Cabor taekwondo Indonesia menyelamatkan Indonesia sekaligus menjadi pelipur lara kontingen Indonesia yang ikut serta dalam Olimpiade militer '7th CISM (Conseille International du Sport Militaire) Military World Games 2019' atau Olimpiade Militer Tingkat Dunia ke-7 tahun 2019 yang berlangsung di Wuhan, Cina 17-29 Oktober 2019.

kontingen Indonesia sendiri mengirimkan 44 atlet dari 9 cabor di multi event olimpaide khusus militer yang diikuti oleh 45 negara ini. 9 cabor tersebut adalah yakni anggar, atletik, Layar, Judo, menembak, panahan, terjun payung dan Triathlon. Dari keikutsertaan atlet Indonesia tersebut, seluruh cabor semua gagal meraih medali. Hanya cabor taekwondo yang berhasil meraih medali perunggu atas nama Ibrahim Zarman.  Selain Ibrahim, atlet taekwondo yang turun di event ini adalah Glorya Rinni, dan Marstio Embrian. Keduanya juga belum berhasil meraih medali karena kalah dibabak-babak awal. Sukses Ibrahim Zarman meraih medali perunggu yang turun di kategori Kyorugi tidaklah mudah. Diikuti oleh atlet-atlet kelas dunia yang semuanya berperingkat olimpic, Ibrahim bersusah payah menembus hingga semifinal sebelum akhirnya dikalahkan oleh atlet asal Korea. Sebelumnya Ibrahim sukses mengalahkan taekwondoin asal Bangladesh, Bulgaria, Brazil dan Mongolia. Ibrahim Zarman adalah anggota Bintara TNI yang juga atlet nasional Taekwondo Indonesia. Atlet pelatnas andalan Indonesia yang akan dipersiapkan di Sea Games  Manila Filipina, Desember mendatang tersebut adalah peraih medali emas Indonesia di SEA Games,  Kuala Lumpur Malaysia 2017 dua tahun lalu. Atlet asal Riau kelahiran, Pekanbaru, 24 Maret 1997 tersebut turun di nomor Kyorugi (tarung) kelas 63 Kg.

Menurut manajer tim sekaligus pelatih taekwondo Djunaedi Tanjung, secara umum penampilan tim taekwondo Indonesia sebenarnya secara teknis sangat kompetitif bersaing.

“Tidak ada masalah dari segi teknis dai penampilan tim taekwondo Indonesia” Terang Djunaedi Tanjung yang biasa disapa Coki oleh kalangan praktisi taekwondo.

Namun demikian, Djunaedi Tanjung menegaskan bahwa faktor fisik dan mental menjadi catatan penting evaluasi atlet kita. Setelah tim ini kembali ke tanah air, dirinya akan memberikan penjelasan lebih detail terkait evaluasi tim.

“Intinya mereka, para atlet, khususnya dari cabor taekwondo ini memang selain faktor technical skill, mental & psychology training harus dibenahi. Harus ada terobosan yang efektif terkait bagaimana membentuk karakter atlet yang bermental baik, yang memiliki keyakinan dan optimisme menang ketika akan bertanding.”. Ujar Djunaedi Tanjung yang juga merupakan Kabid Binpres Taekwondo Indonesia DKI Jakarta itu.

Dirinya meyakini persoalan mental atlet ini bisa di konstruksi melalui suatu metode kepelatihan yang lebih terukur dan sistematis dengan parameter yang berbasis akademis. Ini penting untuk para atlet pelatnas taekwondo lainnya. Menurutnya, pengalaman di kejuaraan dunia militer ini sangat berharga untuk kita, karena yang tampil di kejuaraan ini adalah sebagian besar atlet dunia, para olimpian yang sudah berpengalaman, termasuk cabor taekwondo yang hampir seluruhnya diisi oleh mereka yang sudah malang melintang di berbagai kejuaraan-kejuaraan dunia taekwondo.

“walaupun kita prihatin terhadap pencapaian hasil di kejuaraan dunia militer ini, namun raihan perunggu Ibrahim Zarman adalah suatu keberhasilan. Ini menunjukkan sebenarnya Ibrahim sudah masuk kategori atlet kelas dunia yang layak tampil di olimpiade.

Sementara itu, ketika dihubungi terkait hasil yang dicapai oleh atlet pelatnas Ibrahim Zarman di kejuaran ini, Ketua Umum Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) Bapak Letjen TNI (Purn) H, Thamrin Marzuki mengucapkan apresiasi dan ucapan selamat atas kerja keras semua atlet dan seluruh official team yang telah berjuang maksimal di pesta olahraga militer dunia atau world military games ini. Khusus kepada Ibrahim Zarman, Ketua Umum PBTI juga mengucapkan selamat atas keberhasilannya meraih perunggu. Hasil ini menurutnya, selain menjadi catatan postif untuk bahan evaluasi, juga menjadikan hasil ini tolok ukur akan optimisme prediksi medali yang akan diraih oleh timnas taekwondo Indonesia di Sea Games Manila nanti.

