperti diketahui, saat ini Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) telah memiliki lebih kurang 30 wasit bersertifikasi internasional (International Referee). Wasit Internasional asal Indonesia juga telah banyak memimpin pertandingan di berbagai event internasional dan banyak prestasi yang disematkan kerena menjalankan tugas perwasitan dengan baik. Berbagai test dalam diklat baik seminar maupun refreshing perwasitan internasionalpun, wasit Indonesia juga kerap bernilai diatas rata-rata. Hal tersebut memang menunjukkan bahwa kompetensi wasit internasional Indonesia memang sangat baik di mata dunia. Dalam kesempatan kegiatan seminar dan refreshing wasit kali ini, wasit asal Indonesia, Ina Febriana Sari berhasil lulus dengan skor 95, sementara Irmawati lulus dengan skor nilai 90 dari nilai terbaik 100.

Master Ina juga berharap, kedepan Taekwondo Indonesia lebih banyak mengikutsertakan mantan atlet yang masih muda, khususnya putri untuk di arahkan menjadi wasit International,  karena akan dapat membatu perkembangan pertandingan ke level international.  Selain itu dirinya juga berharap agar peraturan terbaru tersebut dapat di sosialisasikan tidak hanya kepada para wasit nasional, tetapi juga masuk dalam Materi Kepelatihan untuk calon pelatih-pelatih muda dan atlet-atlet muda.

 

 

Wakil Presiden Yusuf Kalla, didampingi oleh Menpora Imam Nahrawi menyempatkan kunjungan untuk memantau test event Asian Games 2018 di Hall B JIXPO Kemayoran, Jakarta, 10/2

Test Event cabor taekwondo diikuti delapan negara yaitu Indonesia, Korea, Filipina, Malaysia, Hong Kong, India, Laos dan Mongolia. Selain menyempatkan menonton pertandingan dan memeriksa seluruh fasilitas yang ada, wapres juga menyempatkan mengalungkan medali kepada atlet pemenang. Dalam kesempatan itu, wapres mengalungkan medali untuk pemenang kelas poomsae beregu putra yang diraih oleh timnas Indonesia, Perak oleh tim Hongkong dan medali perunggu yang diraih oleh tim India.

Berdasarkan hasil penilaian Wapres, Ia menyampaikan bahwa venus tes event cabang olahraga taekwondo cukup bagus dan pelaksanaan pertandingan telah berjalan sesuai dengan apa yang diharapkan. Walaupun masih ada beberapa yang kurang maksimal, tapi menurut JK, hal tersebut wajar dan dapat diperbaiki dan menjadi bahan evaluasi Inasgoc.

"Saya juga konfirmasi kepada Ketua Umum Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) bahwa venuenya telah memenuhi syarat. Kalau masih ada kekurangan, wajarlah karena tes event ini masih tahap uci coba," ujar Wapres

Sementara itu, Menpora juga menyampaikan apresiasinya kepada jajaran panitia penyelenggara bahwa test event cabor taekwondo. Menurutnya test event Asian Games 2018 cabor taekwondo mampu membuat suasana kegembiraan. Hal tersebut menurutnya terlihat dari semangat dan antusiasme masyarakat yang menyaksikan pertandingan.

“Tadi saya melihat adanya suasana kegembiraan. Walaupun kejuaraan ini hanya tes event, tapi medali emas berhasil kita raih. Namun demikian ini bukan menjadi alat ukur bagi kesiapan tim Indonesia secara total karena bisa jadi atlet yang dikirim oleh beberapa negara merupakan lapisan kedua atau ketiga. Begitu juga dengan tim Indonesia, tidak semua atlet pelatnas yang merupakan atlet unggulan kita turunkan, " ujar Menpora.

Akan tetapi lanjut Menpora hal tersebut tetap harus menjadi catatan penting bagi semua cabang olahraga meskipun yang dipertandingkan di tes event hanya 8 cabang olahraga tapi cabang olahraga yang lain harus belajar dari suasana ini bagaimana kesiapan atlet kita. Tapi yang lebih penting bahwa masing-masing cabang olahraga akan menjadi penyelenggara pada setiap kegiatan pertandingan," jelasnya.

Menpora pun mengaku venue yang sekarang ini sudah bagus. "Nyaris sampai sekarang tidak ada keluhan soal venue pertandingan bahkan dalam konteks tes event tidak ada kekurangan, semua berjalan baik dan lancar," ujarnya. Usai menyaksikan uji coba tersebut, Wakil Presiden M Jusuf Kalla melanjutkan peninjauan ke Wisma Atlet Kemayoran. Hadir dalam pegelaran tes event tersebut MenPU Pera Basuki Hadimuljono, Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno, Ketua INASGOC Erick Thohir, Wakil Ketua INASGOC Syafrie Syamsuddin dan Ketua Umum Pengurus Besar Taekwondo Indonesia Letjen TNI (Purn) Marciano Norman. 

Dalam kesempatan tersebut Wakil Presiden menyaksikan pertandingan taekwondo di panggung A yang tengah bertanding di kelas 80 kg pria antara Nicholas Armanto dari Indonesia dan Tan Yen Ming dari Malaysia. Nicholas Armanto memenangkan pertandingan tersebut. Kemudian dilanjutkan pertandingan antara Halinda Mariska dari Indonesia melawan Law Sin Yi dari Hongkong di kelas wanita 53 kg yang dimenangkan Halinda.

Sumber : Taekwondo Indonesia News 

intro ITAG2018

08 Feb 2018
112 times

Media

Senayan Trade Centre (STC),
Senayan, Lantai 3 No.173B,
Jalan Asia Afrika. Jakarta Selatan
Telp: 021-29407769

Email: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Cari

Peta Kantor PBTI