 

 

 

Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) bekerja sama dengan  World Taekwondo Headquarters (Kukkiwon‎) menyelenggarakan “2019 Indonesia Asia Taekwondo Hanmadang Championship” yang melibatkan 12 negara. Ketua Umum PBTI, Letjen TNI (Purn) H. Thamrin Marzuki, secara resmi membuka penyelenggaraan kejuaraan internasional ini pada Sabtu (26/10) di GOR Popki Cibubur, Jakarta Timur.  Hadir dalam pembukaan tersebut Duta besar Korea untuk Indonesia Kim Chang-Beom dan Sekjen Kukkiwon Kim ill Seob.

Untuk Tahun ini Kukkiwon sudah menyelenggarakan Asia Taekwondo Hanmadang Championship yang keempat kalinya,  dan Indonesia mendapat kehormatan untuk menjadi tuan rumah. Sebelumnya, kejuaraan ini diselenggarakan di Nepal, Kamboja, dan Cina.

Menurut Thamrin, pertandingan tahun ini memiliki peserta yang paling banyak dibanding tahun-tahun sebelumnya. "Ada 1176 atlet dari 12 negara dan 32 wasit internasional," ungkap Thamrin. 

Adapun keduabelas negara tersebut ialah Indonesia, Korea Selatan, Bangladesh, Brunei Darussalam, Tiongkok, Hongkong, Iran, Irak, Malaysia, Nepal, Singapura, dan Srilangka. 

Berbeda dengan kejuaraan Taekwondo pada umumnya, kejuaraan Hanmadang adalah kejuaraan taekwondo dengan berbagai va riasi kategori.. Dari kategori tarung sampai kategori peragaan, pemecahan, dan demonstrasi. Selain Kyorugi (tarung) dan Poomsae (jurus), juga terdapat kategori Long Jump Kick Breaking, High Jump Kick Breaking, Fist Breaking, Knife Hand Breaking, Side/Back Kick Breaking, All around Breaking, Taekwondo Aerobic, dan Team Competition.

Thamrin berharap atlet Indonesia bisa mendulang emas di pertandingan ini. "Untuk Kyorugi saya yakin atlet kita bisa menyeimbangkan atlet Korea. Kemudian kita punya tiga juara emas Poomsae di Vietnam lalu. Atlet Hanmadang juga sudah kita siapkan," katanya saat ditemui di GOR Popki Cibubur.

Dalam sambutannya, Ketua Umum PBTI,  juga memberikan apresiasi kepada pemerintah Korea, melalui lembaga Korean Culture terkait peran dan kontribusinya dalam pengembangan olahraga taekwondo di Indonesia. Termasuk dirinya menyebut bahwa keberadaan gedung POPKI Cibubur ini juga salah satu bukti kontribusi pemerintah Korea kepada Indonesia.

“Gedung POPKI ini adalah bukti bahwa Indonesia dan Korea menjadi dua negara yang memang telah menjalin hubungan yang harmonis dalam hal pertukaran budaya dan informasi. Termasuk pengembangan olahraga taekwondo di Indonesia. Oleh karenanya gedung ini diberi nama dengan gedung persahabatan Indonesia – Korea.” Ujar Thamrin Marzuki.

Dirinya berharap melalui kejuaraan yang melibatkan kerjasama dengan pihak Korea, dalam hal ini Kukkiwon, upaya untuk lebih mengembangkan olahraga ini di Indonesia, kedepan makin lebih berhasil. Yakni selain mendapatkan dukungan dari masyarakat, juga melahirkan prestasi para taekwondoin yang nantinya dapat menjadi kebanggan atlet Indonesia dimasa datang.

Dalam kesempatan ini, Ketua Umum PBTI juga menjelaskan bahwa Taekwondo Indonesia berencana membuat program pembinaan pelatnas (pemusatan latihan nasional) dimulai dari tingkat kadet hingga senior. Menurut Thamrin Marzuki, selama ini, pembinaan atlet nasional terbatas pada tingkat junior dan senior dengan perbandingan 30% dan 70%. "Lapis kedua tuh sepertinya lemah," ungkap Thamrin di GOR Popki Cibubur, Jakarta Timur, Sabtu (26/10).

Ketua Umum PBTI ingin membuat program pembinaan atlet nasional junior dan senior terpusat di Jakarta, sedangkan atlet kadet didesentralisasi di lima zona provinsi. “Jadi kita jangan bicara muluk-muluk untuk dapat atlet senior dan junior, sementara atlet kadet lemah. Jadi pembinaan itu dari kadet dulu," ujarnya.

Terkait hal tersebut, Bidang Pembinaan dan Prestasi bersama dengan bidang Pendidikan, Pelatihan dan Pengembangan (Diklatbang) akan merumuskan lebih detai implementasi program tersebut.

 

 Ketua Umum Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI, Letjen TNI (Purn) H. Thamrin Marzuki membuka kejuaraan taekwondo open Internasional “Pugnator Badung Sport Tourism Taekwondo Internasional Championship 2019” di  GOR Purna Krida Kabupaten Badung, Provinsi Bali (25/10). Selain tuan rumah, kejuaraan taekwondo internasional yang baru pertama kali digelar dan direncanakan akan berlangsung dari 25 – 27 Oktober 2019 ini,  diikuti delapan negara dengan jumlah peserta 1700 atlet. Delapan negara tersebut diantaranya China Taipei, Hongkong, Malaysia, Kamboja, Pakistan, Australia dan Singapura.

Dalam sambutannya, Ketua Umum PBTI mengucapkan apresiasi kepada pemerintah, pengurus propinsi Bali atas terselenggaranya event internasional ini.

“Kejuaraan ini sukses dilaksanakan berkat kerjasama semua pihak, khususnya atas dukungan pemerintah dan pengprov TI Bali. Harapannya, selain kejuaraan ini juga berhasil menarik animo masyarakat, target misi kejuaraan ini, yakni meningkatkan kunjungan pariwisata Bali juga tercapai.” Ujar Bapak Thamrin Marzuki.

Ditambahkan Bapak Thamrin, tujuan diselenggarakannya kejuaraan taekwondo ini adalah untuk meningkatkan kunjungan wisatawan ke Bali. Propinsi Bali juga menurut Ketua Umum PBTI adalah salah satu propinsi yang berkontribusi menyumbang atlet nasional taekwondo Indonesia di pelatnas. Terkait hal itu, diharapkan kedepan propinsi Bali lebih giat lagi membina dan mencetak para atlet muda berbakat, melalui ajang kejuaraan-kejuaraan seperti ini yang diselenggarakan di Bali.

Lebih lanjut Ketua Umum PBTI menjelaskan bahwa Kedepan kita dorong, untuk menjadikan ajang seperti ini masuk dalam agenda tahunan pengprov TI Bali, apalagi dengan melihat animo masyarakat yang begitu luar biasa,sekaligus saya  minta kejuaraan ini untuk menjadi sarana yang menjaring atlet-atket berkelas dan juga menjadi sarana untuk meningkatkan kunjungan wisata ke daerah,

“Saya dorong event ini jadi ajang tahunan, bisa dapat atlet terbaik, dan pemerintah mendapatkan pemasukan dari digelarnya acara seperti ini, banyak wisatawan datang ke daerah sama-sama diuntungkan,” Ujar Ketua Umum PBTI

Penegasan Ketua Umum PBTI terkait pentingnya kejuaraan ini menjadi agenda tahunan pengprov TI Bali adalah karena PBTI concern dengan program pembinaan usia muda. Mengingat persaingan saat ini begitu sangat ketat dan kompetitif, dan negara-negara lain juga sangat pesat regenerasi dan prestasi para atlet mudanya, maka taekwondo Indonesia juga mau tidak mau bersiap secara serius untuk melakukan terobosan pembinaan usia muda di seluruh daerah dengan tepat dan efektif. Oleh karenanya PBTI akan mendorong upaya strategi pembinaan usia muda, termasuk output dari kejuaraan-kejuaraan internasional seperti ini yang sangat efektif menjadi sarana proses pembinaan dan prestasi serta regerenasi para atlet taekwondo Indonesia.

 

Musyawarah Olahraga Propinsi (Musoprov) Taekwondo Indonesia Sumatra Barat berjalan dengan lancar dan sukses yang dilaksanakan di Hotel Tafina Solok, Sumatra Barat 22/10.  MUsprov dihadiri oleh  0leh 15 dari 19 Pengkab/Pengkot, termasuk dihadiri dan disaksikan langsung oleh Ketua Umum KONI Propinsi Sumbar, Pengurus KONI Kota dan Kabupaten Solok. Dalam acara yang dihadiri dan dibuka oleh Kabid Organisasi Bapak Brigjen TNI (Purn) Untung Waluyo, secara aklamasi memilih H. Zul Elfian, SH, MSi.

Dalam sambutannya Bapak Untung mengatakan, selama ini dirinya melihat jarang Ketua KONI yang hadir pada Musorprov. Untuk itu ia meminta Pengurus Pengprov agar terus menjalin hubungan dan komunikasi yang baik dengan KONI Sumbar.

“Saya merasa disinilah keunggulan Taekwondo dan seharusnya ke depan bisa lebih berprestasi lagi,” katanya.

Sementara, Ketua Umum KONI Sumbar Syaiful mengatakan, untuk mengubah Organisasi Cabang Olahraga (Cabor) TI di Sumbar telah membuat roda organisasi dengan baik dan sesuai dengan Anggaran Dasar dan Rumah Tangga (AD/RT) yang ada.

“Ini bisa menjadi contoh bagi Pengprov yang lain. TI Sumbar adalah cabor andalan KONI Sumbar,” jelas Syaiful.

Syaiful mengharapkan, melalui Musorprov ini akan melahirkan personalia kepengurusan Pengprov Taekwodo yang berkualitas, sehingga akan melahirkan kinerja yang berkualitas pula pada masa mendatang. Dengan kinerja yang berkualitas tentu akan melahirkan atlet yang berkualitas otomatis akan melahirkan prestasi. Tentu akan melahirkan atlet berprestasi di tingkat daerah, regional dan nasional bahkan internasional.

Forum Musorprov juga mengucapkan apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya atas dedikasi, pengabdian dan kontribusi Ketua Umum TI Sumbar sebelumnya Bapak Drs. Handrianto, yang telah memberikan banyak prestasi dan catatan positif bagi perkembangan olahraga taekwondo di Sumatra Barat, sehingga saat ini taekwondo Sumatra Barat menjadi salah satu olahraga andalan untuk meraih medali di ajang nasional.

 

Pengurus Besar Taekwondo Indonesia Akan Menyelenggarakan Kejuaraan Internasional “Indonesia Asia Taekwondo - Hanmadang Championship 2019

 

Pengurus Besar Taekwondo Indonesia, bekerja sama dengan Badan Dunia Taekwondo Kukkiwon siap menggelar kejuaraan internasional taekwondo Hanmadang yang bertajuk “Indonesia Asia Taekwondo Hanmadang Championships 2019” di GOR POPKI. Cububur Jakarta Timur 26 – 27 Oktober 2019. Kejuaraan internasional kali ini diikuti sebanyak 12 negara peserta. Selain tuan rumah Indonesia, negara-negara yang berpartisipasi adalah Bangladesh, Brunei Darussalam, Tiongkok, Hongkong, Irak, Iran, Korea Selatan, Malaysia, Nepal, Singapura dan Srilangka.

Diikuti sebanyak 1176 atlet dan 36 wasit internasional, kejuaraan ini akan mempertandingkan 12 materi kategori, yaitu Kyorugi (tarung) Colour belt, Poomsae (jurus) Colour belt, Long Jump Kick Breaking, High Jump Kick Breaking, Fist Breaking, Knife Hand Breaking, Side/Back Kick Breaking, Allaroung Breaking, Taekwondo Aerobic, Team Competition, Kyorugi Team dan Poomsae Group.

Sesuai dengan visi Kukkiwon, kejuaraan Internasional Taekwondo Hanmadang yang digelar diseluruh dunia, termasuk di Indonesia yang baru pertama kali ini dilaksanakan, bertujuan untuk mendorong atmosfir ilmu bela diri tradisional Korea berkembang dan dicintai oleh masyarakat diseluruh dunia. Kukkiwon melihat bahwa Indonesia adalah salah satu negara yang sangat besar populasi taekwondonya. Dengan jumlah yang sangat besar yang ditunjang dengan fasilitas dan kejuaraan-kejuaraan taekwondo yang begitu massif diselenggarakan diberbagai daerah, Kukkiwon melihat  atmosfir perkembangan taekwondo di Indonesia perlu dipertahankan, bahkan perlu terus dijaga kelestarian populasinya. Oleh karenanya melalui berbagai kerjasama dengan organisasi taekwondo di Indonesia, dalam hal ini PBTI, termasuk salah satunya melalui gelaran kejuaraan internasional taekwondo ini, harapan dan upaya Kukkiwon untuk melestarikan dan meningkatkan atmosfir taekwondo di seluruh dunia dapat terus terjaga dengan baik.

Terkait dengan Kejuaraan Internasional Taekwondo Hanmadang ini, diajang ini para praktisi taekwondo bukan saja menunjukkan keahlian bela diri, mereka bukan cuma bertarung dan berolah jurus, tapi juga diberi kesempatan untuk berkompetisi dengan berbagai kemampuan atraksi dan demonstrasi yang dimiliki dari berbagai ragam skill serta dari berbagai tingkatan usia.

Dengan keberagaman kategori yang dipertandingkan itu, para pencinta olahraga beladiri akan dimanjakan dengan ragam kompetensi keahlian, bukan saja berasal dari kalangan atlet yang masih produktif bertanding. Tapi juga berasal dari para mantan atlet dan para praktisi taekwondo lainnya yang concern pada upaya pelestarian nilai budaya dan filosofi taekwondo. Dalam suasana dan atmosfir itulah diharapkan setiap negara yang menyelangarakan event ini, termasuk kali ini di Indonesia, dapat pula menangkap maksud dari tujuan mulia kejuaraan ini, yaitu mendorong keterbukaan akan minat, sekaligus pelestarian niai-nilai ilmu beladiri asal Korea, sambil membangun orientasi kebersamaan, kehangatan dan persatuan dilingkungan keluarga besar taekwondo di seluruh dunia.

Sebagai negara yang baru pertama kali menggelar ajang kejuaraan Internasional taekwondo Hanmadang 2019 ini, Indonesia melalui Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) dengan dukungan penuh Kukkiwon juga akan menyajikan gelaran festival kejuaraan yang paling diminati diseluruh dunia ini, dengan kualitas dan standard yang sama sepertu di event-event Internasional Hanmadang lainnya. Sebab dengan kapasitas tuan rumah yang menyelenggarakan kejuaraan ini dengan baik, bukan saja mendapat respons positif oleh Kukkiwon, harapannya juga akan menjadi catatan pengalaman dan pengetahuan positif bagi PBTI.  Dengan pengetahuan dan pengalaman itu niscaya kedepan Taekwondo Indonesia juga akan dapat mengembangkan sekaligus mengelaborasikan berbagai kemampuan praktisi taekwondo yang ada di Indonesia untuk menyelenggarakan kejuaraan ini secara rutin dimasa yang akan datang.

Selain dihadiri oleh Presiden Kukkiwon dan Ketua Umum PBTI, dalam pembukaan kejuaraan ini juga akan dihadiri oleh sejumlah pejabat antara lain, Duta besar Korea untuk Indonesia, Kim Chang Beom, Ketua KONI Pusat, Marciano Norman, Menpora, Kapolri dan Panglima TNI serta pejabat lainnya. Selain itu kejuaraan ini juga akan dihadiri oleh sejumlah ketua Umum dan pimpinan cabang olahraga, khususnya cabang olahraga beladiri, antara lain Pencak Silat, Karate, Jujitsu, Kempo dan Wushu.  Dalam kesempatan ini pula, direncankan Kukkiwon juga akan menyematkan penghargaan (DAN Blackbelt) kepada sejumlah praktsi dan pengurus taekwondo di Indonesia. Puncak acara pembukaan akan dimeriahkan oleh pertunjukkan atraksi demonstrasi taekwondo terbaik di dunia dari tim demonstrasi taekwondo Kukkiwon.

Dengan adanya informasi ini diharapkan para pegiat praktisi taekwondo dan masyarakat luas, dapat ikut berpartisipsi menyaksikan sekaligus memberikan dukungan kepada para atlet yang bertanding termasuk memberikan citra positif sebagai tuan rumah kepada seluruh peserta.

 

Humas PBTI

Pengurus Besar Taekwondo Indonesia, bekerja sama dengan Badan Dunia Taekwondo Kukkiwon siap menggelar kejuaraan internasional taekwondo Hanmadang yang bertajuk “Indonesia Asia Taekwondo Hanmadang Championships 2019” di GOR POPKI. Cububur Jakarta Timur 26 – 27 Oktober 2019. Kejuaraan internasional kali ini diikuti sebanyak 12 negara peserta. Selain tuan rumah Indonesia, negara-negara yang berpartisipasi adalah Bangladesh, Brunei Darussalam, Tiongkok, Hongkong, Irak, Iran, Korea Selatan, Malaysia, Nepal, Singapura dan Srilangka.

Diikuti sebanyak 1176 atlet dan 36 wasit internasional, kejuaraan ini akan mempertandingkan 12 materi kategori, yaitu Kyorugi (tarung) Colour belt, Poomsae (jurus) Colour belt, Long Jump Kick Breaking, High Jump Kick Breaking, Fist Breaking, Knife Hand Breaking, Side/Back Kick Breaking, Allaroung Breaking, Taekwondo Aerobic, Team Competition, Kyorugi Team dan Poomsae Group.

Sesuai dengan visi Kukkiwon, kejuaraan Internasional Taekwondo Hanmadang yang digelar diseluruh dunia, termasuk di Indonesia yang baru pertama kali ini dilaksanakan, bertujuan untuk mendorong atmosfir ilmu bela diri tradisional Korea berkembang dan dicintai oleh masyarakat diseluruh dunia. Kukkiwon melihat bahwa Indonesia adalah salah satu negara yang sangat besar populasi taekwondonya. Dengan jumlah yang sangat besar yang ditunjang dengan fasilitas dan kejuaraan-kejuaraan taekwondo yang begitu massif diselenggarakan diberbagai daerah, Kukkiwon melihat  atmosfir perkembangan taekwondo di Indonesia perlu dipertahankan, bahkan perlu terus dijaga kelestarian populasinya. Oleh karenanya melalui berbagai kerjasama dengan organisasi taekwondo di Indonesia, dalam hal ini PBTI, termasuk salah satunya melalui gelaran kejuaraan internasional taekwondo ini, harapan dan upaya Kukkiwon untuk melestarikan dan meningkatkan atmosfir taekwondo di seluruh dunia dapat terus terjaga dengan baik.

Terkait dengan Kejuaraan Internasional Taekwondo Hanmadang ini, diajang ini para praktisi taekwondo bukan saja menunjukkan keahlian bela diri, mereka bukan cuma bertarung dan berolah jurus, tapi juga diberi kesempatan untuk berkompetisi dengan berbagai kemampuan atraksi dan demonstrasi yang dimiliki dari berbagai ragam skill serta dari berbagai tingkatan usia.

Dengan keberagaman kategori yang dipertandingkan itu, para pencinta olahraga beladiri akan dimanjakan dengan ragam kompetensi keahlian, bukan saja berasal dari kalangan atlet yang masih produktif bertanding. Tapi juga berasal dari para mantan atlet dan para praktisi taekwondo lainnya yang concern pada upaya pelestarian nilai budaya dan filosofi taekwondo. Dalam suasana dan atmosfir itulah diharapkan setiap negara yang menyelangarakan event ini, termasuk kali ini di Indonesia, dapat pula menangkap maksud dari tujuan mulia kejuaraan ini, yaitu mendorong keterbukaan akan minat, sekaligus pelestarian niai-nilai ilmu beladiri asal Korea, sambil membangun orientasi kebersamaan, kehangatan dan persatuan dilingkungan keluarga besar taekwondo di seluruh dunia.

Sebagai negara yang baru pertama kali menggelar ajang kejuaraan Internasional taekwondo Hanmadang 2019 ini, Indonesia melalui Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) dengan dukungan penuh Kukkiwon juga akan menyajikan gelaran festival kejuaraan yang paling diminati diseluruh dunia ini, dengan kualitas dan standard yang sama sepertu di event-event Internasional Hanmadang lainnya. Sebab dengan kapasitas tuan rumah yang menyelenggarakan kejuaraan ini dengan baik, bukan saja mendapat respons positif oleh Kukkiwon, harapannya juga akan menjadi catatan pengalaman dan pengetahuan positif bagi PBTI.  Dengan pengetahuan dan pengalaman itu niscaya kedepan Taekwondo Indonesia juga akan dapat mengembangkan sekaligus mengelaborasikan berbagai kemampuan praktisi taekwondo yang ada di Indonesia untuk menyelenggarakan kejuaraan ini secara rutin dimasa yang akan datang.

Selain dihadiri oleh Presiden Kukkiwon dan Ketua Umum PBTI, dalam pembukaan kejuaraan ini juga akan dihadiri oleh sejumlah pejabat antara lain, Duta besar Korea untuk Indonesia, Kim Chang Beom, Ketua KONI Pusat, Marciano Norman, Menpora, Kapolri dan Panglima TNI serta pejabat lainnya. Selain itu kejuaraan ini juga akan dihadiri oleh sejumlah ketua Umum dan pimpinan cabang olahraga, khususnya cabang olahraga beladiri, antara lain Pencak Silat, Karate, Jujitsu, Kempo dan Wushu.  Dalam kesempatan ini pula, direncankan Kukkiwon juga akan menyematkan penghargaan (DAN Blackbelt) kepada sejumlah praktsi dan pengurus taekwondo di Indonesia. Puncak acara pembukaan akan dimeriahkan oleh pertunjukkan atraksi demonstrasi taekwondo terbaik di dunia dari tim demonstrasi taekwondo Kukkiwon.

Dengan adanya informasi ini diharapkan para pegiat praktisi taekwondo dan masyarakat luas, dapat ikut berpartisipsi menyaksikan sekaligus memberikan dukungan kepada para atlet yang bertanding termasuk memberikan citra positif sebagai tuan rumah kepada seluruh peserta.

 

Humas PBTI

 

 

 

 

Ketua KONI Bapak Letjen TNI (Purn) Marciano Norman didampingi Sekjen KONI Bapak Ade Lukman beserta jajaran pengurus KONI lainnya, berkesempatan mengunjungi Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) Taekwondo Indonesia di Gedung POPKI Cibubur, Jakarta Timur, 22/10.

Ketua KONI disambut oleh Ketua Umum PBTI Bapak Letjen TNI (Purn) H. Thamrin Marzuki, Ketua Harian, Bapak Anthony Musa Siregar dan Kabid Binpres, Bapak Yefi Triaji.

Kunjungan Ketua KONI ke Pelatnas tiap cabor dilakukan dalam rangka untuk melihat dan memonitoring sejauhmana kesiapan cabang olahraga untuk menghadapi perhelatan Sea Games Manila – Filipina, Desember mendatang. Dalam kunjungan ke Pelatnas Taekwondo Indonesia kali ini, selain mendapat laporan dari manajemen pelatnas dan kabid Binpres PBTI terkait progress perkembangan atlet pelatnas taekwondo Indonesia,  Ketua KONI juga memberikan harapan dan motivasinya  kepada para atlet agar tradisi emas di cabang olahraga taekwondo tetap diraih di Sea Games Manila nanti.

Dalam arahannya, Bapak Marciano Norman meminta agar para atlet dan seluruh jajaran official yang terlibat di manajemen pelatnas taekwondo Indonesia, harus makin fokus dan makin lebih berkonsentrasi menyiapkan diri menghadapi Sea Games yang waktunya tinggal sebentar lagi.

Kepada para atlet, Bapak Marciano Norman memberikan motivasi, bahwa para atlet adalah yang terbaik yang terpilih melalui proses seleksi yang sangat ketat. Oleh karenanya para atlet harus memaksimalkan kesempatan berada di pelatnas ini untuk membuktikan kompetensi dan kemampuannya untuk berprestasi membawa nama baik, bukan saja nama baik daerah asal atlet, tapi nama baik keluarga, bangsa dan negara.

"Berada di pelatnas berarti kalian adalah yang terbaik. Buktikan di SEA Games Filipina nanti adalah puncak dari proyeksi pelatnas ini," kata Marciano Norman dihadapan para atlet nasional Taekwondo Indonesia.

Bapak Marciano Norman juga mengingatkan agar para atlet menjaga penampilan dan kondisi fisik mereka agar tidak cidera dan tetap berada pada peak performance. Sehingga pada penampilannya nanti di Sea Games, para atlet dapat bertarung maksimal dan berharap taekwondo dapat meraih medali sesuai dengan target yang dibebankan kepada PBTI, yakni minimal 3 medali emas. Bahkan PBTI, sejak awal kepemimpinan Bapak H. Thamrin Marzuki optimis menargetkan 4 medali emas di Sea Games Manila nanti.

“Saya minta para atlet tetap berada dalam puncak penampilannya, baik dari segi fisik maupun teknik, agar nanti di Sea Games dapat tampil maksimal. Disiplin menjaga kondisi fisik dan ikuti setiap instruksi pelatih dalam menjalankan program serta manfaatkan segala fasilitas latihan sebaik mungkin. Saya berharap nantinya taekwondo dapat mempertahankan tradisi emas perolehan medali di Sea Games.” Terang Bapak Marciano Norman.

Lebih lanjut Marciano Norman juga meminta agar jajaran pengurus PBTI dapat meningkatkan proses pembinaan dan regenerasi taekwondo. Dirinya sangat mendukung program Ketua Umum PBTI, Bapak Letjen TNI (Purn) H. Thamrin Marzuki yang mendorong taekwondo lapis kedua tampil lebih banyak di event-event Internasional untuk menambah pengalaman mereka, sehingga regenerasi dapat berjalan efektif. Dirinya juga mengapresiasi rencana PBTI yang akan menyelenggarakan pelatnas Junior hingga Kadet. Hal ini menandakan bahwa cabor taekwondo Indonesia secara mandiri serius dan concern mengejar pencapaian target pembinaan dan pengembangan atlet menuju prestasi dunia. Khusus mengenai pelatnas senior taekwondo Indonesia yang akan disiapkan ke Sea Games Manila, PBTI juga berencana dalam waktu dekat akan melakukan TC ke Korea untuk melakukan penajaman technical skill dan pemantapan strategi guna meraih hasil terbaik di Sea Games nanti.

*) A. Trinanda

Pengurus Propinsi (Pengprov) Taekwondo Indonesia Kepulauan Bangka Belitung sukses melaksanakan pelantikan pengurus baru untuk periode 2019 – 2023 yang bertempat di Gedung Mahligai Serumpun Sebalai, Sabtu (19/10/2019). Pelantikan tersebut mengukuhkan Muhammad Irham yang untuk kedua kalinya memimpin taekwondo Kepulauan Bangka Belitung. Pengukuhan pelantikan ini dilakukan oleh Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI), Brigjen TNI (Purn) H. Noor Fadjari, ST.

Dalam membacakan sambutan amanah Ketua Umum PBTI, Brigjen TNI (Purn) H. Noor Fadjari menyampaikan bahwa sesuai dengan amanah Ketua Umum, dirinya meminta agar kepengurusan Pengprov Taekwondo Babel dapat melakukan evaluasi terhadap berbagai capaian prestasi yang ditorehkan selama ini dari hasil program pembinaan dan pengembangaan para atlet taekwondo. Dirinya berhatrap dari hasil evaluasi tersebut, dapat ditemukan formula efektif untuk meningkatkan prestasi taekwondo Kepulauan Bangka Belitung dimasa yang akan datang. Tentunya, terkait dengan hasil evaluasi tersebut, nantinya akan tertuang kedalam program kepengurusan yang diminta sinergis dengan program PBTI dalam hal pembinaan untuk mewujudkan pengembangan prestasi taewondo Indonesia.

Lebih lanjut Noor Fadjari juga mengingatkan bahwa salah satu tolok ukur berhasilnya pembinaan dan pengembangan itu adalah terciptanya iklim atau atmosfir kegiatan pertandingan di lingkungan Babel ini. Oleh karenanya, dirinya meminta agar pengprov Babel terpilih nanti untuk memikirkan sekaligus mewajibkan bahwa setiap event pertandingan yang digelar, haruslah mengacu kepada dua aspek. Aspek pertama yakni soal prestasi, aspek yang kedua adalah pemasalahan yang diperuntukkan untuk para pemula.

“Harus terus meningkat prestasi kita. Yang perlu saya ingatkan dari hasil evaluasi apabila menggelar kejuaraan agar diutamakan prestasinya, sehingga bisa memiliki atlet yang handal sebagai aset daerah. Untuk festival, diharapkan dapat mempromosikan dan memperkenalkan taekwondo kepada masyarakat luas. “ Ujar Fadjari

Selain itu, sesuai dengan amanah Ketua Umum PBTI, Pengprov TI Babel juga diminta untuk senantiasa meningkatkan kualitas komunikasi dan koordinasi dengan KONI daerah dan instansi terkait lainnya.

Sementara itu Muhamamd Irham, selaku ketua terpilih mengatakan bahwa empat tahun lalu jumlah atlet taekwondo se- Babel sekitar 800 orang, saat ini jumlahnya sekitar 1600 – 1700 anggota  taekwondo. Dan targetnya diperiode kedua nanti harus meningkat 100 persen diatas 4.000 orang yang aktif dalam taekwondo. Dirinya juga berjanji akan menjalankan apa yang menjadi instruksi Ketua Umum PBTI kepada Ketua Pengprov. Khususnya akan menjadikan anak-anak sebagai sasaran taekwondo, agar anak-anak terlatih dan terhindar dari bahaya gadget yang mewabah di kalangan anak-anak.

Dirinya juga menjelaskan bahwa dalam waktu dekat pengrpov TI Babel akan menggelar Ujian Kenaikan Tingkat untuk sabuk hitam serta berharap pemegang sabuk hitam ini dapat melatih atlet - atlet muda nantinya. Pasalnya, saat dirinya bergabung di kepengurusan empat tahun lalu, pemegang sabuk hitam tak lebih dari sepuluh orang, " Sampai hari ini pemegang sabuk hitam sudah 40 orang, Bulan November nanti yang sabuk hitam di atas 90 orang," jelasnya.

Tidak hanya itu, ditambahkan Irham, saat ini Babel sudah memiliki wasit dan penguji nasional dan Dirinya juga berharap agar dapat bertambah dalam kepengurusan yang baru ini. Dirinya juga membuka kesempatan untuk menerima masukan dari berbagai pihak, terkait dengan berbagai program yang nantinya dijalankan. Khususnya dari seluruh para praktisi taekwondo Babel jika dalam menjalankan program nantinya, pengprov TI Babel masih terdapat hal-hal yang kurang, bahkan jika dianggap menyimpang, segera dirinya minta untuk diingatkan.

 

 

 

 

 

Saturday 19th Oktober 2019 13.00-16.00 Briefing and plotting Volenteer POPKI Cibubur

Monday 21st Oktober 2019 10.00-12.00 Kukkiwon Team Briefing

Wednesday 23th Oktober 2019 09.00-17.00 Set Up Venue 13.00-17.00 Venue Orientation POPKI Cibubur 17.00 Check In Hotel All Comiitee and Volunteer Cibubur Village

Thursday 24th Oktober 2019

09.00-17.00 Set Up Venue POPKI Cibubur

08.00-17.00 Picking Up International Referee Check In 24th Oct, Check Out 28th Oct Airport

08.00-17.00 Picking Up foreign participants

08.00-17.00 Registration foreign participants

15.00-17.00 Stagger through Popki Cibubur

Friday 25th Oktober 2019

08.00- 10.00 Accreditation

10.00-11.30 Technical Meeting Venue

10.00- 14.00 Weight In

12.00-14.00 Kukkiwon Team Welcome Party Westin Hotel

13.00-15.00 Refresing International Referee

09.00-15.00 Venue Final Check all Equipment, Videotron, Sound System, Digital Scoring, Videography, Lighting, Scoring System

15.00- 17.00 General Rehearsal

17.00-19.00 Cleaning Up Venue

Saturday 26th Oktober 2019

2019 08.00- 11.00 Game Play all Category – Qualification sesion 1 Venue

11.00- 13.00 Opening Ceremony

13.00- 13.30 Break

13.30- 17.00 Game Play all Category – Qualification sesion 2

Sunday 27th Oktober 2019

08.00- 12.00 Game Play all Category – Final, sesion 1

12.00- 13.00 Break Venue

13.00- 15.00 Game Play all Category – Final, sesion 2

15.00- 16.00 Closing Ceremony

NO. TEAM NO OF PARTICIPANT ARRIVAL TIME TERMINAL FLIGHT NO DEPARTURE TIME FLIGHT NO TERMINAL
1 HONGKONG 3 25-Oct-19 4:00 T3 CX753 31-Oct-19 14:25 CX776 T3
2 SINGAPORE 4 25-Oct-19 11:10   TR276 28-Oct-19 11:15 TR277  
3 KOREA 12 25-Oct-19 20:30   KE0627 28-Oct-19 21:50 KE0628  
4 MALAYSIA LANGKAWI 2 24-Oct-19 14:15   AK348 28-Oct-19 1:30 AK383  
5 MALAYSIA CHOI ACADEMY 4 25-Oct-19 11:20   MH717 28-Oct-19 19:55 MH724  
6 MALAYSIA HOPE TKD 4   20:00   AK386   20:25 AK387  
7 MALAYSIA D&D CLUB 3 25-Oct-19 10:15   MH711 28-Oct-19 15:45 MH720  
8 SINGAPORE ISKANDAR 1         27-Oct-19 18:00 SQ963  
9 SRILANKA TKD 1 9 25-Oct-19 22:35 T2 SL118 28-Oct-19 19:30 SL115 T2
10 SRILANKA TKD 2 3 25-Oct-19 13:30 T3 UL364 28-Oct-19 14:25 UL365 T3
11 BRUNEI DARUSSALAM 2   12:20 T3 BI0735        

Senayan Trade Centre (STC),
Senayan, Lantai 3 No.173B,
Jalan Asia Afrika. Jakarta Selatan
Telp: 021-29407769

Email: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Cari

Peta Kantor PBTI